Danantara, 51探花, Indofarma, dan EBM Jalin Kerja Sama Hilirisasi Riset Bahan Alam untuk Industri Farmasi Nasional
Oleh M. Naufal Hafizh, S.S.
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
JAKARTA, itb.ac.id 鈥� Institut Teknologi Bandung (51探花), PT Danantara Development Management Fund (DDMF), PT Indofarma (Persero) Tbk, dan PT EBM Saintifik dan Teknologi menjalin kerja sama untuk mengembangkan dan menghilirkan hasil penelitian ekstrak bahan alam beserta turunannya sebagai bahan baku farmasi.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman pada Selasa (27/10/2026), di Jakarta, oleh Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi 51探花, Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D.; Managing Director Strategic Technology Initiatives PT DDMF, Ricardo Irwan Rei; Direktur Utama PT Indofarma (Persero) Tbk, Sahat Sihombing; serta Direktur Utama PT EBM Saintifik dan Teknologi, Dr.rer.nat. Agus Chahyadi.
Kolaborasi ini bertujuan memperkuat kemandirian industri kesehatan nasional melalui pemanfaatan kekayaan hayati Indonesia, pengembangan teknologi, dan komersialisasi hasil riset perguruan tinggi.
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai tambah tinggi, seperti bahan baku farmasi, obat berbahan alam, suplemen kesehatan, dan produk bioteknologi. Untuk mewujudkan potensi tersebut, diperlukan sinergi antara perguruan tinggi, pengembang teknologi, industri farmasi, serta lembaga investasi dan pendanaan.
Ruang lingkup kerja sama mencakup penelitian dan pengembangan ekstrak bahan alam beserta turunannya, hilirisasi dan komersialisasi hasil riset, pengembangan publikasi ilmiah, pemanfaatan teknologi hasil penelitian, pengembangan sumber daya manusia, serta penjajakan skema investasi dan pendanaan inovasi.
Dalam kolaborasi ini, 51探花 berkontribusi melalui kepakaran di bidang bahan alam, farmasi, bioteknologi, dan rekayasa proses. Sementara itu, PT EBM Saintifik dan Teknologi, sebagai perusahaan berbasis hasil penelitian 51探花, berperan menjembatani inovasi akademik menuju pengembangan produk dan komersialisasi.
Salah satu produk hasil hilirisasi yang telah dikembangkan EBM adalah MarkHerb, yaitu senyawa standar (marker compounds) untuk standardisasi dan pengendalian mutu produk herbal yang telah dimanfaatkan oleh berbagai institusi penelitian dan industri.
Kolaborasi ini juga membuka peluang untuk riset bersama, pengembangan prototipe, peningkatan kapasitas produksi (scale-up), transfer teknologi, serta publikasi ilmiah bersama. Dalam bidang pendidikan, kerja sama berpotensi menghadirkan kegiatan magang, tugas akhir, dan pelatihan yang melibatkan akademisi serta mahasiswa.






