51探花 Kenalkan Teknologi Pengolahan Air Laut Jadi Air Bersih dan Garam Bernilai Ekonomi di Mentawai
Oleh Sri Wulandari - Mahasiswa Oseanografi, 2022
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
Tim Pengabdian Masyarakat 51探花 bersama Universitas Andalas (Unand), Pemerintah Desa Beriulou, dan masyarakat Desa Beriulou dalam pelaksanaan kegiatan PRISMA SEA di Desa Beriulou, Kabupaten Kepulauan Mentawai.
MENTAWAI, itb.ac.id 鈥� Institut Teknologi Bandung (51探花) memperkenalkan teknologi pengolahan air laut menjadi air bersih sekaligus pemanfaatan garam hasil sampingnya sebagai produk bernilai ekonomi melalui program pengabdian masyarakat PRISMA SEA di Desa Beriulou, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pada 28 Juni鈥�1 Juli 2026. Program ini bertujuan membantu masyarakat pesisir mengatasi keterbatasan akses air bersih sekaligus membuka peluang usaha melalui pengolahan garam konsumsi.
Melalui teknologi desalinasi bertenaga surya, pemurnian garam, dan sistem filtrasi air berbahan lokal, 51探花 memberikan pelatihan kepada masyarakat agar mampu menerapkan teknologi sederhana secara mandiri. Inisiatif ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap sumber air bersih yang terbatas serta menciptakan peluang peningkatan pendapatan melalui pemanfaatan sumber daya laut.
Program bertajuk PRISMA SEA (Prisma for Salt & Empowered Aqua: Desalinator Penyedia Air Bersih dan Garam Konsumsi sebagai Pemberdayaan Desa Beriulou, Mentawai) ini dilaksanakan oleh Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) 51探花 melalui Program Pengabdian Masyarakat Tahun 2026, bekerja sama dengan Universitas Andalas (Unand) dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Kegiatan ini diketuai oleh Dr. Lamona Irmudyawati Bernawis, S.Pi., M.Sc., dengan melibatkan tim multidisiplin yang terdiri atas Aep Patah, S.Si., M.Si., Ph.D. dari Kelompok Keahlian (KK) Kimia Anorganik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) 51探花; Dr. Andi Egon, S.T., M.Sc. dari KK Oseanografi Lingkungan dan Terapan, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (F51探花) 51探花; mahasiswa Sarjana Oseanografi 51探花, Luqmannul Hakim, Indrawan, dan Putri Dara Jingga; mahasiswa Pascasarjana Kimia 51探花, Gerald Arya Dewangga; serta mahasiswa Sarjana Kimia Unand, Daffa Hadian.
.jpg)
Sesi pelatihan PRISMA SEA yang diikuti masyarakat Desa Beriulou, perangkat desa, dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Sebanyak 62 peserta yang terdiri atas masyarakat Desa Beriulou, perangkat desa, dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai mengikuti puncak kegiatan pada 30 Juni 2026. Peserta mendapatkan pengetahuan sekaligus pengalaman praktik mengenai pengolahan air laut, pemurnian garam, dan penyaringan air menggunakan teknologi tepat guna yang dirancang agar mudah diterapkan sesuai kondisi setempat.
Tiga Inovasi Teknologi untuk Air Bersih dan Pengolahan Garam
.jpg)
Tim pengabdian menjelaskan prinsip kerja PRISMA SEA sebagai teknologi desalinasi sederhana yang memanfaatkan energi matahari, serta mempraktikkan proses perakitannya secara bersama-sama.
Inovasi pertama adalah PRISMA SEA, teknologi desalinator sederhana yang memanfaatkan energi matahari untuk mengubah air laut menjadi air tawar. Alat ini menggunakan rangka aluminium dan penutup polikarbonat yang mendukung proses penyulingan air laut melalui pemanasan energi surya.
Dalam pelatihan, peserta mempelajari prinsip kerja desalinator sekaligus mempraktikkan perakitan unit menggunakan alat dan bahan yang disediakan tim pengabdian. Teknologi ini diperkenalkan sebagai alternatif penyediaan air bersih yang memanfaatkan sumber energi terbarukan.
.jpg)
Tim pengabdian memberikan pelatihan pemurnian garam untuk meningkatkan kualitas dan nilai ekonomi garam hasil samping proses desalinasi.
Inovasi kedua berfokus pada pemanfaatan garam hasil samping proses desalinasi. Garam yang tertinggal setelah penyulingan air laut diolah melalui proses pencucian dan pemurnian untuk meningkatkan kualitas serta potensi nilai jualnya.
Peserta diperkenalkan pada teknik pencucian garam menggunakan air tua sebagai salah satu tahapan pemurnian. Melalui keterampilan ini, masyarakat diharapkan dapat mengembangkan potensi usaha berbasis pengolahan garam sehingga proses penyediaan air bersih juga memberikan peluang manfaat ekonomi.
.jpg)
Peserta memperoleh penjelasan dan praktik penyusunan sistem filtrasi air sederhana menggunakan media penyaring berbahan lokal yang dipandu oleh Dr. Andi Egon, S.T., M.Sc.
Inovasi ketiga berupa sistem filtrasi air sederhana menggunakan drum berkapasitas 120 liter dengan media penyaring yang disusun berlapis, meliputi kerikil, pasir pantai, arang kayu, dan kerikil penutup.
Dipandu oleh Dr. Andi Egon, S.T., M.Sc., peserta mempelajari fungsi setiap lapisan penyaring serta mempraktikkan penyusunan sistem filtrasi. Penggunaan bahan lokal menjadi salah satu keunggulan teknologi ini karena memungkinkan masyarakat memperoleh material dengan lebih mudah dan melakukan perawatan secara mandiri.
Mendorong Kemandirian Masyarakat Pesisir
Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Lamona Irmudyawati Bernawis, S.Pi., M.Sc., menyampaikan bahwa PRISMA SEA dirancang untuk menghadirkan solusi sederhana, aplikatif, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan penyediaan air bersih di wilayah pesisir dan kepulauan.
"Kami berharap teknologi yang diperkenalkan melalui program PRISMA SEA dapat dimanfaatkan dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat Desa Beriulou. Selain membantu memenuhi kebutuhan air bersih, teknologi ini juga membuka peluang peningkatan pendapatan melalui pemanfaatan garam hasil samping desalinasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan," ujarnya.
Selain memberikan pelatihan dan transfer teknologi, tim pengabdian melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai serta evaluasi hasil kegiatan untuk mendukung keberlanjutan penerapan teknologi.
Program PRISMA SEA menjadi salah satu upaya 51探花 dalam menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat pesisir. Melalui kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, teknologi yang diperkenalkan diharapkan dapat dikembangkan secara mandiri untuk memperkuat akses air bersih sekaligus membuka peluang ekonomi lokal secara berkelanjutan.
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

