Seimbangkan Peran sebagai Ibu dan Peneliti, Noerma Juli Azhari Jadi Lulusan Doktor Terbaik 51探花: Kembangkan Riset Katalis untuk Energi Berkelanjutan
Oleh Zahira Rahma, S.Ds. - Magister Desain
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
Noerma Juli Azhari.
BANDUNG, itb.ac.id 鈥� Noerma Juli Azhari, lulusan Program Doktor Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (51探花), meraih predikat lulusan terbaik dan publikasi penelitian terbaik pada wisuda 51探花 Agustus 2026, melalui perjalanan akademik yang berfokus pada pengembangan material dan katalis. Penelitiannya berkaitan dengan teknologi konversi material menjadi senyawa bernilai, yang berpotensi mendukung pengembangan teknologi energi lebih berkelanjutan.
Penelitian tersebut dilatarbelakangi oleh persoalan emisi karbon dan kebutuhan akan teknologi yang lebih ramah lingkungan. Melalui pendekatan katalisis, Noerma mengkaji proses konversi material untuk menghasilkan senyawa bernilai, termasuk senyawa aromatik seperti benzena, toluena, dan xilena. Pengembangan teknologi ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi sektor industri, pengembangan teknologi energi, serta masyarakat melalui upaya menghadirkan proses yang lebih berkelanjutan.
Capaian Noerma ini menjadi kontribusi pendidikan dan penelitian doktoral 51探花 dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan tantangan lingkungan dan kebutuhan industri.
Di balik pencapaian akademiknya, Noerma menjalani perjalanan panjang sebagai peneliti, mulai dari belajar melakukan penelitian dan menulis publikasi ilmiah hingga menyelesaikan pendidikan doktor sembari menjalankan peran sebagai seorang ibu.
Perjalanan akademiknya dimulai dari Program Studi Kimia Universitas Brawijaya. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, ia melanjutkan studi magister di Jurusan Teknik Kimia 51探花, kemudian meneruskan pendidikan doktor di bidang yang sama. Perpindahan dari Kimia ke Teknik Kimia ini memperluas perspektifnya dalam mengembangkan material dan katalis yang kemudian diaplikasikan dalam penelitian doktoralnya.
Dari Kimia ke Teknik Kimia, Menemukan Jalan melalui Penelitian
Ketertarikan Noerma terhadap dunia penelitian mulai tumbuh ketika menempuh pendidikan sarjana melalui keterlibatannya dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Kegiatan tersebut memperkenalkannya pada proses penelitian, mulai dari merumuskan persoalan hingga menyusun karya ilmiah.
Pengalaman tersebut berkembang ketika ia melanjutkan pendidikan magister di 51探花. Pada tahap ini, Noerma mulai menulis artikel ilmiah untuk dipublikasikan dalam jurnal internasional. Ia mengaku banyak belajar dari dosen pembimbing, terutama dalam memahami proses penulisan, publikasi, dan pemilihan jurnal yang sesuai dengan bidang penelitiannya.
Sebelum menempuh pendidikan doktor, Noerma juga telah terlibat sebagai asisten dan berkolaborasi dalam sejumlah kegiatan penelitian. Pengalaman tersebut membantunya memahami proses eksperimen dan publikasi ilmiah secara lebih mendalam.
鈥淒ari program itu saya jadi senang dengan penelitian,鈥� ungkapnya.
Ketika memasuki program doktor, Noerma memilih melanjutkan penelitian di bidang Teknik Kimia dengan memanfaatkan pengetahuan dasar kimia yang telah diperolehnya. Penelitiannya berfokus pada pengembangan dan aplikasi material serta katalis dalam proses konversi.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam penelitiannya adalah emisi karbon dan kebutuhan pengembangan teknologi energi berkelanjutan. Ia mengkaji pemanfaatan katalis dalam proses konversi untuk menghasilkan senyawa bernilai, termasuk benzena, toluena, dan xilena.
Bagi Noerma, penelitian tidak berhenti pada keberhasilan eksperimen atau kemampuan menghasilkan senyawa tertentu. Ia memandang penelitian sebagai proses pengembangan pengetahuan dan teknologi yang pada akhirnya diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan.
Publikasi Terbaik Dibangun melalui Proses Penelitian Berulang
Predikat publikasi penelitian terbaik yang diraih Noerma merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan ketekunan, evaluasi, dan penyesuaian strategi penelitian.
.jpg)
Noerma melakukan penelitian di laboratorium Teknik Kimia 51探花 selama menempuh pendidikan doktoral. (Sumber: Dok. Pribadi Noerma)
Dalam menghadapi keterbatasan tersebut, Noerma melakukan berbagai penyesuaian strategi penelitian. Sejumlah pendekatan dicoba, dievaluasi, dan dikembangkan kembali berdasarkan hasil eksperimen yang diperoleh.
Menurutnya, hasil penelitian yang tidak sesuai dengan harapan bukan berarti seluruh proses yang telah dilakukan mengalami kegagalan. Setiap eksperimen tetap dapat menghasilkan pengetahuan baru yang menjadi dasar untuk menentukan langkah penelitian berikutnya.
鈥淧okoknya ketika kita yakin kita optimistis sambil kita jalan, improvisasi, kita cari jalan lain dengan optimistis bahwa suatu saat ini akan menghasilkan sesuatu. Ini merupakan mindset penting kita sebagai seorang peneliti,鈥� tuturnya.
