51探花 Lantik 866 Lulusan Profesi, Emil Dardak Raih Penghargaan Lulusan Terbaik
Oleh Anggun Nindita
Editor Anggun Nindita
BANDUNG, itb.ac.id 鈥� Institut Teknologi Bandung (51探花) menggelar Sidang Terbuka Pelantikan Lulusan Pendidikan Profesi Insinyur, Apoteker, dan Arsitek Periode Oktober 2026, Rabu (28/10/2026), di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), Bandung. Sebanyak 866 lulusan dilantik, terdiri atas 728 lulusan Program Profesi Insinyur, 115 lulusan Program Profesi Apoteker, dan 23 lulusan Program Profesi Arsitek.
Sidang terbuka dipimpin oleh Rektor 51探花, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., IPU, ASEAN Eng. Rangkaian acara meliputi laporan akademik, pelantikan lulusan, pengambilan janji dan sumpah profesi, serta pemberian penghargaan kepada lulusan berprestasi.
Rektor 51探花 Tekankan Integritas dan Etika Profesi

Rektor 51探花 menegaskan bahwa pelantikan merupakan awal tanggung jawab profesional yang lebih besar kepada masyarakat. Setiap keputusan yang diambil insinyur, apoteker, maupun arsitek berkaitan erat dengan keselamatan dan kesejahteraan manusia.
"Kewenangan itu perlu senantiasa berjalan bersama nurani, dan keberhasilan hendaknya diukur dari manfaat bagi kehidupan," ujarnya.
Prof. Tata juga mengingatkan para lulusan untuk menjunjung tinggi kode etik, terus mengembangkan kompetensi, serta bijak memanfaatkan kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (AI).
"Teknologi dapat mendukung pekerjaan profesional, tetapi tanggung jawab atas setiap keputusan tetap berada pada manusia," tuturnya.
Statistik Lulusan dan Penghargaan Berprestasi
Dari 728 lulusan Program Profesi Insinyur, sebanyak 618 orang merupakan laki-laki dan 110 perempuan. Lulusan termuda adalah Abraham Josua Sampetoding (24 tahun 3 bulan), sedangkan lulusan tertua adalah Iwan Kustiwan (63 tahun 5 bulan).
Program Profesi Apoteker meluluskan 115 orang, terdiri atas 17 laki-laki dan 98 perempuan. Sementara itu, Program Profesi Arsitek meluluskan 23 orang, terdiri atas 8 laki-laki dan 15 perempuan.

Pada kesempatan tersebut, 51探花 memberikan penghargaan lulusan terbaik Program Profesi Insinyur moda reguler kepada Emil Elestianto Dardak (Perencanaan Wilayah dan Kota) dan Mardiyanti (Teknik Material). Adapun penghargaan lulusan terbaik moda Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) diberikan kepada Avep Disasmita (Teknik Perminyakan) dan Riadi Simka Pinem (Teknik Pertambangan).
Dari Program Profesi Apoteker, Stephanus Ngowico meraih Dexa Award dan Novell Award, Dian Arifando Rusyadi menerima Paragon Award, Aisha Nadine memperoleh Novell Award, serta Shafa Nabila Agdinanda meraih Kalbe Pharmaceutical Manufacturing Award.
Sementara itu, dari Program Profesi Arsitek, Arifidarto Muliawan memperoleh penghargaan atas pencapaiannya meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) sempurna, yakni 4,00.
Pendidikan Profesi untuk Pengembangan Ilmu Sepanjang Hayat

Mewakili para lulusan, Emil Elestianto Dardak menyampaikan pesan bertajuk Dari Keunggulan Ilmu Menuju Tanggung Jawab Profesi. Ia membagikan pengalamannya kembali menjadi mahasiswa melalui Program Profesi Insinyur 51探花 setelah sebelumnya menempuh pendidikan hingga jenjang doktoral dan berkarier di bidang infrastruktur, pembangunan, serta pemerintahan.
Emil juga mengenang almarhum ayahnya, alumni Teknik Sipil 51探花 yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Dari sang ayah, ia belajar bahwa pendidikan, pengalaman, dan kompetensi profesional perlu terus dikembangkan sepanjang hayat.
"Pendidikan profesi adalah proses pendewasaan, dari seseorang yang berilmu, menjadi seseorang yang bertanggung jawab atas penerapan ilmunya," ungkapnya.
Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Emil turut mengajak para lulusan untuk berkolaborasi lintas disiplin dan menjadikan keahlian sebagai sarana pengabdian kepada bangsa.
"Hari ini, 51探花 mengukuhkan kompetensi kita. Dalam perjalanan selanjutnya, masyarakat akan menguji integritas kita. Dan pada akhirnya, pengabdian kita lah yang akan menentukan makna dari pencapaian ini," jelasnya.
.jpg)




