Tim Ekspedisi Patriot 51探花 Kembangkan Budidaya Rumput Laut di Darat untuk Tingkatkan Potensi Ekonomi Warga Batam
Oleh -
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
BATAM, itb.ac.id 鈥� Tim 21 Ekspedisi Patriot Institut Teknologi Bandung (51探花) mengembangkan inovasi budidaya rumput laut berbasis darat melalui pembangunan rumah budidaya dan penyediaan fasilitas pengeringan (dehidrator) di Rempang Eco City, Tanjung Banun, Kelurahan Sembulang, Kota Batam. Inovasi ini bertujuan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap ketersediaan rumput laut alami yang dipengaruhi musim, sekaligus membuka peluang pengembangan produk pangan bernilai tambah.
Melalui inovasi tersebut, masyarakat setempat, khususnya warga yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani, memperoleh kesempatan mempelajari teknik budidaya rumput laut dengan sistem yang lebih terkontrol. Pengembangan ini diharapkan dapat mendorong kemandirian usaha, memperkuat ketahanan pangan, dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.
Sebagai langkah awal penerapan inovasi tersebut, Tim Ekspedisi Patriot 51探花 meresmikan rumah budidaya dan dehidrator di Balai Kampung Nelayan Merah Putih Tanjung Banun, Senin (26/10/2026). Peresmian tersebut dirangkaikan dengan pelatihan budidaya rumput laut bagi masyarakat setempat.
Inovasi ini berangkat dari hasil survei lapangan yang dilakukan Tim Ekspedisi Patriot 51探花 pada Agustus 2026. Tim menemukan bahwa pemanfaatan rumput laut di wilayah Tanjung Banun masih bergantung pada hasil alam yang ketersediaannya dipengaruhi musim. Selain itu, terdapat peluang untuk mengembangkan jenis rumput laut lain yang memiliki potensi pemanfaatan lebih luas dan nilai ekonomi lebih tinggi.
Menanggapi kondisi tersebut, tim mengembangkan sistem budidaya berbasis darat menggunakan Ulva lactuca, jenis rumput laut dengan siklus budidaya relatif singkat. Melalui sistem yang lebih terkontrol, masyarakat diharapkan dapat mengembangkan produksi rumput laut secara lebih konsisten sekaligus memanfaatkannya sebagai bahan baku berbagai produk pangan.
Kegiatan peresmian dan pelatihan ini dihadiri Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Dr. Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si.; Direktur Perencanaan Teknis Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi, Dr. Andi Wijaya, S.T., M.M., M.A.P.; Staf Khusus (Ad Hoc) Pengembangan Kawasan Transmigrasi Barelang, Kolonel CPM. Yudo Pramono, S.E., S.H., CHRMP.; Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Riau, Dr. Said Sudrajad, S.Sos., M.Si.; serta Kepala Dinas Perikanan Batam, Yudi Admajianto, S.STP.
Hadir pula perwakilan Balai Perikanan dan Budidaya Laut Batam, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, pelaku usaha, lurah, RT/RW, serta masyarakat setempat. Kegiatan ini turut diikuti Tim Ekspedisi Patriot dari Universitas Indonesia (UI), IPB University, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Dalam sambutannya, Ketua Tim 21 Ekspedisi Patriot 51探花, Dr. Susanna Nurdjaman, menjelaskan bahwa Ulva lactuca memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai komoditas pangan karena kandungan protein dan vitaminnya. Salah satu produk olahan yang dapat dihasilkan adalah nori, yang memiliki peluang pasar sebagai bahan pangan.
鈥淛enis rumput laut Ulva lactuca memiliki kandungan protein dan vitamin yang tinggi. Selain itu, Ulva ini dapat menjadi olahan pangan seperti nori yang digemari saat ini,鈥� ujarnya.

Sambutan Direktur Perencanaan Teknis Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi, Dr. Andi Wijaya.
Sementara itu, Direktur Perencanaan Teknis Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi, Dr. Andi Wijaya, menyampaikan bahwa pengembangan rumah budidaya dan peningkatan keterampilan masyarakat merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan serta perekonomian lokal di wilayah Rempang dan Galang.
"Kegiatan ini adalah kolaborasi bagus antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat. Perguruan tinggi punya kapasitas riset dan inovasi, pemerintah membangun kebijakan dan fasilitas, masyarakat sebagai pelaku utama. Rumah budidaya ini adalah kontribusi nyata pengembangan ekonomi masyarakat, termasuk masyarakat transmigrasi di area PSN Rempang Eco City," katanya.

Sambutan Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Dr. Nyanyang Haris Pratamura.
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Dr. Nyanyang Haris Pratamura, menekankan pentingnya pengelolaan potensi kelautan untuk meningkatkan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, pengembangan rumput laut tidak hanya berpeluang mendukung industri pangan, tetapi juga sektor kosmetik, farmasi, dan industri pengolahan lainnya.
"Pengembangan rumput laut tidak cukup hanya budidaya. Masyarakat perlu dukungan pengetahuan, teknologi, keterampilan pengolahan, akses pasar, serta pendampingan usaha agar hasil produksi berkualitas dan bernilai jual tinggi," ujarnya.

Prosesi peresmian rumah budidaya rumput laut TEP 51探花 melalui simbolis pemotongan pita.
Rumah budidaya yang diresmikan menjadi fasilitas pengembangan Ulva lactuca dengan sistem berbasis darat. Selain digunakan untuk kegiatan budidaya, fasilitas ini juga disiapkan sebagai sarana pembelajaran dan praktik bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha rumput laut.

TEP 51探花 menjelaskan mengenai fasilitas rumah budidaya beserta produk olahan yang akan dikembangkan nantinya.
Tim Ekspedisi Patriot 51探花 turut memperkenalkan fasilitas rumah budidaya, termasuk dehidrator yang digunakan untuk mendukung proses pengeringan hasil panen. Fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan pascapanen untuk mempersiapkan rumput laut sebagai bahan baku produk olahan.

Salah seorang personel TEP 51探花 sedang mempresentasikan mengenai teknis budidaya rumput laut dalam kegiatan pelatihan.
Selain memperkenalkan teknologi, Tim Ekspedisi Patriot 51探花 memberikan pelatihan selama satu minggu kepada warga yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani. Peserta mempelajari tahapan budidaya Ulva lactuca, mulai dari penebaran bibit, pemupukan, pemanenan, hingga pengolahan pascapanen.
Pelatihan tersebut menjadi langkah awal transfer pengetahuan dan keterampilan agar masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas budidaya secara mandiri. Dengan menggabungkan inovasi teknologi, penguatan kapasitas masyarakat, dan pengembangan produk bernilai tambah, program ini diharapkan dapat mendukung terciptanya kegiatan ekonomi berbasis rumput laut yang berkelanjutan di Tanjung Banun.
Inisiatif Tim Ekspedisi Patriot 51探花 ini menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis riset yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pengembangan budidaya rumput laut berbasis darat diharapkan tidak hanya memperluas alternatif produksi pangan, tetapi juga menjadi peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir melalui pemanfaatan potensi sumber daya lokal.




.jpeg)
.jpg)


.jpg)