Prinsip tersebut menjadi salah satu hal yang membantunya mempertahankan konsistensi selama menjalani pendidikan doktor. Ia memahami bahwa penelitian membutuhkan proses berulang untuk menemukan pendekatan yang tepat dan menghasilkan temuan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Selain ketekunan dalam eksperimen, keberhasilannya memublikasikan hasil penelitian juga tidak terlepas dari pengalaman bekerja bersama dosen pembimbing dan peneliti lain.
Dukungan pembimbing membantunya mengembangkan kemampuan menulis artikel ilmiah, mengevaluasi hasil penelitian, serta memahami proses publikasi dalam jurnal internasional.
Melalui pengalaman tersebut, Noerma memandang publikasi ilmiah bukan sekadar hasil akhir penelitian, melainkan bagian dari proses membangun pengetahuan. Proses tersebut mencakup perumusan pertanyaan penelitian, pelaksanaan eksperimen, evaluasi hasil, hingga penyusunan temuan menjadi karya ilmiah yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan oleh peneliti lain.
Menjalani Riset, Kehamilan, dan Peran sebagai Ibu
Selain menghadapi tantangan akademik dan teknis, Noerma menjalani pendidikan doktor dengan tanggung jawab sebagai seorang ibu.
Salah satu pengalaman yang paling membekas adalah ketika ia harus melanjutkan penelitian dalam kondisi hamil. Aktivitas penelitian di laboratorium yang melibatkan bahan kimia membuatnya perlu mempertimbangkan risiko paparan serta melakukan penyesuaian terhadap kegiatan eksperimen.
Dalam kondisi tersebut, dukungan lingkungan akademik menjadi bagian penting yang membantunya menjaga keberlanjutan penelitian. Dosen pembimbing memberikan dukungan, termasuk melibatkan mahasiswa sarjana dan magister untuk membantu pekerjaan laboratorium ketika Noerma perlu membatasi aktivitasnya.
Dukungan juga datang dari keluarga, terutama suami dan kedua orang tuanya, yang mendampinginya selama menjalani pendidikan doktor.
.jpg)
Noerma bersama kedua orang tua, suami dan anaknya saat momen wisuda. (Sumber: Dok. Pribadi Noerma)
Di tengah berbagai tantangan tersebut, perannya sebagai ibu justru menjadi salah satu sumber motivasi terbesar untuk menyelesaikan pendidikan.
Noerma menceritakan bahwa dirinya pernah mempertanyakan kemampuan untuk menyelesaikan pendidikan doktor ketika harus menjalani tanggung jawab keluarga dan penelitian secara bersamaan.
鈥淪aya seorang ibu, kalau saya ngomong ke anak saya, 鈥業bu gagal S3 nih gara-gara kamu lahir,鈥� kan nggak mungkin ya,鈥� ujarnya.
Pemikiran tersebut mendorongnya untuk terus berusaha menyelesaikan pendidikan. Ia ingin menunjukkan kepada anaknya bahwa tanggung jawab keluarga dan cita-cita akademik dapat diperjuangkan melalui ketekunan, dukungan, dan kemampuan menyesuaikan diri dengan keadaan.
Selain keluarga, dukungan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) juga menjadi salah satu alasan yang memperkuat komitmennya. Ia merasa memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan pendidikan dan penelitian yang telah didukung melalui pendanaan tersebut.
鈥淵ang kedua adalah prioritas, karena beasiswa sangat perhatian. Yang ketiga selalu komunikasikan apa kebutuhan kita, apa yang menjadi concern kita,鈥� ujarnya.
Menurut Noerma, keberhasilan menjalani pendidikan doktor tidak dapat dilepaskan dari dukungan berbagai pihak. Komunikasi dengan pembimbing, kemampuan menentukan prioritas, dan dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan penelitian di tengah perubahan kondisi pribadi.
Pengalaman tersebut memperlihatkan pentingnya lingkungan akademik yang mendukung keberlanjutan pendidikan dan penelitian, termasuk ketika mahasiswa menghadapi tanggung jawab keluarga atau kondisi yang memerlukan penyesuaian aktivitas akademik.
Melanjutkan Riset untuk Pengembangan Energi Berkelanjutan
Setelah menyelesaikan pendidikan doktor, Noerma berkomitmen melanjutkan kontribusinya dalam bidang katalisis, khususnya pengembangan teknologi yang mendukung energi lebih berkelanjutan.
Saat ini, ia melanjutkan kegiatan akademik melalui program pascadoktoral (postdoctoral) di bidang Teknik Kimia, Center for Catalysis Engineering (CCE).
Melalui kegiatan penelitian tersebut, Noerma berharap dapat terus mengembangkan pengetahuan dan teknologi katalisis yang berpotensi berkontribusi terhadap pengembangan energi bersih dan penanganan persoalan lingkungan.
Baginya, keberhasilan pengembangan teknologi tidak hanya diukur dari kemampuan menghasilkan material, produk, atau proses baru, tetapi juga dari relevansinya dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Ia juga menilai bahwa generasi muda memiliki kesempatan besar untuk berkontribusi melalui pendidikan dan penelitian. Akses terhadap pendidikan dapat membuka peluang bagi lebih banyak orang untuk mengembangkan pengetahuan, menciptakan teknologi, dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan.
Di tengah perjalanan akademiknya, Noerma mempertahankan prinsip optimisme dan kemauan untuk terus belajar, termasuk ketika proses penelitian belum menunjukkan hasil yang diharapkan.
鈥淜etika kita penelitian itu kita tidak melihat jalan, yang penting kita tetap optimis saja. Kita coba saja, pokoknya ketika kita yakin kita optimistis sambil kita jalan, improvisasi, kita cari jalan lain,鈥� pesannya.



.jpg)



