Paper Prof. Djoko Santoso (Rektor 51探花 2005-2010): KESATUAN 51探花 DI ANTARA HARAPAN, TANTANGAN DAN KESEMPATAN

Oleh Krisna Murti

Editor Krisna Murti

HAKEKAT PERGURUAN TINGGI 51探花 adalah perguruan tinggi, sehingga harus berpegang kepada nilai-nilai universal yang berlaku. Nilai-nilai tersebut digambarkan sebagai pencarian kebenaran akademik atau kebenaran ilmiah yang diwujudkan sebagai pengembangan ilmu dan munculnya para 篓scholar隆篓 (pakar) atau 篓knowledge generator隆篓 secara berkesinambungan. Di sisi lain usaha untuk mecapai kesejahteraan manusia yang bermartabat memerlukan sumberdaya manusia yang berbudaya dan berprofesi. Keduanya ini harus dapat dipenuhi oleh suatu perguruan tinggi yang telah berkembang termasuk 51探花. Beban yang dihadapi 51探花 menjadi tidak mudah untuk menyelesaikan kedua misi utama 51探花, karena pengaruh eksternal yang sangat kuat termasuk ekonomi. Namun demikian apapun yang harus dilakukan 51探花, ia harus dapat memulai untuk menciptakan masyarakat cerdas. HARAPAN-HARAPAN KEPADA 51探花 51探花 sebagai salah satu peruruan tinggi teknologi terkemuka di Indonesia pasti diharapkan memberikan sesuatu yang bermakna bagi masyarakat maupun ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Ilmu pengetahuan termasuk seni sudah jelas menginginkan sustainabilitas ilmu atau seni itu sendiri. Masyarakat luar dan dalam kampus menginginkan sesuatu yang berdampak baik bagi kesejahteraan mereka. Negara juga mengharapkan 51探花 dapat mendorong pertumbuhan budaya bangsa, ekonomi dan kelangsungan negara. Harapan masyarakat umum terhadap 51探花 Masyarakat Indonesia jelas memiliki harapan yang ditujukan kepada 51探花. Rumusan yang sering kita dengar misalnya menjadi tempat untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu, menjadi tempat untuk belajar dengan biaya yang terjangkau, menghasilkan lulusan yang mudah untuk mencari atau menciptakan lapangan kerja, menjadi tempat untuk membantu memecahkan masalah sains, teknologi maupun sosial, menjadi perguruan tinggi yang dibanggakan, menjadi tolok ukur kemajuan pendidikan teknologi, sains, maupun seni, menjadi kekuatan moral, dll. Secara umum 51探花 diharapkan dapat membantu proses penyehatan organisasi bangsa secara demokratis. 51探花 hingga saat ini masih digunakan sebagai tolok ukur oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia khususnya untuk bidang sains, teknologi dan seni. Sejarah telah membukukan bahwa berbagai masalah yang berkaitan dengan akademik yang dilakukan 51探花 kemudian dirujuk oleh perguruan tinggi lain bahkan sering pula dijadikan sebagai standar oleh pengambil keputusan pada tingkat nasional. Beberapa contoh dapat ditunjukkan misalnya dari penamaan fakultas, seperti Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam maupun Fakultas Teknologi Mineral. Kurikulum berbagai program studi yang ada di berbagai perguruan tinggi di Indonesiapun kebanyakan merujuk kepada kurikulum 51探花. Berbagai indikasi ini menunjukkan betapa besarnya harapan yang diletakkan dipundak 51探花, karena apa yang dilakukan 51探花, masyarakat perguruan tinggi lain akan menirunya. Harapan masyarakat kampus terhadap 51探花 Di sisi lain, masyarakat internal 51探花 menghendaki 51探花 menjadi tempat yang nyaman untuk berkarya dan dapat memenuhi kesejahteraannya dengan layak. TANTANGAN-TANTANGAN UNTUK 51探花 51探花 merupakan lembaga yang tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari sistem yang lebih besar secara lokal, regional maupun global. Semua sistem tersebut akan memberikan tantangan bagi 51探花 sesuai dengan berbagai skala kepentingannya. Tantangan yang mudah dimengerti ialah kewajiban 51探花 untuk memenuhi harapan dari masyarakat umum maupun masyarakat internal 51探花. Kemajuan dunia dalam berbagai bidang berjalan dengan sangat cepat. Sebagai universitas 51探花 senantiasa bersaing dalam kancah karya akademik. Secara global wujudnya adalah persaingan antar perguruan tinggi nasional maupun internasional. Kemampuan 51探花 untuk melakukan penyesuaian atau memimpin dirinya dalam berbagai kemajuan yang terjadi di dunia merupakan tantangan bagi 51探花, meskipun dalam berbagai keterbatasan kemampuan internal maupun nasional. 