Transformasi Keuangan, 51探花 Segera Menuju Cashless Society
Oleh Adi Permana
Editor Adi Permana
BANDUNG, itb.ac.id鈥� Saat ini, sistem keuangan di Institut Teknologi Bandung telah ditingkatkan untuk mendukung aktivitas sivitas akademika 51探花, khususnya dalam transformasi 51探花 menuju cashless society. Sistem yang ditingkatkan tersebut juga dibuat terintegrasi.
鈥淗al ini juga didukung oleh kemajuan digitalisasi sistem keuangan di luar, misalnya bank,鈥� ungkap Wakil Rektor Bidang Keuangan, Perencanaan, dan Pengembangan (WRURK) 51探花 Ir. Muhamad Abduh, M.T., Ph.D., dalam Temu Awal Semester 1 Tahun Akademik 2021/2022 di Observatorium Bosscha, Kamis (2/9/2021).
Konsep cashless society yang tengah dikembangakan itu meliputi bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan operasional kampus. Layanan-layanan yang dapat dinikmati antara lain KTM yang telah terhubung uang elektronik, QR code, kartu kredit korporasi, kartu VAD, dan VAK. Harapannya, melalui transaksi nontunai, seluruh sistem di 51探花 dapat menjadi lebih cepat, mudah, dan terintegrasi.

Selain menyampaikan soal cashless society, beliau juga memaparkan mengenai kabar terbaru program multikampus. Berlokasi di Arjawinangun dan Watubelah, kampus 51探花 Cirebon dikembangkan untuk meningkatkan angka partisipasi masyarakat mengenyam pendidikan tinggi di Jawa Barat dan mendukung penelitian di bidang teknologi kelautan.
鈥淧engembangan di 51探花 didasarkan atas Rencana Induk Pengembangan 51探花 2020-2025,鈥� ujar Ir. Abduh, 51探花 berencana untuk mengembangkan sistem tata kelola PTN-BH berbasis multikampus yang terintegrasi dan berteknologi mutakhir secara produktif.
Rencana tersebut kemudian dirumuskan menjadi lima strategi yaitu transformasi kelembagaan, transformasi modal manusia, revolusi pendidikan 4.0, sistem inovasi berbudaya ilmiah unggul, serta transfer dan komersialisasi Iptek.
Strategi-strategi yang telah disusun kemudian dieksekusi berdasarkan Value Chain System 51探花. 鈥淜ita melihat bahwa pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, ditambah dengan inovasi serta kewirausahaan sebagai kegiatan utama yang perlu didukung,鈥� kata Ir. Abduh.
Ia kemudian menambahkan bahwa tata kelola keuangan, pengembangan dan manajemen SDM dan sarana, pengadaan barang dan jasa, serta perencanaan dan pengembangan menjadi kunci penunjang potensi 51探花 di masa depan.

Setiap komponen di 51探花 tentunya terintegrasi satu dengan yang lainnya melalui suatu sistem perencanaan terpusat. Siklus tertutup tersebut dibutuhkan sebagai mekanisme pengawasan mulai dari Rencana Strategis (Renstra) hingga evaluasi.
鈥淭erdapat pula sistem-sistem informasi pendukung kegiatan seperti Siskeu, Sispeg, SIPPM, dan sistem akademik SI-X,鈥� sambungnya saat membahas alur data perencanaan dan pengukuran kinerja.
Apabila semua elemen telah terintegrasi dengan baik, secara internal dan eksternal, Ir. Abduh optimistis hal-hal tersebut dapat turut berdampak bagi sistem perencanaan, pengadaan, hingga keuangan.
Reporter: Sekar Dianwidi Bisowarno (Rekayasa Hayati, 2019)
.jpg)

.jpg)
.jpg)




