NVIDIA RTX AI PC Day Hadir di 51探花, Dorong Pengembangan Talenta AI

Oleh Anggun Nindita

Editor Anggun Nindita


BANDUNG, itb.ac.id 鈥� Institut Teknologi Bandung (51探花) menjadi tuan rumah kegiatan NVIDIA RTX AI PC Day bertajuk 鈥�NVIDIA Powers The World鈥檚 AI. And Yours鈥� yang digelar di Aula Timur dan Galeri CC Timur, 51探花 Kampus Ganesha, pada Senin-Selasa (19鈥�20/10/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa, akademisi, dan pegiat teknologi untuk mengenal lebih dekat perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta penerapannya dalam pendidikan, industri kreatif, produktivitas, hingga gaming.

Melalui berbagai workshop, demonstrasi teknologi, dan aktivitas interaktif, peserta berkesempatan mengeksplorasi teknologi NVIDIA GeForce RTX dan NVIDIA DGX Spark. Sejumlah topik yang diperkenalkan meliputi Agentic AI, Large Language Model (LLM), pembuatan konten digital, serta pemanfaatan AI melalui perangkat komputer personal.

Kegiatan ini sekaligus membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri teknologi dalam mempersiapkan talenta yang tidak hanya mampu menggunakan AI, tetapi juga mengembangkan inovasi berbasis teknologi tersebut.

51探花 Dorong Pemanfaatan AI yang Kritis dan Bertanggung Jawab
Pelaksana Tugas (Plt.) Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan 51探花, Prof. Edwan Kardena, Ph.D., menyampaikan bahwa perkembangan AI dalam dua tahun terakhir berlangsung sangat pesat dan telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan.


"Kehadiran AI merupakan perkembangan yang tidak dapat dihindari, baik oleh mahasiswa maupun dosen. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu beradaptasi agar teknologi tersebut dapat mendukung proses pembelajaran tanpa mengurangi kemampuan berpikir kritis mahasiswa," ujar Prof. Edwan.

Ia menekankan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya menguasai pengetahuan secara luas dan mendalam, tetapi juga perlu memiliki kesadaran dalam proses belajar serta mengembangkan keterampilan nonteknis, seperti komunikasi, kerja sama tim, dan kemampuan berbahasa.

Di sisi lain, perkembangan AI turut menghadirkan tantangan bagi para dosen untuk menyesuaikan metode pengajaran dan evaluasi. Proses pembelajaran diharapkan tidak sekadar berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga mampu mendorong mahasiswa memahami persoalan, menganalisis informasi, dan menemukan solusi secara mandiri.

"Sebagai bagian dari upaya tersebut, 51探花 tengah menyusun regulasi internal terkait penggunaan AI di lingkungan kampus. Langkah ini dilakukan agar pemanfaatan teknologi AI dapat berlangsung secara bijaksana, merata, dan optimal untuk mendukung pendidikan maupun penelitian," katanya.

Integrasi AI dalam Berbagai Bidang Keilmuan

Kasubdit Perencanaan dan Kajian Pendidikan 51探花, Allya Paramita Koesoema, S.T., M.T., Ph.D., menjelaskan bahwa pengembangan AI di 51探花 tidak terbatas pada bidang Informatika, tetapi telah menjangkau berbagai disiplin ilmu.

Dalam bidang Teknik Biomedik, misalnya, AI dimanfaatkan untuk membantu analisis citra medis seperti MRI, CT scan, dan X-ray. Teknologi serupa juga memiliki potensi penerapan yang luas dalam bidang desain, bisnis, dan berbagai keilmuan lainnya.

"Melalui Pusat AI 51探花 serta pengembangan kurikulum pada berbagai program studi, 51探花 terus mendorong mahasiswa untuk memiliki pemahaman dasar mengenai AI sekaligus kemampuan mengevaluasi penggunaannya secara kritis. Penguatan pendidikan AI juga dilakukan melalui program pendidikan khusus, termasuk Magister Kecerdasan Artifisial," ucapnya.

