Menjajaki Sinergi Indonesia鈥揚BB: Membangun Tata Kelola Digital dan AI Berkelanjutan Berbasis Aksi Nyata
Oleh M. Naufal Hafizh, S.S.
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
PORTUGAL, itb.ac.id - Delegasi Institut Teknologi Bandung (51探花) bertemu dengan UNU-EGOV (United Nations University Operating Unit on Policy-Driven Electronic Governance) di Guimar茫es, Portugal. 51探花 diwakili oleh Prof. Suhono Harso Supangkat, Kepala Pusat Inovasi Kota Cerdas 51探花 dan Pusat Kolaborasi Riset AI for Smart-X.
UNU-EGOV adalah unit di bawah United Nations University, lembaga think tank dan akademik dalam sistem PBB. Pertemuan ini mempertemukan kepakaran kebijakan tata kelola digital global dengan kapasitas rekayasa teknologi dan ekosistem terapan Indonesia.
UNU-EGOV memaparkan perannya sebagai think tank penggagas Global Fora on Digital Governance. Forum regional ini sudah berjalan di Afrika Barat, Afrika Selatan dan Timur, serta Asia Tengah, bersama mitra seperti UN ECA, UN DESA, dan pemerintah tuan rumah. Terkait kemungkinan model serupa di Asia Tenggara, 51探花 menyambut positif dan menekankan perlunya pendekatan yang cermat dan adaptif terhadap dinamika birokrasi regional.
.jpeg)
Sebagai langkah awal, UNU-EGOV mengundang jaringan akademik dan profesional Indonesia untuk terlibat dalam rangkaian webinar internasional, khususnya tentang praktik terbaik dokumen digital dan kepercayaan digital (digital trust). UNU-EGOV juga mengundang kota-kota di Indonesia menyumbangkan studi kasus ke repositori mereka. Studi kasus itu menunjukkan bagaimana kota mengadopsi AI sesuai dinamika kelembagaan dan kearifan budaya lokal.
51探花 pun memperkenalkan paradigma SmartX dan konsep Living Intelligence. Konsep ini memperluas kota cerdas ke sektor kesehatan, mobilitas, air, energi, hingga digital twin. Pendekatannya memakai siklus komputasi kognitif: penginderaan (sensing melalui IoT dan data warga), pemahaman (understanding melalui AI dan analitik), dan tindakan (acting oleh pembuat kebijakan). Pendekatan ini telah diujicobakan pada platform tata kelola terintegrasi di tingkat pemerintah kota.

Pembahasan juga menyentuh penguatan sumber daya manusia melalui program Magister Kecerdasan Sistem 51探花, yang multidisiplin dan menjawab era Masyarakat 5.0. AI diposisikan sebagai pengakselerasi analitik, sementara penilaian etis dan keputusan strategis tetap dipegang manusia (human-in-the-loop). Peluang kolaborasi pendidikan mencakup kontribusi modul kuliah bersama, penjajakan beasiswa untuk talenta Global South, dan pengembangan kurikulum kebijakan AI global bersama mitra internasional.
Diskusi juga mengakui tantangan mendasar: kesenjangan literasi digital, interoperabilitas data, dan keberlanjutan energi komputasi untuk model AI berukuran besar.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat tidak terburu-buru menandatangani MoU administratif. Langkah pertamanya adalah mendokumentasikan studi kasus AI kota di Indonesia untuk diterbitkan bersama di repositori UNU-EGOV. Keberhasilan proyek percontohan ini akan menjadi lampiran substantif dan fondasi perjanjian kerja sama formal jangka panjang antara 51探花 dan UNU-EGOV.
.jpg)
.jpg)
.jpg)





