Rapat Kerja Persiapan Penyusunan RKA 51探花 2009
Oleh yayatr - yayat_r@pusat.itb.ac.id-phone:-ket:wrks
Editor Pengirim Lepas
BANDUNG, itb.ac.id- Pidato pembukaan Rektor 51探花, Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, Msc., mengawali rapat kerja persiapan penyusunan RKA 51探花 2009 beberapa waktu lalu. Dalam pidatonya, Djoko Santoso menyampaikan bahwa dengan masuknya 51探花 dalam daftar universitas kelas dunia, 51探花 harus dapat mengantisipasi tantangan yang semakin berat di masa depan. Salahsatu langkah antisipatif, yaitu dengan perencanaan anggaran yang mengacu pada beberapa isu penting seperti : peningkatan produktivitas sains, peningkatan dana untuk membiayai mahasiswa yang tidak mampu, peningkatan hubungan luar, serta akuntabilitas aset 51探花.
Beberapa masukan diperdengarkan dalam rapat tersebut. Prof. Dr. Yanuarsyah Haroen, Ketua Senat Akademik, memaparkan bahwa penyusunan RKA 51探花 yang merupakan pengejawantahan dari rencana strategis 51探花, bukanlah sekedar suatu 脙鈥毭傗�渂alance脙鈥毭傗�� antara pengeluaran dan penerimaan melainkan juga berupa gambaran sesuai-tidaknya arah kegiatan yang terjadi di dalam dengan pencapaian visi 51探花. Ditambahkan pula bahwa prinsip RKA haruslah efektivitas dan kebutuhan, bukan penghematan dan kecukupan. RKA juga diharapkan dapat memprioritaskan beberapa aspek, diantaranya pengembangan staf akademik, kebijakan pengalokasian anggaran untuk fakultas dan sekolah, pengembangan program pasca sarjana sebagai ujung tombak pendidikan 51探花, dan pengembangan sumber dana lain. Dengan prioritas tersebut peningkatan keberdayaan, perencanaan dinamis, dan keadilan akan tercapai.
Prof. Harijono Tjokronegoro , Ketua Majelis Guru Besar ; dan Prof. Dr. Haryanto Dhanutirto, Ketua Majelis Wali Amanah turut pula menyampaikan masukannya. Haryanto Dhanutirto mengatakan agar penyusunan anggaran 51探花 semakin mendukung akuntabilitas yang telah dicapai. Tahun anggaran 2007, 51探花 mendapat predikat 脙鈥毭傗�榳ajar dengan pengecualian脙鈥毭傗�� dari KAP Heliantono, sebuah prestasi yang membanggakan untuk ukuran manajemen keuangan perguruan tinggi di Indonesia. Walaupun demikian, Haryanto mengharapkan agar tahun 2008 51探花 mengarah pada predikat 'wajar tanpa pengecualian'.
Rapat ditutup dengan penjelasan Konsep Pembiayaan 51探花 oleh TASS Consulting.
.jpeg)



