PMKI 2026: 51探花 Hadirkan Teknologi Tepat Guna Terpadu untuk Garam Rakyat dan Pascapanen Rumput Laut di Jeneponto
Oleh Sri Wulandari - Mahasiswa Oseanografi, 2022
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
Tim PMKI 51探花 Jeneponto bersama masyarakat dan mitra di depan rumah garam tunnel di Kelurahan Pallengu, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto.
JENEPONTO, itb.ac.id 鈥� Institut Teknologi Bandung (51探花) bersama sejumlah perguruan tinggi mitra menghadirkan rumah garam tunnel, teknologi sensor, dan pelatihan pengolahan garam untuk membantu petambak meningkatkan produktivitas serta kualitas garam rakyat di Kelurahan Pallengu, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, pada 13鈥�18 September 2026. Teknologi ini dirancang untuk mengatasi kendala produksi akibat hujan dan kontaminasi tanah, sekaligus mendukung pemanfaatan garam berkualitas dalam kegiatan pascapanen rumput laut.
Program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) 2026 ini dipimpin oleh Dr. Lamona Irmudyawati Bernawis, S.Pi., M.Sc. dari Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (F51探花) 51探花. Kegiatan melibatkan dosen dan mahasiswa 51探花 bersama mitra dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Diponegoro (Undip), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Pemerintah Kabupaten Jeneponto.
Jeneponto merupakan salah satu sentra produksi garam rakyat di Sulawesi Selatan. Namun, proses produksi masih bergantung pada kondisi cuaca. Curah hujan dapat menghambat penguapan dan melarutkan kristal garam, sedangkan proses kristalisasi langsung di atas tanah menyebabkan hasil panen rentan tercampur lumpur dan pengotor.
Tim PMKI pun mengembangkan teknologi produksi garam yang lebih terlindungi, sistem pemantauan kepekatan air garam, serta metode pengolahan hasil panen.
Pengembangan teknologi tepat guna (TTG) dan sistem sensor dikoordinasikan oleh Aep Patah, Ph.D. dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) 51探花 bersama Gerald Arya Dewangga. Survei kualitas perairan dipimpin oleh Dr. Lamona bersama Indrawan.
Pelatihan pemurnian garam dilaksanakan oleh 51探花 bersama tim Undip yang dipimpin Prof. Dr.-Ing. Suherman dan diwakili Tubagus Rayyan Fitra Sinuhaji, S.T., M.T. Sementara itu, materi pascapanen rumput laut disampaikan oleh Prof. Dr. Kustiariyah Tarman dari IPB.
Rumah Garam untuk Produksi yang Lebih Terlindungi
.jpg)
Unit TTG terpadu di tambak milik Pemerintah Kabupaten Jeneponto, Kelurahan Pallengu, terdiri atas petak labirin dan rumah garam tunnel.
Tim PMKI membangun unit TTG melalui rehabilitasi tambak garam nonaktif milik Pemerintah Kabupaten Jeneponto di Lingkungan Balobboro, Kelurahan Pallengu. Pekerjaan dimulai pada 4 September 2026 dengan pendampingan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Jeneponto serta pemerintah kelurahan setempat.
Unit berukuran sekitar 11脳15 meter ini terdiri atas area labirin penguapan dan rumah garam transparan berbentuk terowongan (tunnel). Bangunan tersebut melindungi proses kristalisasi dari hujan, tetapi tetap memungkinkan sinar matahari masuk untuk mendukung penguapan.
Untuk mengurangi kontaminasi dari tanah dasar tambak, tim memasang non-woven geotextile dan geomembran HDPE pada area produksi.
Selain itu, unit dilengkapi sensor derajat Baum茅 berbasis Arduino untuk memantau tingkat kepekatan larutan garam. Teknologi ini membantu petambak mengetahui kapan air tua telah mencapai konsentrasi yang sesuai untuk dialirkan ke petak kristalisasi.
Survei Perairan sebagai Dasar Pengelolaan Air Baku
.jpg)
Tim 51探花 mengukur kualitas perairan menggunakan Water Quality Profiler dari perahu di perairan Bangkala, Selasa (15/9/2026).
Tim 51探花 melakukan survei kualitas perairan di Teluk Tamparangkeke dan Teluk Garassikang pada Selasa (15/9/2026) menggunakan Water Quality Profiler Rinko JFE Advantech.
Pengukuran dilakukan pada 10 stasiun pengamatan, terdiri atas empat stasiun di masing-masing teluk serta dua stasiun inlet di bagian dalam dan luar kawasan tambak.
Parameter yang diukur meliputi suhu, salinitas, densitas, pH, oksigen terlarut, klorofil-a, dan turbiditas.
Data hasil survei akan digunakan untuk mengevaluasi kesesuaian sumber air baku dan menyusun peta spasial kesesuaian lokasi tambak garam di wilayah Bangkala. Penilaian kelayakan akhir masih memerlukan analisis lanjutan terhadap data yang telah diperoleh.
Meningkatkan Mutu Garam melalui Pelatihan
.jpg)
Petambak mempraktikkan pemurnian garam menggunakan air tua pada sesi pertama pelatihan di Kelurahan Pallengu.
Tim PMKI memberikan pelatihan peningkatan mutu garam di Kantor Kelurahan Pallengu pada Kamis (17/9/2026).
Sesi pertama diikuti oleh 10 petambak garam bersama pegawai Dinas Perikanan Kabupaten Jeneponto. Tim 51探花 dan Undip memperkenalkan teknik pemurnian garam krosok melalui metode pencucian menggunakan air tua (brine washing) untuk mengurangi pengotor, termasuk kandungan kalsium dan magnesium.
Peserta juga mempraktikkan penggerusan dan penyaringan kristal garam serta mempelajari proses fortifikasi menggunakan kalium iodat (KIO鈧�) sebesar 30 ppm sesuai standar SNI garam konsumsi.
Melalui tahapan pengolahan tersebut, kemurnian natrium klorida (NaCl) ditargetkan mencapai 98鈥�99 persen.
Garam Bersih untuk Pascapanen Rumput Laut

