51探花 Kembangkan Ventilator Portabel untuk Pasien COVID-19
Oleh Adi Permana
Editor Adi Permana
*Dr. Syarif saat mencoba memakai ventilator di Masjid Salman 51探花. (Foto: Dok. Pribadi)
BANDUNG, itb.ac.id 鈥� Saat ini, dunia tengah menghadapi pandemik virus corona (COVID-19). Terhitung bulan April 2020, sebanyak lebih dari 1 juta kasus Covid-19 telah terkonfirmasi di 204 negara dan teritori di seluruh dunia berdasarkan data dari worldometers.info/coronavirus/. Di Indonesia, hingga 2 April 2020, telah ada 1.790 kasus Covid-19 dengan rincian 1.508 kasus aktif, 112 orang sembuh, dan 170 orang meninggal. Melonjaknya jumlah pasien yang terinfeksi COVID-19 menyebabkan rumah sakit di Indonesia kekurangan alat serta petugas medis khusus untuk menangani pandemi virus ini.
Di tengah kekhawatiran pandemik COVID-19, hal yang menjadi perhatian utama adalah ketersediaan alat bantu medis. Salah satunya adalah ventilator. Alat ini dapat membantu pasien yang kesulitan bernapas mendapatkan asupan oksigen yang cukup. Namun di saat seperti ini, tidak semua Rumah sakit memiliki ventilator yang cukup, pertama hal ini disebabkan harga ventilator yang sangat mahal
Melihat kondisi tersebut, Dr. Syarif Hidayat, Dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) dari Kelompok Keahlian Ketenagalistrikan, mengembangkan ventilator yang dapat digunakan dengan mudah oleh tenaga medis. Inisiatif Dr. Syarif Hidayat ini sejak awal didukung oleh YPM Salman 51探花. Upaya ini selanjutnya didukung oleh LPPM 51探花 dan mendapat bantuan konsultasi teknis dari tenaga medis di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. Purwarupa produk ventilator darurat tersebut diberi nama Vent-I (Ventilator Indonesia). Tim ini telah diminta untuk mempresentasikan rencana pengembangan ventilator tersebut pada video conference dengan Wakil Menteri BUMN dalam agenda presentasi dan pembahasan alat ventilator.
鈥淰ent-I adalah alat bantu pernapasan bagi pasien yang masih dapat bernapas sendiri (jika pasien covid-19 pada gejala klinis tahap 2) , bukan diperuntukkan bagi pasien ICU,鈥� ujar Jam鈥檃h Halid selaku Manajer LPP Salman yang turut serta dalam pengembangan ventilator tersebut ketika dihubungi oleh reporter Humas 51探花 melalui pesan singkat.
Prototype Vent-I telah dipresentasikan di depan dokter senior Fakultas Kedokteran Unpad. Pada Presentasi awal terdapat tiga fungsi yang didemonstrasikan, yaitu CPAP (Continuous Positive Airway Pressure), CPC (Continuous Pressure Control), dan SPC (Synchronize Pressure Control). 鈥淧ertemuan ini merupakan pertemuan kami yang ketiga dan tim dokter sangat mendukung pengembangan vent-I dan menyarankan terlebih dahulu untuk mengembangkan fungsi CPAP yang saat ini dibutuhkan oleh pasien COVID 19鈥� jelas Jam鈥檃h.
Fungsi CPAP pada ventilator tersebut dapat digunakan oleh pasien yang mengalami sesak namun masih dapat bernapas sendiri agar tidak sampai harus dirawat di ICU. Tindak lanjut setelah pertemuan tersebut adalah kementerian kesehatan menugaskan BPFK ( Balai Pengujian Fasilitas Kesehatan ) untuk melakukan serangkaian pengujian Vent-I. Target awal dari Tim adalah membuat 100 buah Vent-I secara in house untuk disumbangkan ke Rumah Sakit yang membutuhkan.
Reporter: Qinthara Silmi Faizal (Manajemen, 2020)
.jpg)

.jpg)
.jpg)