51探花 juga wajib berperan serta untuk mengatasi berbagai permasalahan bangsa. 51探花 juga harus mampu mengenal dirinya dan melakukan perbaikan menerus sehingga menjadi organisasi yang sehat. KESEMPATAN UNTUK 51探花 Menghadapi perubahan global yang sedemikian cepat, 51探花 dalam menjawab harapan dan tantangan hendaknya dapat melihat kesempatan yang diberikan kepada 51探花. Dengan cara ini 51探花 niscaya dapat turut berperan dalam kemajuan bidang akademik maupun kesejahteraan bangsa dan umat manusia. Kesempatan 51探花 telah diterima dalam bentuk BHMN. Bentuk tersebut dapat diartikan sebagai kemandirian. Kemandirian hendaknya dimanfaatkan untuk menentukan sendiri organisasi dan tata kerjanya untuk menjawab berbagai harapan dan tantangan yang dihadapinya. 51探花 secara otonom dapat menjalankan fungsinya untuk kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni bagi kemajuan bangsa. Kesempatan yang dimiliki 51探花 lainnya ialah letak Nusantara sebagai negara kepulauan yang terbesar di dunia serta berada di sekitar khatulistiwa. Posisi ini memberikan banyak keunggulan komparatif. Hal ini memungkinkan 51探花 untuk mengembangkan keilmuan maupun teknologi yang khas berbasis keunggulan Nusantara. Sebagai contoh ialah dalam bidang keilmuan geologi, biologi, geofisika, kedokteran, korosi material, instrumentasi maupun mesin untuk daerah tropis, dst. Bagi 51探花 berbagai disiplin yang terkait dengan kondisi alamiah Indonesia dapat dimanfaatkan untuk membuat program-program Tridharma yang khas dan unik. 51探花 sebagai universitas riset nampaknya dapat dibuat menjadi kenyataan dengan cara ini. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan 51探花 sebelum dan sesudah menjadi badan hukum Sejak menjadi badan hukum, 51探花 telah berusaha melakukan berbagai perubahan dan penataan organisasi. Masing-masing lembaga berusaha untuk meperbaiki organisasi maupun tatakerjanya. 51探花 dalam memenuhi harapan-harapan Beberapa waktu yang lalu, 51探花 setidaknya dapat memenuhi sebagian kehendak masyarakat Indonesia, misalnya 51探花 banyak dijadikan sebagai standar dalam melaksanakan kegiatan akademik. Hasil survai yang dipublikasikan oleh Asia Week pada tahun 2000, 51探花 menduduki peringkat 19 dari perguruan tinggi yang terbaik di Asia dan Pasifik termasuk Australia. Indonesia pada peringkat yang lebih baik jika dibandingkan dengan Curtin University of Technology (Australia), Queensland Institute of Technology (Australia) maupun University Sains Malaysia (Malaysia). Ketiga Universitas tersebut sekarang ini termasuk dalam 200 universitas kelas dunia (Majalah Time, 2004). 51探花 tidak termasuk di dalam peringkat tadi. Kita harus bertanya kepada diri kita, apakah 51探花 tidak lagi memenuhi harapan masyarakat? Apakah gerangan yang terjadi? Jalan keluar yang harus dilakukan ialah sesegera mungkin 51探花 melakukan evaluasi diri dari sisi akademik. Hasil evaluasi diri ini hendaknya dapat diterima sebagai masukan kritis untuk melakukan berbagai perbaikan untuk mengantisipati pertumbuhan masyarakat akademik perguruan tinggi yang semakin cepat di dunia. Meskipun biaya pendidikan itu tidak dapat murah, 51探花 dahulu juga terkenal sebagai tempat untuk belajar dengan biaya murah namun memberikan pendidikan yang baik. Persepsi ini seolah hilang dengan munculnya berbagai lomba universitas menggali dana yang sebesar-besarnya dari masyarakat dengan modal nama besarnya yang dirintis puluhan tahun. Namun demikian yang nampak belum berhasil ialah mempromosikan bahwa anggota masyarakat yang tidak mampu tapi memiliki prestasi yang memenuhi standar juga tetap memperoleh kesempatan. 