Menaker Hadiri GenoHack 2026 51探花, Dorong Kolaborasi Kampus dan Industri

Oleh Anggun Nindita

Editor Anggun Nindita


BANDUNG, itb.ac.id 鈥� Institut Teknologi Bandung (51探花) melalui Direktorat Hilirisasi dan Komersialisasi Produk Teknologi (DHKT), bekerja sama dengan SoluSEA Venture Labs, Synbio Indonesia, dan Genepica, menyelenggarakan Grand Final Pitch dan Prototype Showcase/Demo GenoHack: Hackathon Deeptech Genomik 2026, Minggu (25/10/2026), di Auditorium Nemangkawi, Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) 51探花.

Kegiatan yang merupakan bagian dari 51探花 Hackathon Series 2026 ini menghadirkan sembilan tim finalis untuk mempresentasikan inovasi dan purwarupa berbasis teknologi genomik. Tim Genusantara berhasil meraih juara utama, disusul OMNIA sebagai runner-up. Program ini bertujuan mendorong hasil riset agar tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat serta memiliki potensi komersialisasi.

GenoHack 2026 berfokus pada tiga bidang utama, yakni Precision Genomic Diagnostic (diagnostik genomik untuk kesehatan), Food and Biodiversity Genomic (genomik pangan dan keanekaragaman hayati), serta Biomanufacturing & Synthetic Biology (biomanufaktur dan biologi sintetis).

Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Ir. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., yang hadir sebagai pembicara utama, mengapresiasi penyelenggaraan GenoHack sebagai wadah pengembangan talenta inovatif sekaligus penguatan ekosistem kewirausahaan berbasis teknologi.

Ia menekankan pentingnya transformasi pola pikir generasi muda agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja (job creator) melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan, riset, dan teknologi.


"Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Ketenagakerjaan membuka peluang pemanfaatan 42 balai latihan kerja untuk menunjang pengembangan purwarupa dan pelatihan teknis. Selain itu, pemerintah menyiapkan program magang selama enam bulan bagi lulusan baru dengan dukungan uang saku setara upah minimum regional untuk membantu pengembangan kompetensi dan perintisan usaha," kata Prof. Yassierli.

Beliau berharap sembilan tim finalis GenoHack dapat terus memperoleh pendampingan sehingga inovasi yang dikembangkan berpeluang tumbuh menjadi usaha berbasis teknologi yang berdaya saing dan berkontribusi terhadap produktivitas nasional.

Dari Laboratorium Menuju Industri
Direktur Hilirisasi dan Komersialisasi Produk Teknologi 51探花, Ir. Hary Devianto, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM, ASEAN Eng., menyampaikan bahwa GenoHack menjadi salah satu upaya 51探花 mempercepat hilirisasi dan komersialisasi hasil riset, khususnya teknologi mendalam (deep tech) di bidang kesehatan dan genomik.

Menurutnya, pengembangan inovasi tidak cukup hanya menghasilkan teknologi yang unggul secara ilmiah. Para inovator juga perlu memahami kebutuhan pengguna, memvalidasi permasalahan yang ingin diselesaikan, serta memastikan kelayakan bisnis agar teknologi dapat diterapkan di dunia industri.


"51探花 berkomitmen memberikan pendampingan kepada tim terpilih melalui program inkubasi, akselerasi, mentoring, serta evaluasi aspek keuangan dan hukum. Pendekatan inovasi terbuka (open innovation) juga didorong untuk memperluas kolaborasi antara peneliti, pelaku industri, dan calon investor," ungkapnya.

GenoHack 2026 berlangsung selama sembilan hari, pada 17鈥�25 Oktober 2026, yang terdiri atas enam hari boot camp kewirausahaan dan tiga hari hackathon. Selama program, peserta memperoleh pembekalan pengembangan bisnis, pendampingan mentor, hingga kesempatan mengembangkan dan mempresentasikan purwarupa inovasi.

Program ini menarik 95 pendaftar dari berbagai latar belakang yang kemudian dikonsolidasikan menjadi 18 tim dengan 84 peserta aktif. Mereka berasal dari kalangan mahasiswa, peneliti, akademisi, profesional industri, hingga calon wirausahawan.

Sembilan Tim Finalis Tampilkan Inovasi Genomik

Pada babak grand final, sembilan tim yang berhasil melaju terdiri atas Genusantara, Aquaseq, Neurova, CEO Yang Menyamar, Thermocage, Omniseq TB, OMNIA, iBind, dan Spektroskin. Masing-masing tim mempresentasikan gagasan dan pengembangan purwarupa di hadapan dewan juri serta para pemangku kepentingan dari ekosistem inovasi dan industri.

Berdasarkan hasil penilaian akhir, Genusantara berhasil meraih juara utama (Winner), sementara OMNIA menempati posisi kedua (Runner-Up) sekaligus memperoleh penghargaan Track 2 Winner. Penghargaan Best Impact diraih iBind, sedangkan Best Prototype diberikan kepada CEO Yang Menyamar.

Pada kategori khusus masing-masing bidang, Omniseq TB meraih Track 1 Winner, OMNIA menjadi Track 2 Winner, dan Thermocage memperoleh Track 3 Winner. Sementara itu, Neurova berhasil meraih penghargaan Audience Choice berdasarkan pilihan audiens.

Melalui GenoHack 2026, 51探花 bersama para mitra berupaya membangun ekosistem inovasi genomik yang menghubungkan riset, pengembangan teknologi, dan kebutuhan industri. Tim terpilih juga berkesempatan mengikuti pembinaan lanjutan selama enam bulan untuk memperkuat kesiapan inovasi menuju tahap komersialisasi.

#genohack 2026 #hackathon #inovasi #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg8 #decent work and economic growth #sdg4 #quality education # sdg17 #partnerships for the goals #sdg3 #good health and wellbeing