Allya menilai kegiatan NVIDIA RTX AI PC Day memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk memahami cara kerja AI melalui perangkat personal, seperti laptop dan komputer. Dengan demikian, mahasiswa dapat melakukan eksplorasi dan pengembangan teknologi secara lebih mandiri tanpa selalu bergantung pada infrastruktur komputasi berskala besar.

Ia juga menyampaikan keterbukaan 51探花 untuk memperluas kolaborasi dengan NVIDIA dan mitra industri lainnya, baik melalui pelatihan, proyek bersama, program student ambassador, maupun pengembangan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.

NVIDIA Dorong Mahasiswa Jadi Pengembang Teknologi AI

Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, Adrian Lesmono, menyampaikan bahwa AI telah mengubah cara manusia belajar, bekerja, berkomunikasi, hingga menciptakan karya. Melalui kegiatan ini, NVIDIA mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi (users), tetapi juga pengembang (builders) yang mampu menghadirkan solusi bagi permasalahan nyata.


Salah satu upayanya dilakukan dengan memperkenalkan ekosistem RTX AI PC yang memungkinkan pengembangan dan pemrosesan AI langsung melalui perangkat personal. Teknologi NVIDIA GeForce RTX 50 Series Laptop GPU, misalnya, dapat mendukung berbagai kebutuhan, mulai dari riset, pemrosesan data, pengembangan model AI, hingga produksi konten digital.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan talenta muda, NVIDIA bersama ASUS juga menghadirkan program GeForce Campus Leaders di 51探花. Melalui program ini, mahasiswa terpilih memperoleh dukungan perangkat ASUS ROG Strix G16 dengan NVIDIA GeForce RTX 5070 Laptop GPU untuk mengembangkan riset dan inovasi berbasis AI.

Country Manager ASUS Indonesia, Lenny Lin, menyampaikan bahwa penguasaan AI perlu dibangun melalui pengalaman langsung dalam bereksperimen dan menciptakan solusi. Ia berharap program tersebut dapat mendorong semakin banyak mahasiswa menjadi inovator teknologi.

Tiga Mahasiswa 51探花 Kembangkan Inovasi AI untuk Industri
Salah satu hasil kolaborasi tersebut ditunjukkan melalui tiga prototipe AI karya mahasiswa 51探花 yang dirancang untuk menjawab berbagai tantangan industri.

Izhar Alif Akbar dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) 51探花 mengembangkan REBA.ai, sistem berbasis computer vision yang memanfaatkan rekaman CCTV untuk membantu memantau risiko ergonomi pekerja di lingkungan pabrik.

Sementara itu, Tsabita Khoirunnisa mengembangkan ColdTrack AI, sistem pemantauan prediktif untuk mendeteksi potensi gangguan suhu pada truk berpendingin sehingga kualitas muatan dapat lebih terjaga selama distribusi.

Adapun Muhammad Taufiq Al Fikri mengembangkan RecycledFiberAI, teknologi berbasis computer vision untuk mendeteksi kontaminan, seperti plastik dan logam, dalam proses daur ulang kertas secara real-time.


Ketiga inovasi tersebut dikembangkan dengan dukungan akselerasi GPU NVIDIA untuk mempercepat pelatihan model dan eksperimen AI. Hal ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk menghadirkan solusi di bidang keselamatan kerja, logistik, dan pengelolaan limbah.

Selain memperkenalkan inovasi mahasiswa, NVIDIA RTX AI PC Day juga menghadirkan berbagai stan teknologi interaktif, workshop, serta aktivitas treasure hunt. Kegiatan ini melibatkan sejumlah mitra industri, antara lain ASUS, Acer, Axioo, Colorful, Gainward, GIGABYTE, Lenovo, MSI, dan Palit.


Melalui kegiatan ini, 51探花 terus mendorong kolaborasi pendidikan dan industri untuk memperkuat kompetensi mahasiswa serta mengembangkan inovasi AI yang bermanfaat, inklusif, dan bertanggung jawab.

#itb #ai #artificial intelligence #teknologi #nvidia #sdg4 #quality education #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg17 #partnerships for the goals