51探花 Libatkan Masyarakat Cirebon Petakan Risiko Banjir dan Kesiapan Infrastruktur Desa
Oleh Indah Marcelinawati - Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota, 2022
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
Tim dosen dan mahasiswa SAPPK 51探花 melaksanakan kegiatan pemetaan partisipatif di Desa Jungjang Wetan, Cirebon (4/9/2026). (Dok. Tim Pengmas 51探花)
CIREBON, itb.ac.id 鈥� Institut Teknologi Bandung (51探花) melalui tim dosen dan mahasiswa Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) bersama masyarakat Desa Jungjang Wetan, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, melakukan pemetaan partisipatif untuk mengidentifikasi risiko bencana hidrometeorologis, khususnya banjir, serta mengevaluasi kesiapan infrastruktur desa. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya merumuskan langkah mitigasi bencana yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat setempat.
Pemetaan dilakukan dengan menggabungkan pengalaman masyarakat yang menghadapi langsung kondisi lingkungan sehari-hari dengan analisis spasial dan teknis dari tim 51探花. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat dan pemerintah desa diharapkan memperoleh informasi yang lebih menyeluruh mengenai wilayah berisiko, kondisi infrastruktur, serta kebutuhan penanganan bencana. Hasil pemetaan nantinya diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan rekomendasi mitigasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan ketahanan infrastruktur desa.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Jungjang Wetan pada Jumat (4/9/2026) ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat 51探花 periode Mei鈥揘ovember 2026 yang didukung oleh Direktorat Eksekutif Multi Kampus (DEMK) 51探花.
Kecamatan Arjawinangun dipilih karena memiliki risiko bencana hidrometeorologis, terutama banjir. Adapun Desa Jungjang Wetan menjadi lokasi utama kegiatan dengan mempertimbangkan riwayat kejadian banjir di wilayah tersebut. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pemetaan risiko sebagai langkah awal untuk memahami kerentanan wilayah dan menentukan prioritas penanganan bencana.
Libatkan Masyarakat untuk Mengenali Risiko Bencana dan Kondisi Infrastruktur
Program ini dipimpin oleh Nur Diana Safitri, S.T., M.Eng., Ph.D., bersama Prof. Sri Maryati, S.T., MIP., sebagai anggota tim dosen. Kegiatan turut melibatkan mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) SAPPK 51探花, yaitu Fauzan Isya Duri, S.T., M.S.P., Fajar Nur Adnan, S.T., Muhammad Farrell Nauvaldy, Mochamad Raka Herdian, dan Aisyah Amirah.
Pelaksanaan pemetaan partisipatif juga dibantu oleh lima mahasiswa lainnya, yakni Muhamad Taqi Yuddin, Afif Nur Widyadhana, Riyadh Maulana Dirgantara, Azzam Fakhry Amzani, dan Febenissy Roma Angel Panjaitan.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dibagi ke dalam beberapa kelompok diskusi yang didampingi mahasiswa sebagai fasilitator. Setiap kelompok menggunakan kanvas partisipatif untuk mengidentifikasi kondisi lingkungan, potensi bencana, ketersediaan dan kondisi infrastruktur, serta kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Melalui pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), masyarakat dilibatkan secara aktif untuk menyampaikan pengalaman, pengetahuan, dan pandangan mengenai kondisi wilayah tempat tinggal mereka. Informasi tersebut menjadi bagian penting dalam mengenali permasalahan yang belum tentu tergambarkan secara menyeluruh melalui data spasial maupun dokumen teknis.
Selain pemetaan partisipatif, program ini mencakup penyusunan desain kegiatan, persiapan dan sosialisasi, pemetaan pemangku kepentingan dan infrastruktur, identifikasi potensi ekonomi desa, analisis potensi dan risiko bencana, observasi lapangan, serta integrasi hasil analisis.
Informasi yang diperoleh dari masyarakat selanjutnya diintegrasikan dengan data spasial dan teknis untuk menghasilkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai potensi risiko bencana dan kesiapan infrastruktur di wilayah kajian.
Hasil integrasi tersebut direncanakan menjadi dasar penyusunan peta potensi dan risiko bencana, gambaran kondisi infrastruktur, serta rekomendasi mitigasi yang sesuai dengan kebutuhan wilayah.
Pendekatan ini menunjukkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam perencanaan mitigasi bencana. Selain memanfaatkan data teknis, pengetahuan lokal diperlukan untuk memahami karakteristik risiko, mengenali kebutuhan infrastruktur, dan merumuskan langkah penanganan yang lebih sesuai dengan kondisi di lapangan.
Dorong Kesiapsiagaan Masyarakat dan Perencanaan Wilayah yang Lebih Tangguh
Ketua tim pengabdian masyarakat, Nur Diana Safitri, S.T., M.Eng., Ph.D., berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap risiko bencana hidrometeorologis sekaligus membantu pemerintah dan pemangku kepentingan dalam menentukan langkah mitigasi yang sesuai dengan karakteristik wilayah.
鈥淗arapannya, masyarakat Desa Jungjang Wetan dan wilayah Arjawinangun semakin memahami risiko bencana hidrometeorologis, memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik, dan dapat memanfaatkan hasil pemetaan sebagai dasar dalam mengenali kebutuhan penanganan wilayah. Bagi pemerintah dan pihak terkait, hasil kegiatan ini diharapkan dapat mendukung strategi mitigasi dan peningkatan ketahanan infrastruktur yang sesuai dengan kondisi lokal. Kolaborasi antara 51探花, pemerintah, mahasiswa dan masyarakat juga diharapkan untuk terus berlanjut,鈥� ujar Nur Diana Safitri.
Ke depan, program ini akan dilanjutkan melalui penyelesaian analisis risiko, integrasi hasil pemetaan, penyusunan artikel ilmiah dan artikel media, serta sosialisasi hasil kegiatan kepada pihak terkait.
Melalui program ini, 51探花 berupaya mendorong perencanaan wilayah yang lebih tanggap terhadap risiko bencana dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses identifikasi masalah dan penyusunan solusi.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat ini menjadi upaya mitigasi bencana yang berkelanjutan, meningkatkan kesiapsiagaan warga, serta memperkuat ketahanan infrastruktur di Kecamatan Arjawinangun.

.jpg)
.jpg)




