Wali Kota Bandung Sebut 51探花 Jadi Mitra Strategis Pemkot
Oleh Bashravie Thamrin - Mahasiswa Manajemen, 2024
Editor Anggun Nindita
Rektor 51探花, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., berpose bersama Walikota Bandung, Muhammad Farhan dalam Sidang Terbuka Dies Natalis ke-66 51探花, Senin (3/3/2025). (Dok. Humas Pemerintah Kota Bandung)
BANDUNG, itb.ac.id - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, menyatakan bahwa Institut Teknologi Bandung (51探花) merupakan mitra utama Pemkot Bandung dalam pembangunan daerah. Hal ini ia sampaikan dalam Sidang Terbuka Dies Natalis 51探花 ke-66 di Aula Barat, 51探花 Kampus Ganesha, Senin (3/3/2025).
Beliau menekankan 51探花 selalu berperan dalam memberikan masukan kepada pemerintah melalui pendekatan pentahelix, yang melibatkan akademisi, pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan media. Beliau pun menyebut 51探花 sebagai tempat konsultasi utama bagi Pemkot, terutama dalam pengembangan inovasi di berbagai bidang.
鈥淚novasi itu terus bisa dikembangkan, jadi tidak hanya di bidang teknologi, digital, dan teknik, tapi juga ekonomi,鈥� ungkapnya.
Selain itu, beliau menyoroti bagaimana keberadaan 51探花 meningkatkan daya saing Kota Bandung dan menjadikannya sebagai pusat riset serta inovasi bagi mahasiswa dan peneliti, yang dapat menciptakan dampak positif bagi masyarakat.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa peran Sekolah Bisnis dan Manajemen 51探花 (SBM 51探花) juga tidak kalah penting dalam menghasilkan wirausahawan yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, baik di sektor UMKM maupun startup. 鈥淚ni bisa menjadi daya ungkit ekonomi melalui wirausaha, baik skala kecil UMKM maupun pertumbuhan startups,鈥� tutur Wali Kota Bandung.
Beliau pun berharap 51探花 sebagai institusi pendidikan yang kaya akan inovasi dan penelitian, dapat terus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kota Bandung.
Sementara itu, Rektor 51探花, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menekankan pentingnya pendekatan transdisiplin dalam menghadapi tantangan zaman. "51探花 harus bertransformasi menuju Fourth Generation University (4GU) yang unggul dan berdampak, dengan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu demi menghasilkan solusi inovatif bagi masyarakat," ungkapnya.
Sebagai institusi yang tengah bertransformasi menuju Fourth Generation University (4GU),beliau menegaskan bahwa 51探花 tidak bisa lagi terpaku pada pendekatan monodisiplin atau bahkan multidisiplin semata. "Kita harus menerabas batas-batas keilmuan dan menciptakan integrasi keilmuan yang lebih menyatu melalui pendekatan transdisiplin," katanya.
Menurut Prof. Tatacipta, pendekatan ini sangat diperlukan untuk menyelesaikan masalah-masalah kompleks seperti perubahan iklim, kesehatan global, ketahanan pangan, kecerdasan buatan, dan keberlanjutan industri nasional. "Dengan mengembangkan kolaborasi ilmu kemanusiaan, seni, desain, teknologi, dan sains, peran 51探花 dalam pembangunan bangsa yang berkelanjutan akan semakin relevan," tambahnya.
Reporter: Bashravie Thamrin (Manajemen, 2024)



.jpg)
