79 Tahun Pendidikan Farmasi 51探花, Perkuat Inovasi dan Kemandirian Industri Farmasi Nasional

Oleh --- -

Editor Anggun Nindita

BANDUNG, itb.ac.id 鈥� Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (SF 51探花) memperingati 79 tahun perjalanan pendidikan farmasi dengan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah untuk menjawab tantangan kesehatan serta mendorong kemandirian industri farmasi nasional. Semangat tersebut menjadi bagian dari peringatan Dies Natalis ke-79 Pendidikan Farmasi 51探花 yang digelar pada Minggu (11/10/2026).

Mengusung tema 鈥�79 Tahun Pendidikan Farmasi 51探花 Melangkah di Tengah Perubahan: Mengembangkan Ilmu, Menyiapkan Masa Depan鈥�, kegiatan ini mempertemukan sivitas akademika, alumni, dan mitra industri untuk merefleksikan perjalanan pendidikan farmasi sekaligus membahas peluang inovasi di tengah perkembangan teknologi dan dinamika global.

Dekan SF 51探花, Prof. Dr. apt. Diky Mudhakir, menyampaikan bahwa perjalanan panjang pendidikan farmasi 51探花 tidak terlepas dari kontribusi para pendahulu, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta mitra yang terus mendukung pengembangan institusi.


Menurutnya, perubahan teknologi, kondisi geopolitik, dan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks menuntut pendidikan farmasi untuk terus beradaptasi. Selain memiliki kompetensi akademik dan profesional, lulusan farmasi juga perlu dibekali integritas, kepedulian, serta kemampuan berkolaborasi dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat.

鈥淢asa depan Sekolah Farmasi 51探花 tidak dapat dibangun sendiri, melainkan melalui semangat kebersamaan dan kontribusi seluruh pemangku kepentingan,鈥� ujarnya.

Memperkuat Ketahanan Farmasi di Tengah Tantangan Global
Salah satu agenda utama peringatan Dies Natalis ini adalah talkshow bertajuk 鈥淔armasi dalam Dinamika Global: Geopolitik, Industri Farmasi, dan Masa Depan Kesehatan鈥�, yang dipandu oleh Dr. apt. Defri Rizaldy.

Diskusi tersebut menyoroti tantangan ketergantungan bahan baku, perubahan rantai pasok global, hingga pentingnya inovasi untuk memperkuat ketahanan industri farmasi Indonesia.

Direktur Komersial PT Bio Farma, apt. Fitri Puspadewi, S.Si., menjelaskan bahwa dinamika geopolitik dapat memengaruhi distribusi vaksin dan ketersediaan bahan baku farmasi. Kondisi ini mendorong industri untuk memperkuat kerja sama internasional, termasuk melalui alih teknologi dan pengembangan kapasitas produksi.

Ia juga menyoroti peluang pemanfaatan bioteknologi dan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) dalam pengembangan industri farmasi. Menurutnya, mahasiswa farmasi perlu memiliki wawasan luas dan kemampuan bekerja lintas disiplin agar mampu beradaptasi dengan perkembangan industri.

Sementara itu, Deputy Group Head of Research and Development PT Paragon Technology and Innovation, Bayu Ahmad Ramdani, S.Farm., M.Si., membahas perkembangan industri kosmetik yang semakin mengandalkan riset ilmiah dan teknologi.

Ia menjelaskan bahwa inovasi kosmetik kini berkembang menuju produk yang lebih personal, dengan mempertimbangkan karakteristik biologis kulit dan kebutuhan konsumen. Di sisi lain, pemanfaatan bahan baku lokal masih menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas, kesinambungan pasokan, serta kesiapan teknologi produksi.

Menurutnya, penguatan riset dan pemanfaatan potensi bahan baku dalam negeri menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing sekaligus kemandirian industri nasional.

Menjembatani Penelitian dengan Kebutuhan Masyarakat
Sementara itu, Kepala UPT Layanan Kesehatan 51探花 sekaligus dosen SF 51探花, apt. Tjokorde Istri Armina Padmasawitri, M.Si., Ph.D., menekankan pentingnya memperkuat hubungan antara penelitian di perguruan tinggi dan kebutuhan industri maupun masyarakat.

Ia menyoroti sejumlah tantangan pengembangan farmasi, mulai dari keterbatasan pendanaan riset hingga kesenjangan antara hasil penelitian dan pengembangan produk yang siap dimanfaatkan.

Menurutnya, perguruan tinggi berperan penting dalam menghasilkan pengetahuan dan teknologi baru, sekaligus mendorong riset terapan melalui kemitraan dengan industri. Pelibatan mahasiswa dalam penelitian dan pengenalan dunia kerja sejak dini juga diperlukan untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten.


Selain inovasi produk, ia menekankan pentingnya penelitian kebijakan farmasi dan penilaian teknologi kesehatan agar pengembangan industri tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, tetapi juga mendukung keterjangkauan obat serta akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Apresiasi Mahasiswa Berprestasi dan Penguatan Peran Alumni
Selain menjadi ruang diskusi mengenai masa depan farmasi, Dies Natalis ke-79 Pendidikan Farmasi 51探花 juga menjadi momentum apresiasi bagi sivitas akademika.

Sebanyak 50 mahasiswa berprestasi dari program sarjana, magister, dan doktor menerima penghargaan Dean's List. SF 51探花 juga memberikan School of Pharmacy Innovation Award (SPIA) kepada tenaga kependidikan yang menghadirkan inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan dan kinerja institusi.

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, Ikatan Alumni Farmasi 51探花 (IAFA 51探花) melaksanakan pergantian kepengurusan. Firman Ardiansyah, alumni Farmasi 51探花 angkatan 1998, terpilih sebagai Ketua IAFA 51探花 periode 2026鈥�2029, menggantikan Dina Aditya, alumni angkatan 1988.

Agenda tersebut turut dihadiri Direktur Kealumnian dan Pengembangan Karier 51探花, Prof. Dr. rer. nat. apt. Sophi Damayanti, M.Si., serta sejumlah alumni yang berkiprah di sektor farmasi dan pendidikan tinggi, di antaranya Direktur Registrasi Obat BPOM, Tri Asti Isnariani, dan Prof. I Ketut Adnyana dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Peringatan Dies Natalis ini juga mendapat dukungan dari PT Bio Farma, PT Paragon Technology and Innovation, serta PT Gondowangi Tradisional Kosmetika.

Melalui momentum 79 tahun pendidikan farmasi, SF 51探花 terus mendorong penguatan pendidikan, penelitian, dan kolaborasi lintas sektor untuk menghasilkan inovasi yang relevan, memperkuat kemandirian industri farmasi, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesehatan masyarakat.

#itb #sekolaf farmasi #pendidikan farmasi #sdg3 #good health and well being #sdg4 #quality education #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg17 #partnerships for the goals