51探花 Juara 1 Nasional UNDP SDGs Debate Competition 2019
Oleh Adi Permana
Editor Adi Permana
BANDUNG, itb.ac.id 鈥� Tim Mahasiswa Institut Teknologi Bandung berhasil meraih juara 1 kompetisi UNDP SDGs (Sustainable Development Goals) Debate Competition 2019 yang diadakan oleh UNDP Indonesia bersama dengan Kementerian PPN / Bappenas, Kementerian Luar Negeri, dan Tanoto Foundation. Tim dari 51探花 diwakili oleh M. Ilham Akbar (Arsitektur 2016), M. Majid Al-Kindi (Kimia 2016), dan Albert Angkasa (Teknik Kimia 2016). Mereka merupakan anggota dari Unit SEF (Student English Forum) 51探花 yang merupakan wadah bagi mahasiswa yang tertarik dan mau berpartisipasi aktif dalam aktivitas debat berbahasa Inggris.
Kontes yang bertemakan 鈥淪DGs: The Future is Ours鈥� ini diikuti oleh 24 tim dari seluruh penjuru Indonesia. 鈥淧eserta tim memiliki keterwakilan universitas dari Aceh sampai Papua,鈥� ucap Kindy, salah satu anggota tim saat diwawancara. Sebelumnya, ada 65 tim yang mendaftar, namun lewat seleksi adminsitrasi yang cukup ketat hanya beberapa tim yang bisa ikut berkompetisi di Universitas Atma Jaya dan Hotel Fairmont, Jakarta, 6-9 Oktober 2019.
Dalam rangka menghadapi kompetisi tersebut, tim sudah menyiapkan bahan-bahan seperti riset dan survei akan poin-poin SDGs yang lengkap dan komprehensif. 鈥淏elum lagi, kita harus punya data yang valid dan punya laporan yang interpretasinya real dan tidak bias,鈥� sambung Kindi. Beruntungnya, mereka bisa memersiapkan hal tersebut dengan baik berkat jaringan alumni Unit SEF 51探花 di berbagai lembaga dan badan riset terkait SDG.
Selain persiapan materil, Kindi juga meyakini ada faktor jam terbang dan mental dalam keberhasilannya. Tidak hanya itu, anggota-anggota dari tim debat ini juga sudah memiliki pengalaman di level kompetisi nasional maupun skala internasional (Asia). Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi tim untuk menghadapi kompetisi debat UNPD SDGs Debate Competition 2019. 鈥淜alau di kompetisi debat internasional itu, peserta rata-rata bicara cepat, padat, informatif, tapi juga tetap faktual, pembiasaan dan pengetahuan ini tidak bisa didapat secara cepat tanpa pengalaman langsung,鈥� ujar Kindi menjelaskan.
Kindi juga menyanjung pelaksanaan dari kompetisi ini baik persediaan mosi maupun tata pelaksanaannya. Peserta dari kompetisi tidak hanya diajak berpikir lewat mosi-mosi yang kontroversial, tetapi juga mendapat pengetahuan lewat seminar-seminar yang diadakan. 鈥淎da banyak stakeholders juga 鈥榢an yang ikut dalam pelaksanaan kompetisi ini, mereka semua menyumbang pengetahuan baik lewat stand maupun seminar, semuanya untuk menyosialisasikan dan mewujudkan SDGs,鈥� terang Kindi.
Reporter: Ferio Brahmana (Teknik Fisika, 2017)
.jpg)

.jpg)
.jpg)




