51探花 Edukasi Ratusan Siswa SD di Cirebon untuk Kurangi Kebocoran Sampah ke Wilayah Pesisir

Oleh Sri Wulandari - Mahasiswa Oseanografi, 2022

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

Siswa-siswi SDN 1 Babakan Ciwaringin mengikuti sesi pembukaan kegiatan bersama Ketua Pelaksana, Dayu Wiyati Purnaningtyas, S.Si., M.Si., Ph.D.

CIREBON, itb.ac.id 鈥� Institut Teknologi Bandung (51探花) melalui tim dosen Program Studi Oseanografi mengedukasi 469 siswa SDN 1 Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah untuk mencegah pencemaran laut. Melalui program MISI LAUT (Mulai dari Satu Sampah yang Kita Pilah), para siswa diajak memahami bahwa sampah yang tidak dikelola dengan baik di daratan dapat terbawa ke sungai hingga mencemari wilayah pesisir dan laut. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (10/10/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari upaya 51探花 mendorong perubahan kebiasaan pengelolaan sampah sejak usia dini. Selain memberikan edukasi, tim 51探花 menyerahkan komposter kepada pihak sekolah dan menjalin kemitraan dengan IPST MASARO Babakan Ciwaringin untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat menerapkan kebiasaan memilah sampah di sekolah maupun di rumah sehingga berkontribusi dalam mengurangi sampah yang berpotensi mencemari lingkungan perairan.

Kegiatan yang berlangsung di SDN 1 Babakan Ciwaringin dan IPST MASARO Babakan Ciwaringin ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Masyarakat Skema Top Down 2026 51探花 bertajuk 鈥淧engurangan Kebocoran Sampah dari Daratan ke Wilayah Pesisir melalui Peningkatan Kesadaran Pemilahan Sampah dan Kemitraan dengan IPS MASARO di Cirebon, Jawa Barat鈥�.

Program dipimpin oleh Dayu Wiyati Purnaningtyas, S.Si., M.Si., Ph.D., bersama tim dosen Program Studi Oseanografi 51探花, yakni Saat Mubarrok, S.Si., M.Si., Ph.D.; Suliskania Nurfitri, S.Si., M.Si., Dr.rer.nat.; Farrah Hanifah, S.Si., M.Si.; dan Alif Shidqie Al Bani, S.Si., M.Si. Pelaksanaannya turut didukung oleh tim asisten pengabdian masyarakat dan mahasiswa relawan.

Ajarkan Pemilahan Sampah melalui Edukasi dan Praktik Langsung

Penyerahan komposter oleh Saat Mubarrok, S.Si., M.Si., Ph.D. kepada pihak SDN 1 Babakan Ciwaringin.

Siswa kelas I hingga VI mengikuti rangkaian kegiatan MISI LAUT yang dikemas secara interaktif dan disesuaikan dengan usia peserta. Kegiatan diawali dengan pembukaan, perkenalan tim, serta penyerahan komposter dan plakat kepada pihak sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan pengelolaan sampah di lingkungan pendidikan.

Sesi edukasi mengenai pemilahan sampah dan kaitannya dengan pencemaran laut yang diikuti siswa-siswi SDN 1 Babakan Ciwaringin.

Dalam sesi edukasi, siswa diperkenalkan pada berbagai jenis sampah, cara memilah sampah, serta hubungan antara pengelolaan sampah di daratan dan pencemaran laut. Tim 51探花 menyampaikan materi melalui video edukatif, penjelasan interaktif, serta permainan kuis berbentuk puzzle untuk membantu siswa memahami materi dengan cara yang menyenangkan.

Selain memperoleh pengetahuan, siswa diajak mempraktikkan pemilahan sampah secara langsung. Melalui kegiatan ini, mereka mempelajari pentingnya memisahkan sampah sejak dari sumbernya agar dapat dikelola sesuai jenis dan karakteristiknya.

Siswa juga diperkenalkan pada pemanfaatan bank sampah dan komposter sebagai sarana pengelolaan sampah. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk menerapkan kebiasaan memilah sampah dalam aktivitas sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.

Bermitra dengan IPST MASARO untuk Mendukung Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Penyerahan cendera mata kepada pihak IPST MASARO Babakan Ciwaringin sebagai simbol kemitraan dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.

Untuk mendukung keberlanjutan program, tim 51探花 menjalin kemitraan dengan IPST MASARO Babakan Ciwaringin. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat praktik pengelolaan sampah di sekolah sekaligus memperkenalkan kepada siswa bahwa sampah yang telah dipilah dapat ditangani dan dimanfaatkan melalui sistem pengelolaan yang sesuai.

Kemitraan tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan edukasi di sekolah dengan praktik pengelolaan sampah di masyarakat. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami pentingnya memilah sampah, tetapi juga mengenal sarana dan pihak yang berperan dalam pengelolaan sampah setelah dikumpulkan.

Foto bersama peserta, guru, mitra, dan tim pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat di SDN 1 Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon.

Melalui kegiatan ini, sebanyak 469 siswa memperoleh edukasi mengenai jenis sampah, cara pemilahan, dan kaitan antara kebiasaan membuang sampah dengan pencemaran lingkungan laut. Praktik langsung yang diberikan menjadi langkah awal untuk mendorong penerapan kebiasaan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

Dukungan fasilitas berupa komposter serta pengenalan konsep bank sampah diharapkan dapat membantu sekolah mengembangkan praktik pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut berpotensi mengurangi jumlah sampah yang tidak tertangani dan berisiko terbawa ke lingkungan perairan.

Ketua pelaksana kegiatan, Dayu Wiyati Purnaningtyas, mengatakan bahwa penanganan sampah laut perlu dilakukan sejak dari sumbernya, bukan hanya melalui pembersihan sampah yang telah mencemari perairan.

鈥淧ermasalahan sampah laut tidak dapat diselesaikan hanya dengan membersihkan sampah yang sudah berada di laut, tetapi harus dimulai dari upaya pencegahan sejak dari sumbernya. Upaya ini membutuhkan kontribusi dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari institusi pendidikan, masyarakat, dan pemerintah. Melalui MISI LAUT, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa menjaga laut tidak harus dimulai dari laut, tetapi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang kita lakukan setiap hari, salah satunya memilah sampah sejak dari sumbernya,鈥� ujar Dayu Wiyati Purnaningtyas.

Ia berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan tidak berhenti di sekolah, tetapi juga diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari.

鈥淜ami berharap anak-anak dapat tumbuh menjadi agen perubahan yang membawa kebiasaan baik ini ke lingkungan keluarga dan sekolah. Semoga semangat 'Mulai dari Satu Sampah yang Kita Pilah' tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi terus berlanjut menjadi aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari,鈥� katanya.

Melalui program MISI LAUT, 51探花 menunjukkan bahwa upaya menjaga kelestarian laut dapat dimulai dari perubahan kebiasaan sederhana di daratan. Edukasi sejak usia dini, penyediaan sarana pengelolaan sampah, dan kemitraan dengan pengelola sampah setempat menjadi langkah untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam mencegah pencemaran lingkungan.

#itb #pengabdian masyarakat #edukasi pemilahan sampah #pengelolaan sampah #pencegahan pencemaran laut #sdg 4 #quality education #sdg 12 #responsible consumption and production #sdg 14 #life below water #sdg 17 #partnerships for the goals