SIBE 2025: 51探花 dan Kementerian PU Perkuat Sinergi untuk Infrastruktur Berkelanjutan bagi Generasi Saat ini dan Masa Depan

Oleh Mely Anggrini - Mahasiswa Meteorologi, 2022

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

BANDUNG, itb.ac.id 鈥� Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Institut Teknologi Bandung menyelenggarakan The 5th International Conference on Sustainable Infrastructure and Built Environment (SIBE 2025) pada 4鈥�5 November 2025 di Aula Barat, 51探花 Kampus Ganesha.

SIBE merupakan konferensi internasional empat tahunan yang digagas FTSL 51探花 sejak 2009. Ajang ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, pemerintah, dan pelaku industri dari dalam maupun luar negeri untuk bertukar gagasan, riset, serta solusi terkait pembangunan infrastruktur berkelanjutan di bidang teknik sipil, lingkungan, dan kelautan.

Tahun ini, SIBE mengusung tema 鈥�Strengthening Security through Sustainable Infrastructure and Environmental Resilience鈥� dengan menghadirkan lebih dari 230 peserta dari delapan negara, yaitu Indonesia, Myanmar, Singapura, Taiwan, Britania Raya, Thailand, Australia, dan Jepang; 26 sesi; dan 17 topik utama, mulai dari ketahanan terhadap bencana hingga energi terbarukan.

Sinergi Akademisi dan Pemerintah dalam Pembangunan Berkelanjutan

Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo, menekankan bahwa kesinambungan pembangunan nasional menjadi kunci agar manfaat infrastruktur dapat dirasakan lintas generasi. Beliau menjelaskan bahwa kebijakan pemerintah berfokus pada pembangunan yang berorientasi jangka panjang dan ramah lingkungan.

鈥淧embangunan yang kita lakukan harus memberi manfaat bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga bagi masa depan,鈥� ujarnya.

Beliau menyampaikan bahwa prinsip keberlanjutan tidak selalu identik dengan biaya tinggi, melainkan dengan perencanaan matang dan penerapan standar keamanan tinggi, terutama mengingat posisi Indonesia di jalur cincin api dunia. Ia mencontohkan pentingnya belajar dari praktik pembangunan tahan gempa di Jepang.

Inovasi Akademik Menuju Infrastruktur Hijau

Ketua SIBE 2025, Prof. Ir. Indratmo, M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa 51探花 terus berkontribusi dalam pengembangan eco-infrastructure yang menekankan efisiensi sumber daya dan pelestarian lingkungan.

鈥淜eberlanjutan mencakup pengelolaan sumber daya air, konservasi di wilayah hulu, penerapan green building, serta pemanfaatan material ramah lingkungan berbasis potensi lokal,鈥� ujarnya.

Sejumlah inovasi 51探花 bahkan telah dimanfaatkan oleh Kementerian PU, seperti teknologi penjernihan air pasca bencana tsunami Aceh dan pengembangan material baru untuk jalan. Menurutnya, kolaborasi antara akademisi dan pemerintah merupakan langkah penting untuk memastikan pembangunan berjalan efisien, tangguh, dan berkelanjutan.

Komitmen 51探花 untuk Masa Depan yang Tangguh

Rektor 51探花, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur berkelanjutan harus berorientasi pada generasi mendatang.

鈥淜ita tidak boleh membangun hari ini dengan mengorbankan masa depan,鈥� ujarnya.

Beliau mengatakan, 51探花 berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi nyata melalui riset dan inovasi, mulai dari pengembangan building code nasional, peta gempa, hingga teknologi pengendalian pencemaran lingkungan.

Melalui SIBE 2025, 51探花 menegaskan kesiapan untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah, industri, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di Indonesia.

#itb berdampak #kampus berdampak #itb4impact #diktisaintek berdampak #ftsl #sdg 4 #quality education #sdg 7 #affordable and clean energy #sdg 9 #industry innovation and infrastructure #sdg 11 #sustainable cities and communities #sdg 13 #climate action #sdg 17 #partnerships for the goals