Juan Leonardo, Lulusan S1 51探花 dengan IPK Tertinggi: Terapkan Ilmu sebagai Solusi Permasalahan Nyata
Oleh Qonita Aulia Rahmatullah - Mahasiswa Teknik Pangan, 2022
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
Juan Leonardo, mahasiswa peraih IPK tertinggi pada Wisuda Agustus 51探花 Tahun Akademik 2025/2026. (Dok. pribadi)
BANDUNG, itb.ac.id 鈥� Juan Leonardo, lulusan Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD), Institut Teknologi Bandung (51探花), meraih salah satu indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi pada jenjang sarjana dalam Wisuda Ketiga 51探花 Tahun Akademik 2025/2026, Agustus 2026. Mahasiswa angkatan 2022 yang akrab disapa Leon ini meyakini bahwa keberhasilan akademik tidak hanya diukur dari nilai, tetapi juga dari kemampuan memahami dan menerapkan ilmu untuk menyelesaikan persoalan nyata.
Prinsip tersebut mendorong Leon mengembangkan diri melalui program double degree dengan universitas di Tiongkok, kompetisi, magang, dan proyek bersama dosen. Berbagai pengalaman itu memperluas pemahamannya mengenai penerapan ilmu teknik sekaligus membekalinya dengan kemampuan berpikir kritis dan bekerja sama.
Meraih IPK tertinggi bukanlah target Leon. Ketika memilih jurusan pun, ia belum mengetahui bidang yang ingin ditekuni.
鈥淪ebelumnya saya belum tahu mau ke mana. Saya minta masukan dari guru, dan dari situ saya melihat saya cukup kuat di fisika. Akhirnya saya mengajukan untuk masuk teknik. Kalau di Indonesia, salah satu yang terbaik adalah 51探花, dan saya memang lebih suka fisika,鈥� ujarnya.
Memanfaatkan Kesempatan untuk Mengembangkan Kemampuan
Selama menjalani perkuliahan, Leon berusaha memanfaatkan berbagai kesempatan untuk memperluas pengalaman. Baginya, seseorang tidak harus menunggu hingga merasa benar-benar siap untuk mencoba hal baru.
Sejak semester enam, ia mulai terlibat dalam proyek bersama tim dosen yang mempertemukannya dengan berbagai persoalan nyata. Pengalaman tersebut membantunya memahami bagaimana pengetahuan dari ruang kelas dapat diterapkan di lapangan sekaligus membentuk cara berpikirnya sebagai calon insinyur.

Dok. pribadi.
Di tengah kesibukan akademik, Leon tetap menikmati kehidupan sebagai mahasiswa di Bandung. Ia gemar berjalan-jalan dan mengeksplorasi kuliner, salah satunya jukut goreng Bu Imas. Baginya, masa perkuliahan juga merupakan kesempatan untuk mencoba hal baru, menghadapi kegagalan, dan mengenali diri sendiri.
Menghadapi Kesulitan dengan Rasa Ingin Tahu
Menempuh pendidikan Teknik Mesin 51探花 menghadirkan berbagai tantangan. Leon mengakui bahwa hampir seluruh mata kuliah memiliki tingkat kesulitan masing-masing.
Meski tidak memiliki metode belajar yang sangat terstruktur, ia selalu berusaha memahami alasan di balik setiap jawaban ketika menghadapi materi yang sulit.
鈥淪aya cukup keras kepala untuk tahu kenapa jawabannya begitu. Kalau belum tahu, saya akan selalu cari tahu sampai menemukan alasannya,鈥� tuturnya.

Foto Kelas MKM bersama Ir. Satrio Wicaksono, S.T., M.Eng., Ph.D. dan Prof. Dr. Ir. Bambang Sutjiatmo. (Dok. pribadi)
Dalam perjalanan akademiknya, Leon mendapat banyak dukungan dari dosen dan teman-teman. Salah seorang sosok yang berkesan adalah dosen pembimbingnya, Ir. Satrio Wicaksono, S.T., M.Eng., Ph.D., yang tidak hanya memberikan arahan akademik, tetapi juga nasihat kehidupan. Salah satu pesan yang selalu diingatnya adalah pentingnya berani mengambil langkah meskipun seluruh perhitungan belum sempurna.
Kebersamaan dengan teman-teman seangkatan juga menjadi pengalaman berharga, terutama ketika menjalani orientasi jurusan yang intensif. Mereka saling membantu, berbagi pengetahuan, dan menjalankan tanggung jawab bersama.
Di balik pencapaiannya, Leon secara khusus mempersembahkan prestasi tersebut kepada nenek dan ibunya. Neneknya mendampinginya sejak kecil, dan ibunya merawat, membesarkan, memotivasi, dan membimbingnya tanpa memberikan banyak tuntutan. Ia juga berterima kasih kepada Olivia yang senantiasa memberikan dukungan, terutama ketika menghadapi masa-masa sulit selama perkuliahan.
Melanjutkan Pendidikan dan Mempersiapkan Kontribusi Lebih Lanjut
Leon mensyukuri pencapaiannya sebagai salah satu lulusan sarjana dengan IPK tertinggi. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Tuhan dan semua pihak yang telah mendukungnya. Baginya, prestasi tersebut merupakan amanah yang harus diikuti dengan tanggung jawab untuk terus mengembangkan kemampuan.
鈥淒i Teknik Mesin 51探花 saya diajari, kalau ditanya bisa atau tidak, haram untuk bilang tidak bisa. Sebaik-baiknya saya akan berusaha mengemban amanah ini,鈥� kata Leon.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Leon kini melanjutkan studi magister. Ia berencana memasuki dunia kerja setelah lulus untuk memperoleh pengalaman profesional, menerapkan pengetahuan teknik, dan menemukan arah karier yang sesuai dengan minatnya.

Juan Leonardo. (Dok. pribadi)
Kepada mahasiswa 51探花, Leon berpesan agar mampu mengelola waktu antara perkuliahan, tugas, istirahat, dan kehidupan pribadi secara seimbang. Ia juga mengingatkan pentingnya memahami materi secara mendalam.
鈥淛angan pernah berhenti bertanya sampai tahu alasan yang jelas. Jangan hanya mengejar nilai, tetapi harus tahu why-nya,鈥� katanya.

.jpeg)