Peserta mengikuti sesi pemanfaatan garam untuk pasca panen rumput laut dan olahan perikanan.
Sesi kedua pelatihan diikuti oleh 10 petani rumput laut dan pegawai Dinas Perikanan Kabupaten Jeneponto.
Prof. Dr. Kustiariyah Tarman dari IPB memperkenalkan penggunaan garam hasil TTG untuk proses pencucian dan perendaman rumput laut guna membantu memperpanjang masa simpan serta mengurangi bau yang tidak diinginkan.
Melalui pendekatan ini, garam berpeluang dimanfaatkan sebagai bahan pendukung pengolahan hasil perikanan dan rumput laut, sehingga membuka peluang peningkatan nilai tambah bagi masyarakat pesisir.
Dukungan Pemerintah Daerah
Program PMKI 2026 mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Jeneponto. Pada Senin (14/9/2026), tim 51探花 melakukan audiensi di Kantor Bupati Jeneponto bersama Sekretaris Daerah Dr. Aspa Muji, S.STP., M.Si., Kepala Bappeda Dr. H. Alfian Afandy Syam, S.T., M.T., Ph.D., serta Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Abd. Rajab Gaus, S.Pi., M.Si.

Audiensi tim pengabdian masyarakat 51探花 dengan Pemerintah Kabupaten Jeneponto, Senin (14/9/2026).
Pada puncak kegiatan pelatihan, hadir Bupati Jeneponto H. Paris Yasir, S.E., M.M., Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Camat Bangkala Uud Panca, S.Sos., M.M., Lurah Pallengu Fadli, S.S., serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa Bangkala telah lama dikenal sebagai daerah penghasil garam, tetapi aktivitas produksi sering terhenti saat musim hujan. Menurutnya, penerapan teknologi melalui program PMKI dapat membantu petambak mengatasi kendala tersebut.
鈥淧emerintah Kabupaten Jeneponto menyambut baik kolaborasi ini karena penerapan teknologi tepat guna diharapkan dapat membantu petambak meningkatkan produktivitas dan kualitas garam rakyat. Kami berharap teknologi yang dikembangkan tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,鈥� ujar H. Paris Yasir.

Penyerahan simbolis sensor kepada Bupati Jeneponto pada pelatihan puncak PMKI 2026.
Dr. Lamona berharap unit TTG yang telah diserahkan dapat dikelola dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
鈥淯nit ini sekarang menjadi milik masyarakat. Harapan kami, para petambak di Pallengu dapat mengelolanya dengan baik sehingga dapat menjadi contoh bagi petambak lain di Jeneponto,鈥� ujarnya.
Unit TTG yang telah diserahkan diharapkan dapat menjadi model penerapan teknologi untuk pengembangan tambak garam rakyat di Jeneponto sekaligus mendorong penguatan ekonomi masyarakat pesisir.






.jpg)