51探花 tidak dapat diingkari juga telah menghasilkan banyak intelektual yang menjadi pemimpin bangsa, menjadi pencipta lapangan kerja, termasuk beberapa peneliti yang handal. Banyak berbagai masalah nasional telah diselesaikan dengan melibatkan karya 51探花. 51探花 juga terkenal sebagai kekuatan moral bangsa. Namun demikian pada saat sekarang terjadi penafsiran yang tidak tepat untuk 51探花 seperti menjadi semacam perusahaan, lembaga bisnis, tempat yang mahal untuk belajar dst. Ke depan nampaknya kewajaran kegiatan perguruan tinggi harus dikembalikan. MENTAL MODEL DALAM MENGELOLA 51探花 51探花 telah berada pada akhir tahun keempat dengan statusnya sebagai badan hukum milik negara (BHMN). Dengan status ini 51探花 menjadi lembaga yang berhak menentukan nasibnya secara independen. Ini merupakan kesempatan yang sangat berharga. Jika dikaji dari struktur pengelolaan yang ada, terdapat perubahan yang fundamental, yaitu peran Rektor dan lembaga-lembaga utama lainnya dalam suatu perguruan tinggi. Sebelum berstatus sebagai badan hukum, 51探花 dijalankan oleh seorang Rektor yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab secara utuh tentang pengelolaan perguruan tinggi kepada pemerintah. Sesudah berbentuk BHMN, secara garis besar pengelolaan 51探花 menjadi dikelola oleh empat lembaga utama, yaitu Majelis Wali Amanat (MWA), Senat Akademik (SA), Majelis Guru Besar (MGB) dan Rektor. Dengan demikian harus terjadi komunikasi dan kerjasama yang baik antar keempat lembaga tersebut. Keempat lembaga tersebut telah terbentuk di 51探花, namun masing-masing masih memerlukan perbaikan secara terus menerus sambil melaksanakan tugasnya sehari-hari menghadapi dinamika yang terus berkembang di luar maupun di dalam kampus. 51探花 melalui penjabaran Visi dan Misinya dalam lima tahun kedepan hendaknya memiliki mental model yang tepat, sesuai dengan harkatnya sebagai perguruan tinggi atau institusi akademik dan senantiasa mampu berperan, kendati keadaan eksternal belum mendukung. Agar 51探花 dapat memenuhi harapan masyarakat 51探花 harus memiliki mental model dan dijalankan menganut azas kebersamaan, dan kolegial. Mental model untuk menentukan kebijakan dan untuk kegiatan oeperasional. Apapun yang dilakukan obyektifnya ialah mutu akademik, sehingga secara operasional semuanya untuk mendukung kegiatan akademik yaitu Tri Dharma (pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat). Dengan dasar ini berbagai pencapaian akan turut serta diperoleh, seperti peningkatan mutu lulusan, eksistensi intelektual 51探花 secara nasional bahkan internasional, kesejahteraan warga 51探花 yang lebih wajar, (karena kepercayaan akan mendatangkan dana pendidikan ataupun kemitraan), dst. 隆篓Improvement隆篓 dan pola kerja 51探花 lima tahun ke depan Agar 51探花 dapat menjalankan fungsinya dengan baik, seluruh warga 51探花 harus dapat bersatu dalam tujuan yang sama untuk menghasilkan karya-karya akademik yang bermutu dalam bidang masing-masing. Karya-karya tersebut akan memiliki makna jika memiliki arah yang sama, sehingga menghasilkan resultan yang maksimal. Karya-karya akademik yang bermakna (termasuk hasil kegiatan riset) akan menjadi cikal-bakal universitas riset. Usaha yang dilakukan untuk memperbaiki tata kerja maupun organisasi telah dilakukan oleh para pengurus 51探花 sebelumnya. Kegiatan ini perlu di隆篓improve隆篓, namun yang lebih utama ialah mengubah cara berfikir untuk menguatkan posisi 51探花 sebagai lembaga akademik. Artinya, kegiatan yang dilakukan 51探花 harus berujung kepada hasil akademik. Masalah penting yang harus segera ditangani ialah yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan