Rektor 51̽»¨ Luncurkan Buku “Merintis Ulang Kemandirian Teknologi Indonesiaâ€� dalam CAFEO 44

Oleh Anggun Nindita -

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.


BANDUNG, itb.ac.id — Rektor Institut Teknologi Bandung (51̽»¨), Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., meluncurkan buku berjudul “Merintis Ulang Kemandirian Teknologi Indonesiaâ€� dalam rangkaian The 44th Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO 44), di Aula Barat, 51̽»¨ Kampus Ganesha, Selasa (20/10/2026).

Buku yang ditulis bersama Gilarsi W. Setijono, Direktur Utama PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau Perminas, ini membahas strategi membangun kemandirian teknologi nasional melalui penguasaan ilmu pengetahuan, penguatan sumber daya manusia, serta kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan organisasi profesi.

Sebelumnya, pada hari yang sama, Prof. Tata menyerahkan buku tersebut kepada Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Dr.-Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie, MBA., IPU., ASEAN Eng., dalam rangkaian CAFEO 44 di Pullman Bandung International Convention Center.

Penguasaan Teknologi Jadi Kunci Kemandirian Bangsa

Dalam sambutannya, Prof. Tatacipta menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan kemampuan rekayasa di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

“AI dan pemodelan digital dapat membantu pekerjaan insinyur, tetapi tidak dapat menggantikan pemahaman prinsip fisika, validasi data, pertimbangan keselamatan, serta kemampuan manusia dalam mengambil keputusan,� ujarnya.

Ia juga menyoroti kontribusi 51̽»¨ dalam pengembangan teknologi nasional, antara lain melalui perancangan Jembatan Barelang, pengembangan pesawat N-250, perancangan struktur bentang lengkung beton LRT Jabodebek, hingga pengembangan biokatalis dan bahan bakar B50 bersama Pertamina.

“Berbagai capaian tersebut menjadi contoh pentingnya penguasaan teknologi dan kolaborasi untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing industri nasional,� ungkapnya.

CAFEO 44 Perkuat Kolaborasi Insinyur ASEAN

CAFEO 44 merupakan forum tahunan yang mempertemukan organisasi profesi keinsinyuran, akademisi, pemerintah, dan pelaku industri dari berbagai negara ASEAN. Diselenggarakan di Bandung pada 20–22 Oktober 2026, forum ini mengusung tema “Future of ASEAN: Shared Prosperity and Humanity Through Inclusive and Sustainable Industrialisation�.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, 51̽»¨ menjadi tuan rumah Working Group on Education & Capacity Building yang diikuti sekitar 50 delegasi dari negara-negara ASEAN. Forum tersebut membahas penguatan pendidikan, kompetensi, dan pengembangan sumber daya manusia keinsinyuran, serta dilengkapi kunjungan ke laboratorium 51̽»¨.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Tata turut mengingatkan nilai historis Aula Barat 51̽»¨ sebagai tempat Ir. Soekarno menerima gelar insinyur sipil pada 1926, yang mencerminkan perjalanan panjang pendidikan teknik dalam pembangunan bangsa.

Melalui peluncuran buku ini, 51̽»¨ berharap dapat memperluas kolaborasi lintas sektor dalam membangun kemandirian teknologi Indonesia yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing nasional di tingkat ASEAN dan global.

#itb #rektor itb #tatacipta dirgantara #merintis ulang kemandirian teknologi indonesia #kemandirian teknologi #teknologi nasional #inovasi teknologi #penguasaan teknologi #pendidikan teknik #keinsinyuran #cafeo 44 #asean #kolaborasi industri #transformasi digital #kecerdasan buatan #daya saing nasional #pembangunan berkelanjutan #sdg 4 quality education #sdg 9 industry innovation and infrastructure #sdg 17 partnerships for the goals #sdg 8 decent work and economic growth