Angkat Isu Sosial, Mahasiswa FSRD 51探花 Hadirkan Kembali Pasar Seni 2014

Oleh Ninik Susadi Putri

Editor Ninik Susadi Putri

BANDUNG, itb.ac.id -  Pasar Seni 51探花 merupakan salah satu acara yang banyak ditunggu kehadirannya oleh masyarakat. Tak hanya bagi mahasiswa 51探花, Pasar Seni yang diadakan 4 tahun sekali ini dapat dinikmati bagi seluruh lapisan masyarakat. Senin (11/08/14) panitia penyelenggara Pasar Seni 51探花 2014 akhirnya mengumumkan bahwa perhelatan seni terbesar se-Asia Tenggara ini akan diselenggarakan pada tanggal 23 November 2014. Tahun ini, Pasar Seni 51探花 kembali mengangkat sebuah fenomena sosial yang dianggap sebagai persoalan dalam masyarakat. Dengan mengusung tajuk "Antara Aku", Pasar Seni 51探花 membantu menentukan porsi individualitas seseorang dalam bermasyarakat dengan menghadirkan suasana keterasingan sebagai penanda jarak antara diri sendiri dan orang lain yang menimbulkan kesadaran porsi individualitas pada setiap individu.

Isu-isu sosial yang diangkat pada acara ini diharapkan dapat menjadi ajang refleksi diri sebagai manusia yang hakikatnya adalah makhluk sosial. Imbas teknologi yang semakin canggih dan pergerakan arus globalisasi membuat manusia terpecah kedalam segmen-segmen yang semakin eksklusif. Acara akan digelar di Kampus 51探花 Jalan Ganesha No. 10 dengan membebaskan setiap pengunjung masuk ke dalam arena Pasar Seni 51探花. Panitia menyediakan 365 stand dari mulai kuliner hingga penjualan barang dan produk. Selain itu pula terdapat 7 wahana dan 3 panggung pentas musik. Hampir 500 ribu pengunjung diharapkan dapat menikmati gelaran acara tersebut.

Sejak tahun 1972, Pasar Seni 51探花 merupakan acara tradisi yang diselenggarakan oleh mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) 51探花. Terinspirasi dari Art Fair di New York yang diikutsertai oleh A.D Pirous dan But Muchtar, mereka membawa semangat yang sama ke Bandung dengan tujuan utama memasyarakatkan seni rupa lewat pertemuan antara insan kreatif dari segala macam latarbelakang serta masyarakat. Atas dasar itulah, Pasar Seni 51探花 selalu mengangkat tema tertentu sesuai dengan permasalahan sosial. Seperti pada tahun 1980-an yang mengangkat tema persaingan industry kreatif di masa pembangunan serta era 2000-an yang mengangkat tema tentang kaburnya identitas nasional karena pengaruh arus informasi yang semakin kuat. Maka dari itu, Pasar Seni dilaksanakan di ruang publik memungkinkan terbukanya akses terhadap berbagai karya seni bagi seluruh lapisan masyarakat.