Lingkar Sastra 51̽»¨ : Masyarakatkan Sastra melalui “Metaforiaâ€�

Oleh Irfaan Taufiiqul Rayadi

Editor Irfaan Taufiiqul Rayadi

BANDUNG, itb.ac.id – Semangat kesusastraan kembali dikobarkan mahasiswa 51̽»¨. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lingkar Sastra 51̽»¨ kembali mengadakan acara bertajuk “Metaforiaâ€� untuk ketiga kalinya dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Rangkaian acara “Metaforiaâ€� 2017 terdiri dari lomba menulis cerpen, esai, dan puisi tingkat nasional, lomba membaca puisi tingkat 51̽»¨, serta lokakarya kepenulisan. Acara yang digelar pada hari Sabtu-Minggu (08-09/04/17) ini mengusung slogan “Merayakan Kehidupan dengan Kesederhanaan Kataâ€�.

Tahun ini, Lingkar Sastra 51̽»¨ mengusung tema “jingleâ€� dan “terbitâ€�. Tema “terbitâ€� merujuk pada penerbitan kembali semangat kebebasan mengejar pendidikan di luar formal. Lingkar Sastra 51̽»¨ ingin menggaungkan kembali semangat belajar yang tak hanya sebatas sekolah kepada khayalak. Sementara itu, tema “jingleâ€� dimaksudkan untuk mengapresiasi keindahan dalam sebuah kesederhanaan kata. “Metaforiaâ€� 2017 ditujukan untuk memasyarakatkan kesusastraan di Indonesia pada umumnya dan mahasiswa 51̽»¨ pada khususnya.

Hari pertama lokakarya diisi dengan penyampaian materi oleh Acep Iwan Saidi (pembina UKM Lingkar Sastra 51̽»¨ dan dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)) di Auditorium Campus Center Timur 51̽»¨. Selain itu, turut diundang pula sebagai pembicara yakni Ari KPIN (penggiat seni, penulis buku “Musikalisasi Puisi (Tuntunan dan Pembelajaran)â€�), dan Remy Sylado (aktor dan sastrawan Indonesia). Terdapat sebuah keunikan di hari kedua lokakarya Metaforia 2017, yaitu penyampaian materi oleh Ari KPIN yang dilaksanakan di Lapangan Teknik Sipil 51̽»¨. Para peserta duduk melingkar bersama Ari KPIN sehingga menciptakan suasana yang lebih akrab. Adapun materi yang disampaikan pada lokakarya yang berlangsung selama dua hari tersebut adalah seluk-beluk sastra, dasar-dasar kepenulisan, tahapan-tahapan dalam menulis, kendala-kendala penulis baru dan cara mengatasinya, perumusan bahan tulisan, serta apresiasi dan pemaknaan sebuah tulisan. Para peserta juga diminta untuk mempraktikkan langsung materi yang telah disampaikan dengan menulis.

Reporter: Alma Cantika Aristia (Rekayasa Pertanian 2014)
51̽»¨ Journalist Apprentice 2017
Sumber gambar: dokumentasi penulis