Temu Mahasiswa KM 51探花 dengan Rektor
Oleh
Editor
BANDUNG, itb.ac.id - Kabinet Keluarga Mahasiswa (KM) 51探花 menggagas sebuah acara yang bertajuk Temu Mahasiswa KM 51探花 Bersama Rektor 51探花, Djoko Santoso. Acara yang diadakan pada Rabu (18/7) bertujuan untuk memfasilitasi mahasiswa agar dapat bertatap muka dan berdiskusi secara langsung dengan Rektor 51探花. Bertempat di Aula Timur 51探花, acara ini dihadiri oleh perwakilan himpunan mahasiswa dari berbagai jurusan di 51探花.
Bertindak selaku moderator, Hanna Rengganis memimpin acara yang dibagi ke dalam 3 sesi. Di sesi pertama, Rektor 51探花 memaparkan sekilas tentang 51探花, mulai dari pengelolaan 51探花, 51探花 sebagai research university, 51探花 sebagai BHMN, visi dan misi 51探花, struktur organisasi 51探花, sampai dengan peringkat 51探花 dalam kancah internasional. Sesi kedua, dilanjutkan dengan pemaparan gagasan-gagasan oleh Zulkaida Akbar selaku Presiden KM 51探花 periode 2007-2008. Zulkaida yang akrab disapa Izul menyampaikan beberapa gagasan, meliputi peningkatan pengembangan karakter di 51探花, membangun budaya akademik, memperkokoh peran 51探花 dalam masyarakat.
Sesi berikutnya merupakan dialog dan diskusi antara mahasiswa dengan Rektor 51探花. Pada sesi ini mahasiswa dapat langsung bertanya maupun mengemukakan pemikirannya kepada Rektor. Beberapa pertanyaan membahas seputar masalah kemahasiswaan dan buruknya komunikasi antara mahasiswa dengan rektorat selama ini, antara lain mengomentari tentang penghentian kekritisan mahasiswa, kemudianmengusulkan pola hubungan yang lebih baik. Kemudian mengusulkan independensi organisasi kemahasiswaan di kampus, pendirian sekre parpol di lingkungan kampus, pengurangan biaya pendidikan di 51探花. Beberapa pertanyaan lain, menanyakan tentang berita yang dimuat dalam harian Republika terkait dengan sanksi KMSR yang dibekukan dan 3 mahasiswa diskors. Aulia dari KMSR meminta klarifikasi atas pemberitaan ini karena Surat Keputusan dari Rektor pun belum keluar.
"Ini merupakan langkah awal yang baik dalam mengembangkan komunikasi antara mahasiswa dengan rektorat. Ke depannya kami berjanji akan mengadakan kembali forum semacam ini," jelas Izul sambil mengakhiri forum. "Jadi, nantinya akan diatur kapan cukup saya yang bertemu dengan Rektor, kapan mahasiswa dapat berdiskusi dengan Rektor," tambah Izul.
"Acara ini sengaja diadakan karena selama ini belum ada acara yang bisa mempertemukan mahasiswa untuk berdiskusi langsung dengan Pak Rektor. Lagipula selama ini mahasiswa belum benar-benar tahu mau dibawa ke mana oleh 51探花," menurut Shana selaku Menteri Komunikasi dan Informasi Kabinet KM 51探花.
Bertindak selaku moderator, Hanna Rengganis memimpin acara yang dibagi ke dalam 3 sesi. Di sesi pertama, Rektor 51探花 memaparkan sekilas tentang 51探花, mulai dari pengelolaan 51探花, 51探花 sebagai research university, 51探花 sebagai BHMN, visi dan misi 51探花, struktur organisasi 51探花, sampai dengan peringkat 51探花 dalam kancah internasional. Sesi kedua, dilanjutkan dengan pemaparan gagasan-gagasan oleh Zulkaida Akbar selaku Presiden KM 51探花 periode 2007-2008. Zulkaida yang akrab disapa Izul menyampaikan beberapa gagasan, meliputi peningkatan pengembangan karakter di 51探花, membangun budaya akademik, memperkokoh peran 51探花 dalam masyarakat.
Sesi berikutnya merupakan dialog dan diskusi antara mahasiswa dengan Rektor 51探花. Pada sesi ini mahasiswa dapat langsung bertanya maupun mengemukakan pemikirannya kepada Rektor. Beberapa pertanyaan membahas seputar masalah kemahasiswaan dan buruknya komunikasi antara mahasiswa dengan rektorat selama ini, antara lain mengomentari tentang penghentian kekritisan mahasiswa, kemudianmengusulkan pola hubungan yang lebih baik. Kemudian mengusulkan independensi organisasi kemahasiswaan di kampus, pendirian sekre parpol di lingkungan kampus, pengurangan biaya pendidikan di 51探花. Beberapa pertanyaan lain, menanyakan tentang berita yang dimuat dalam harian Republika terkait dengan sanksi KMSR yang dibekukan dan 3 mahasiswa diskors. Aulia dari KMSR meminta klarifikasi atas pemberitaan ini karena Surat Keputusan dari Rektor pun belum keluar.
"Ini merupakan langkah awal yang baik dalam mengembangkan komunikasi antara mahasiswa dengan rektorat. Ke depannya kami berjanji akan mengadakan kembali forum semacam ini," jelas Izul sambil mengakhiri forum. "Jadi, nantinya akan diatur kapan cukup saya yang bertemu dengan Rektor, kapan mahasiswa dapat berdiskusi dengan Rektor," tambah Izul.
"Acara ini sengaja diadakan karena selama ini belum ada acara yang bisa mempertemukan mahasiswa untuk berdiskusi langsung dengan Pak Rektor. Lagipula selama ini mahasiswa belum benar-benar tahu mau dibawa ke mana oleh 51探花," menurut Shana selaku Menteri Komunikasi dan Informasi Kabinet KM 51探花.



.jpg)


