Tim Ekspedisi Patriot 51探花 Kembangkan Inovasi Sanitasi dan Edukasi Pencegahan Penyakit di Kabupaten Jayapura

Oleh Ibnu Arif -

Editor Anggun Nindita

Sejumlah peserta memperhatikan dan mencatat pada kertas di atas meja masing-masing saat kegiatan edukasi kesehatan sekaligus sosialisasi platform digital Lerehfarma.id di Balai Kampung SP3 Nawa Mulya, Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, Papua.

JAYAPURA, itb.ac.id 鈥� Tim Ekspedisi Patriot Institut Teknologi Bandung (51探花) Kluster Kesehatan menggelar edukasi kesehatan sekaligus memperkenalkan platform digital Lerehfarma.id kepada masyarakat di Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (12/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi kesehatan, memperluas akses informasi layanan kesehatan, serta mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.

Bertempat di Balai Kampung SP3 Nawa Mulya, kegiatan ini diikuti 25 peserta dari Kampung Nawa Mulya (SP3) dan Nawa Mukti (SP4), yang terdiri atas perangkat kampung, tenaga kesehatan, kader kesehatan, anggota PKK, dan Karang Taruna.

Program tersebut dirancang berdasarkan hasil survei lapangan yang dilakukan tim pada Agustus 2026. Survei tersebut mengidentifikasi sejumlah tantangan kesehatan masyarakat, mulai dari tingginya kasus malaria, keterbatasan ketersediaan obat, akses fasilitas kesehatan dan transportasi, persoalan air bersih, hingga rendahnya literasi digital.

Menanggapi kebutuhan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot 51探花 menghadirkan pendekatan yang memadukan pemanfaatan teknologi digital dengan edukasi kesehatan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Lerehfarma.id, Permudah Akses Informasi Kesehatan


Salah satu kegiatan utama adalah sosialisasi platform digital Lerehfarma.id, sebuah sistem informasi kesehatan berbasis kebutuhan lokal yang dirancang untuk membantu masyarakat memperoleh informasi fasilitas kesehatan, mengetahui ketersediaan obat, serta menyampaikan pengaduan terkait pelayanan kesehatan.

Perwakilan tim, Muhammad Rizqi, menjelaskan bahwa platform tersebut diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi dan informasi yang lebih mudah diakses masyarakat.

"Website ini memungkinkan warga untuk mengakses informasi obat-obatan dan membuat pengaduan yang ditujukan untuk pelayanan warga," ujarnya.

Selain mendapatkan penjelasan mengenai fitur platform, peserta diajak mempraktikkan langsung penggunaan Lerehfarma.id melalui perangkat digital. Keterlibatan tenaga kesehatan, kader, dan Karang Taruna diharapkan dapat membantu memperkenalkan platform tersebut kepada lebih banyak warga.

Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari perangkat Kampung Nawa Mulya yang berharap informasi dan edukasi kesehatan yang diberikan dapat membantu masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Edukasi Air Bersih dan Pencegahan Penyakit
Selain memperkenalkan layanan digital, tim memberikan edukasi mengenai sanitasi air bersih dan pencegahan penyakit yang banyak ditemukan di wilayah Yapsi.

Cindy Avici Hutauruk memandu praktik sederhana untuk mengukur derajat keasaman (pH) air. Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada salah satu cara mengenali karakteristik air sebagai langkah awal dalam memahami kualitas air yang digunakan sehari-hari.

Selanjutnya, Horas Sinaga memperagakan pembuatan alat penyaring air sederhana menggunakan bahan yang mudah ditemukan, seperti pipa paralon, pasir, dan batuan lokal. Penyaringan ini bertujuan membantu mengurangi kotoran dan partikel fisik dalam air.

Pada sesi berikutnya, Ranip Fahmi memberikan edukasi mengenai pencegahan malaria, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan skabies. Peserta diajak memahami gejala awal penyakit, pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta perlunya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala penyakit.

Untuk mendukung keberlanjutan program, tim turut menghimpun masukan dari masyarakat dan tenaga kesehatan setempat, termasuk mengenai pengembangan fitur Lerehfarma.id.

Bidan Puskesmas Pembantu (Pustu) SP3, Hijrana, mengapresiasi kehadiran platform tersebut. Ia juga memberikan masukan agar penyajian informasi ketersediaan obat tetap mempertimbangkan kebutuhan medis dan kewenangan tenaga kesehatan dalam pemberian obat.

"Website Lerehfarma.id ini sangat baik untuk warga, namun yang perlu menjadi perhatian adalah terkait transparansi ketersediaan obat-obat tertentu," ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan lanjutan, Tim Ekspedisi Patriot 51探花 menyerahkan poster edukasi pencegahan penyakit untuk dipasang di Pustu serta perangkat indikator pH air. Dengan adanya perangkat tersebut, warga dapat membawa sampel air dari rumah untuk memperoleh bantuan pemeriksaan pH oleh tenaga kesehatan setempat.

Tim Ekspedisi Patriot 51探花 Kluster Kesehatan menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia, Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Keilmuan (DPMK) 51探花, Kelompok Keilmuan Kimia Analitik FMIPA 51探花, FMIPA 51探花, serta Universitas Pertahanan Republik Indonesia, khususnya Prof. Henry Setiyanto dan Brigjen Wawan Subarjo, atas dukungan terhadap kegiatan ini.

Apresiasi juga disampaikan kepada perangkat Kampung Nawa Mulya dan Nawa Mukti, tenaga kesehatan, kader kesehatan, anggota PKK, Karang Taruna, serta seluruh warga SP3 dan SP4 yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan edukasi kesehatan dan sosialisasi Lerehfarma.id.

Melalui kolaborasi berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat literasi kesehatan, mendorong pemanfaatan teknologi digital, serta meningkatkan peran masyarakat dalam menjaga kesehatan dan sanitasi lingkungan secara berkelanjutan di Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, Papua.

#tim ekspedisi patriot #kesehatan #sdg 3 #good health and wellbeing #sdg 6 #clean water and sanitation #sdg 9 #industry innovation and infrastructure #sdg 10 #reduced inequalities #sdg 17 #partnerships for the goals