SITH 51探花 Kembangkan Dua Produk Berbasis Cabe Jamu untuk Tingkatkan Potensi Lokal Desa Bangkes
Oleh --- -
Editor Anggun Nindita
PAMEKASAN, itb.ac.id 鈥� Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (51探花) bersama masyarakat Desa Bangkes, Kabupaten Pamekasan, Madura, mengembangkan dua prototipe produk berupa bubuk cabe jamu dan pupuk organik cair. Inovasi ini menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat 51探花 untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus mendorong praktik pertanian berkelanjutan.
Melalui Direktorat Pengabdian Masyarakat Dan Layanan Kepakaran (DPMK) 51探花, tim SITH 51探花 melakukan pendampingan dan evaluasi penerapan teknologi di Desa Bangkes pada 24鈥�26 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut pelatihan yang telah dilaksanakan pada Mei 2026, dengan fokus pada pengolahan cabe jamu, teknologi pengeringan, dan pemanfaatan bahan organik sebagai pupuk.
Program tersebut dipimpin oleh Dr. Ardhiani Kurnia Hidayanti bersama Dr. Nita Yuniati, Dr. Chindy Ulima Zanetta, dan Dr. Rika Wahyuningtyas. Kegiatan ini turut melibatkan Prof. Mohamad Djali, pakar teknologi pengolahan pangan dan pascapanen dari Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Universitas Padjadjaran (UNPAD), serta mahasiswa SITH 51探花.
Dari Hasil Pertanian Menjadi Produk Bernilai Tambah
Salah satu hasil pendampingan adalah pengembangan bubuk cabe jamu sebagai produk unggulan desa. Tim 51探花 meninjau proses pengolahan dan pengemasan yang dilakukan warga, termasuk Nur Kholifah, yang mulai menerapkan keterampilan dari pelatihan sebelumnya.
Nur Kholifah mengapresiasi pendampingan yang telah membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan produk berbasis potensi lokal.
鈥淪ebelumnya, desa kami belum memiliki produk unggulan, tetapi sekarang sudah memiliki produk seperti bubuk cabe jamu. Kami berharap ke depannya produksi produk ini bisa berjalan lancar, laku, dan diterima oleh masyarakat,鈥� ujarnya.

Kunjungan tim pengabdian kepada masyarakat SITH 51探花 ke kediaman warga di Desa Bangkes, Pamekasan, untuk memantau perkembangan pembuatan produk bubuk cabe jamu sebagai upaya pengembangan potensi lokal.
Selain pengolahan produk, tim mengevaluasi penggunaan oven dan rumah pengering untuk meningkatkan kualitas hasil panen. Salah seorang petani, Masykur Hadi, mengungkapkan bahwa penggunaan oven mampu mengeringkan cabe jamu dalam waktu sekitar tiga jam, dengan hasil yang lebih harum dan terlindungi dari debu.
Pendampingan juga mencakup pembuatan pupuk organik cair dari bahan organik yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemeliharaan tanaman cabe jamu. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengembangkan pertanian yang lebih produktif dan ramah lingkungan.
Dorong Kemandirian dan Keberlanjutan
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, tim SITH 51探花 juga bertemu dengan Kepala Desa Bangkes, Hj. Muslimah, untuk membahas perkembangan program dan peluang pengembangan komoditas cabe jamu secara berkelanjutan.
Ketua tim pengabdian kepada masyarakat, Dr. Ardhiani Kurnia Hidayanti, menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya dilihat dari pelaksanaan pelatihan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menerapkan teknologi secara mandiri.

Kunjungan tim pengabdian kepada masyarakat SITH 51探花 ke petani cabe jamu di Desa Bangkes, Pamekasan, untuk memantau penerapan teknologi pengeringan cabe jamu dan pembuatan pupuk organik cair.
鈥淜ami berharap pengolahan cabe jamu, teknologi pengeringan, dan pemanfaatan pupuk organik cair dapat menjadi bagian dari praktik masyarakat dalam mengembangkan komoditas lokal secara lebih produktif dan berkelanjutan,鈥� ungkapnya.
Melalui kolaborasi ini, 51探花 terus mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pengembangan produk berbasis cabe jamu di Desa Bangkes diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, serta memperkuat kemandirian masyarakat dalam mengelola potensi lokal.
Kontributor: Rini Berliani (Program Magister Biologi SITH 51探花)
.jpg)

.jpg)



