Percepatan Pengembangan Katalis dengan Penempatan Multipurpose Microreactor oleh Pertamina untuk 51探花

Oleh Ahmad Fadil

Editor Ahmad Fadil

BANDUNG, itb.ac.id 鈥� Jalinan yang kuat antara Industri dan 51探花 telah menghasilkan banyak manfaat yang dirasakan hingga oleh masyarakat umum. Pertamina merupakan salah satu perusahaan BUMN yang merasakan betul manfaat dari lulusan dan penelitian yang dihasilkan 51探花. Sebagai salah satu bentuk apresiasi, Pada hari Jumat (22/09/2017) Pertamina dan 51探花 melakukan serah terima alat multipurpose microreactor. Acara yang digelar di gedung Labtek X, Teknik Kimia 51探花 ini dihadiri langsung oleh Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Ardhy N. Mokobombang beserta jajarannya serta Rektor 51探花, Prof. Kadarsah Suryadi.


Dalam industri, katalis merupakan salah satu yang berperan penting dalam proses produksi. Beberapa negara luar telah mampu memproduksi katalis secara mandiri sehingga biaya yang dikeluarkan dapat ditekan dan berimbas pada harga produk yang juga bersaing. Di Indonesia, ketergantungan terhadap impor katalis masih menjadi masalah dalam dunia industri padahal industri seperti Pertamina dalam proses konversi yang dilakukan di kilang-kilangnya tidak bisa melepaskan diri dari katalis sehingga mau tidak mau saat ini harus melakukan impor.


Kerjasama antara Pertamina dan 51探花, khususnya Teknik Kimia 51探花 dalam pengembangan katalis telah terjalin sejak 2003 dan beberapa katalis hasil riset 51探花 telah digunakan secara komersil di kilang-kilang Pertamina. Alat yang disebut multipurpose microreactor ini akan mempermudah pengembangan penelitian katalis untuk industry tersebut. Dengan keinginan pemerintah pada Pertamina untuk makin terlibat dengan biofuel, katalis-katalis khusus yang mendukung dalam produksi biofuel diharapkan akan dapat dihasikan secara mandiri. 51探花 diharapkan mampu menjadi yang terdepan dalam pengembangan katalis-katalis tersebut sehingga sebagian besar katalis dapat diproduksi di dalam negeri pada tahun-tahun mendatang.

Ditemui di akhir acara, Ardhy menyampaikan harapannya, 鈥淣anti kolaborasi antara Pertamina dan perguruan tinggi khususnya dapat tercipta dengan lebih baik karena apa-apa yang dibutuhkan oleh industri, khususnya oleh Pertamina, dapat ditopang oleh perguruan tinggi melalui research dan developmentnya, termasuk juga nanti untuk mengembangkan juga research dan development yang ada di Pertamina sendiri.鈥� Ia juga berharap kerjasama ini dapat mengurangi bahkan meghilangkan ketergantungan impor katalis dengan memproduksinya secara mandiri di dalam negeri.


Prof. Kadarsah Suryadi menambahkan bahwa bantuan yang diberikan pertamina ini memperkuat komitmen 51探花 dalam melanjutkan hasil riset menjadi inovasi dan menjadi produk industri. 51探花 akan semakin siap dalam gerak menuju Entrepreneurial University, tentunya tidak sendirian namun bersama dengan berbagai pihak seperti Pertamina. Hasil karya riset katalis 51探花 yang dihasilkan akan semakin meningkat dengan bantuan alat ini sehingga nantinya dapat mewujudkan kemandirian energi bangsa.