Tunjukkan Kolaborasi Budaya Indonesia dan Malaysia, DKV 51探花 dengan MIIT UniKL Gelar Pameran Motion Graphics

Oleh M. Naufal Hafizh, S.S.

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

BANDUNG, itb.ac.id 鈥� Pameran 鈥�Crossing Borders through Visual Stories: Intercultural Narratives with Motion Graphics鈥� dibuka di gedung Center for Art, Design, and Language (CADL) Institut Teknologi Bandung (51探花), Selasa (27/2/2024). Acara ini merupakan luaran dari International Virtual Course (IVC) DKV 51探花 yang berkolaborasi dengan Computer Animation, Malaysian Institute of Information Technology (MIIT), University Kuala Lumpur (UniKL).

Pembukaan diisi oleh sambutan dari Kepala Prodi S-1 DKV 51探花 sekaligus Ketua IVC DKV 51探花, Banung Grahita, S.Ds., M.Ds., Ph.D., Kepala Kelompok Keahlian Komunikasi Visual dan 51探花, Dr. Riama Maslan Sihombing, M.Sn., dan dosen senior di UniKL, Assoc. Prof. Dr. Dahlan bin Abdul Ghani.

Dalam pameran ini, lima motion graphics, hasil kolaborasi antara mahasiswa 51探花 dan UniKL, dipertunjukkan. Banung, Ph.D. mengatakan, karya-karya tersebut adalah hasil dialog antara budaya kedua negara. Beliau juga menekankan pesan yang dapat diambil dari kolaborasi tersebut, yaitu pentingnya saling memahami perbedaan budaya.

鈥�Our world needs more understanding between two countries, between cultures. We can collaborate in better ways if we understand the culture,鈥� ujarnya.

Di sisi lain, Prof. Dahlan menyoroti makna lebih dalam dari kata 鈥�narratives鈥� yang berfokus pada penyampaian cerita, khususnya tentang keberhasilan kolaborasi antara 51探花 dan UniKL.

鈥�It鈥檚 not only talking about the animation, it's also talking about the graphics that communicating, in the context of cultures,鈥� katanya.

Beliau menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut telah menciptakan simbiosis yang mempertemukan kedua budaya dengan teknologi.

   

Sementara itu, Dr. Riama memberikan catatan bahwa kolaborasi tersebut tidak hanya tentang membuat karya yang menakjubkan, tetapi juga tentang menyebarkan perbedaan budaya dengan visual yang menarik. Beliau membuka pameran secara resmi dan pengunjung dipersilakan untuk mengapresiasi setiap karya.

   

Adapun kelima karya yang dipertunjukkan mengangkat aspek budaya yang berbeda-beda. 鈥淪ate Kingdom鈥� menampilkan perbedaan antara satai dari kedua negara. 鈥淪akti鈥� menggabungkan cerita rakyat Indonesia dan Malaysia, yaitu antara Mahsuri, Sangkuriang, dan Si Tanggang. 鈥淎sian Warrior鈥� menghubungkan sejarah Kerajaan Sriwijaya dengan Kesultanan Malaka.

Kemudian, 鈥淜liwon鈥� mempertemukan kuntilanak asal Indonesia dan pontianak asal Malaysia. 鈥淏atik鈥� menyatukan corak batik dari kedua negara. Kelima karya tersebut ditampilkan selama dua hari pada 27鈥�28 Februari 2024 di gedung CADL.

Reporter: Reza Pahlawan (Aktuaria, 2020)