yang memberikan pengalaman kepada mahasiswa tentang keskolaran. Pendidikan di 51探花 dibuat sedemikian rupa dengan menganggap dosen 51探花 sebagai 隆篓knowledge generator隆篓 yang akan menghasilkan 隆篓knowledge generator-knowledge generator隆篓 lainnya. Hal ini diartikan pula mahasiswa yang kita didik menjadi bermutu, berbudaya dan berbudi luhur. Cara yang ditempuh secara praktis ialah mengakaitkan ketiga dharma perguruan tinggi dalam satu kesatuan untuk menyusun rencana kerja dan anggaran di mana semuanya bermuara kepada mutu akademik dan kegiatan akademik. Pola kerja Rektor dalam lima tahun mendatang sementara Anggaran Rumah Tangga (ART) 51探花 belum dikeluarkan, dilaksanakan dengan merujuk kepada SK Majelis Wali Amanat (MWA) dan Senat Akademik (SA). Sebagai contoh: 鈥瀀 Tentang masalah arah pengembangan umum 51探花 lima tahun kedepan: SK MWA 006/2002; 鈥瀀 Tentang masalah nilai-nilai 51探花 dan norma dan penghargaan 51探花: SK SA 27/2002, 32/2002, 12/2003, 08/2004, 18/2004; 鈥瀀 Tentang masalah pengembangan pendidikan, kurikulum dan kegiat an akademik pendidikan: SK SA 023/2002, 12/2003, 14/2003, 20/2003, 27/2003, 29/2003, 30/2003, 41/2003; 鈥瀀 Tentang masal ah kepegawaian tenaga akademik dosen: SK SA 041/2002, 042/2002, 043/2002, 06/2003, 21/2003, 34/2004; 鈥瀀 Tentang masalah kepegawaian dan akuntabilitas tenaga non dosen: ketentuan perundangan yang berlaku dan arahan dari MWA; 鈥瀀 Tentang masalah akuntabilitas dosen dan lembaga: SK SA 027/2002, 028/2002, 029/2002 鈥瀀 Tentang masalah pengembangan keilmuan, teknologi dan seni, riset dan pascasarjana: SK SA 鈥瀀 01/2003, 02/2003, 03/2003, 11/2003, 42/2003, 15/2004; 鈥瀀 Tentang akuntabilitas pimpinan 51探花: SK SA 27/2003; 鈥瀀 Tentang organisasi dan manajemen satuan akademik 51探花: SK SA 034/2003, 35/2003, 38/2004; 鈥瀀 Tentang perencanaan dan pendanaan: peraturan perundangan yang berl aku dan SK MWA 01/2002, 007/2002. Sementara itu, kebijakan operasional Rektor yang telah berjalan baik dan sesuai dengan ketentuan yang digariskan pemerintah (perundang-undangan umum), MWA dan SA akan diteruskan dan diperbaiki secara berkelanjutan. Tata kerja secara efisien namun efektif akan diterapkan baik dalam organisasi maupun kegiatan operasional. Hal ini penting mengingat keterbatasan ekonomi negara, namun mutu akademik tetap menjadi acuan. Tatakerja umum dilakukan berdasarkan prinsip desentralisasi kepada seluruh unit kerja, sesuai dengan pernyataan tanggungjawab (隆篓statement of responsibility隆篓) yang dibuat masing-masing, sebagai tolok ukur akuntabilitas kinerja masing-masing. Unit pusat berfungsi melakukan koordinasi dari seluruh unit kerja yang ada. Dana hasil kemitraan unit kerja selain di bidang pendidikan rutin dikembalikan kepada masing-masing unit kerja untuk kegiatan riset, publikasi keilmuan atau kegiatan akademik lainnya, untuk kemajuan akademik unit kerja tersebut. Cara ini diharapkan dapat mengangkat citra 51探花. PENUTUP Rektor tidak mungkin berhasil jika tidak bekerjasama dengan MWA, SA, MGB maupun semua warga 51探花. Rektor wajib memprakarsai komunikasi dan menfasilitasi seluruh kegiatan institut yang dilakukan semua lembaga (MWA, SA, MGB), unit kerja dan warga institut yang sesuai dengan Visi dan Misi 51探花. Rektor 51探花 berkewajiban untuk bermitra secara baik dengan pemerintah, alumni dan fihak berkepentingan secara nasional dan internasional lainnya, dalam melaksanakan visi dan misi 51探花. Dalam lima tahun kedepan 51探花 diusahakan untuk menjadi organisasi yang sehat dengan melaksanakan Tri Dharma Perguruan tinggi secara wajar, dan warga 51探花 memperoleh kesejahteraan secara wajar dan berkeadilan. ................BERSATU 51探花 UNTUK BERJAYA........................................ Oleh: Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc. (Rektor 51探花 2005-2010)