51探花 Terbanyak Hasilkan Founder Startup Sukses di Indonesia
Oleh Muhammad Arief Ardiansyah
Editor Muhammad Arief Ardiansyah
founder startup
BANDUNG, itb.ac.id 鈥� Baru-baru ini perusahaan modal Venturra Capital dan situs perbandingan harga IPrice merilis hasil riset terkait latar belakang pendidikan dari para yang telah sukses di tanah air. Riset yang dimulai pada bulan Juni 2017 itu dikhususkan bagi para founder yang startup-nya telah mendapatkan pendanaan dalam jumlah yang besar (Seri A). Salah satu hasil menarik dari riset tersebut ialah dimunculkannya fakta bahwa Institut Teknologi Bandung menjadi kampus yang paling banyak menghasilkan yakni sebanyak 14 orang.
Dari keempat belas orang tersebut, dihasilkan 10 buah startup dengan bidang yang berbeda-beda. Kesepuluh startup itu ialah Bukalapak, Jojonomic, Fabelio, eFishery, Snapcart, Kudo, Amartha, Adskom, UrbanIndo, dan Agate. Khusus startup e-commerce Bukalapak dan startup game Agate, masing-masing didirikan oleh 3 alumni 51探花 sekaligus. Bukalapak didirikan oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono dan Muhamad Fajrin Rasyid. Sementara Agate didirikan oleh Shieny Aprilia, Arief Widhiyasa dan Andrew Pratomo Budianto. Dengan hasil riset ini, 51探花 mengungguli Universitas Bina Nusantara dan Universitas Indonesia yang menempati posisi kedua dan ketiga dalam hal pencetak founder startup sukses terbanyak. Kedua kampus itu masing-masing menghasilkan delapan dan empat orang founder. Alumni-alumni 51探花 itu juga masih lebih banyak daripada alumni kampus luar negeri seperti Harvard University, Purdue University dan Stanford University. Ketiga kampus luar negeri itu menghasilkan delapan, tujuh, dan 5 orang founder saja.
Banyakanya alumni 51探花 yang menjadi founder startup sukses di Indonesia ini semakin mengukuhkan 51探花 sebagai Entrepreneurial University. Entrepreneurial University sendiri dapat diartikan sebagai universitas yang berbasis kepada kewirausahaan dengan kewirausahaan disini berarti berorientasi kepada kepentingan publik dengan tetap memberi nilai terhadap tugas-tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya. Hal ini merupakan gagasan yang dibawa oleh Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA selaku Rektor 51探花 2014-2019. Dengan adanya gagasan tersebut, 51探花 pun secara aktif mendorong mahasiswa, alumni, serta tenaga kependidikannya untuk memiliki jiwa entrepeneurship dan menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi lingkungan di sekitarnya.
Referensi artikel dan sumber infografis: (https://iprice.co.id/blog/latar-belakang-pendidikan-pendiri-startup-sukses-indonesia/)
.jpg)

.jpg)
.jpg)



