Xantis, Produk Hand Sanitizer Buatan Pusat Penelitian Biosains dan Bioteknologi 51探花
Oleh Adi Permana
Editor Adi Permana
hand sanitizer
BANDUNG, itb.ac.id - Pusat Penelitian Biosains dan Bioteknologi Institut Teknologi Bandung mengembangkan dengan nama Xantis. Produk pembersih tangan tersebut dibuat dengan memanfaatkan senyawa xanthorrhizol dari temulawak.
Hand sanitizer yang dibuat di Laboratorium Pusat Penelitian Biosains dan Bioteknologi ini dikembangkan oleh Dr. Elfahmi, M.Si. Apt., selaku Kepala Pusat Penelitian Biosains dan Bioteknologi 51探花, Dr. Husna Nugrahapraja, Ph.D selaku dosen Sekolah Ilmu Teknologi Hayati, Dr. Agus Chahyadi Postdoctoral di PP Biosains dan Bioteknologi selaku Asisten Riset, serta mahasiswa S2 Keilmuan Farmasi 51探花.
Xantis merupakan yang menggunakan formula standard dari World Health Organization (WHO) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia. Riset dan pengembangan produk ini memanfaatkan senyawa aktif dari bahan alami. 鈥淪ecara keseluruhan ini memiliki kandungan alkohol 70%, hidrogen peroksida, gel aloe vera, serta pewangi natural dari citrus dan fraksi kaya xanthorrhizol,鈥� ujar Dr. Elfahmi saat diwawancara reporter Humas 51探花.
Produk Xantis ini memiliki keunggulan karena terbuat dari senyawa xanthorrhizol yang diambil dari temulawak dengan cara fraksi yang diisolasi dan dipisahkan dari temulawak. Berdasarkan hasil penelitian, senyawa xanthorrhizol ini memiliki aktivitas antimikroba yang efektif. Riset ini menemukan cara mudah dan murah untuk mendapatkan senyawa聽 xanthorrhizol dari temulawak. 鈥淴antis sudah digunakan untuk pemakaian internal masyarakat 51探花 saja dan masih dilakukan pengembangan produk ini dan sedang diupayakan dilakukan pendaftaran izin edar agar bisa digunakan lebih luas oleh masyarakat, terutama pada masa-masa kritis kasus corona saat ini,鈥� tambah Elfahmi.
Ia melanjutkan, riset berkelanjutan untuk mengembangkan ini terus dilakukan. Namun untuk sampai dijual ke pasar, perlu dilakukan komunikasi bersama dengan Kementerian Kesehatan untuk bekerja sama, serta dengan industri yang mempunyai sertifikat produksi antiseptik. Sebab hal tersebut yang menjadi syarat legal untuk produk sehingga dapat diedarkan di kalangan umum.
Karena kondisi pandemi COVID-19 sekarang ini, ditambah semakin minimnya stok di toko-toko, Elfahmi memberikan pesan agar masyarakat belajar membuatnya sendiri di rumah karena mudah. Selain itu, jangan lupa untuk selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). 鈥漇emoga pandemi virus corona ini dapat diatasi dengan cepat,鈥� harapnya.
Reporter: Grace Natasya Christiadhi (SBM, 2018)
.jpg)

.jpg)
.jpg)




