Upacara Pelantikan Djoko Santoso Rektor 51̽»¨ 2005-2010 H.S. Dillon: “Teladan, teladan, teladan!â€�
Oleh Krisna Murti
Editor Krisna Murti
Hari Sabtu pagi, 29 Januari 2005, Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc. dilantik sebagai Rektor Institut Teknologi Bandung (51̽»¨) yang baru masa jabatan 2005-2010. Masa jabatan Prof. Dr. Ir. Adang Surahman sebagai rektor sementara 51̽»¨ berakhir pada hari yang sama. Pada upacara pelantikan yang dilaksanakan tepat pada jam 10.00 ini Djoko Santoso dipandu oleh H.S. Dillon, Ketua Majelis Wali Amanah 51̽»¨.
Upacara pelantikan dan serah terima jabatan ini terkesan ringkas dan padat, tanpa keterlambatan yang berarti. Hadirin berbaris tertib di perimeter zona upacara sejak pukul 9.50. Acara diawali dengan pembacaan dua keputusan Majelis Wali Amanah 51̽»¨ yang berkenaan dengan acara ini. Keputusan pertama berisi pemberhentian Adang Surahman secara hormat. Keputusan kedua mengangkat Djoko Santoso sebagai Pejabat Rektor 51̽»¨.
Selanjutnya, Djoko Santoso, dengan dipandu H.S. Dillon, mengucapkan ikrar jabatannya. Ikrar tiga menit ini merangkum kewajiban-kewajiban rektor terpilih terhadap negara dan alma mater. Penandatanganan berita acara ikrar jabatan dilakukan oleh Djoko Santoso dan H.S. Dillon dengan disaksikan oleh Ketua Majelis Guru Besar 51̽»¨, Prof Asis Djayadiningrat dan Prof. Joko Suharjo, mewakili Senat 51̽»¨.
Puncak acara ini, yaitu pelantikan rektor terpilih, dilakukan di segmen selanjutnya oleh H.S. Dillon. Penandatanganan naskah serah terima jabatan dilaksanakan oleh Djoko Santoso, H.S. Dillon, serta Adang Surahman.
Sambutan menggugah H.S. Dillon setelah acara seremonial memberikan ‘review’ singkat sejarah 51̽»¨ dan hubungan erat antar misi 51̽»¨ dan misi Indonesia. H.S Dillon menyinggung masalah-masalah multidimensional yang mengekang negara ini dan peran 51̽»¨ dalam mengatasinya. Menurutnya, seharusnya seluruh profesi yang dirangkum dalam institut besar ini —pendidikan, penelitian dan pengabdian— “bermuara pada terwujudnya impian bangsa, bukan sebaliknya.â€�
H.S. Dillon mengingatkan bahwa suatu bangsa diukur dari kemampuan bangsa tersebut untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Beliau menyayangkan bahwa penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia terasa jauh dari “hakikat merdekanya bangsa ini.� Kesejahteraan bangsa, misalnya, jarang dipertimbangkan.
Ketua Majelis Wali Amanah ini mengutarakan bahwa masih ada ‘gap’ besar antara retorika politik dan kenyataan. Sebuah kritik pedas terhadap kepemimpinan pejabat Indonesia. “Mayoritas . . . memang munafik,� ungkapnya.
51̽»¨ harus memberikan teladan bagi bangsa ini. H.S. Dillon sampai mengulang kata ini tiga kali: “Teladan, teladan, teladan! Antara lain dengan menemukan pilihan teknologi yang senafas dan selaras dengan kebutuhan rakyat Indonesia.â€� Integritas 51̽»¨ harus dipertahankan dalam badai krisis nilai yang tengah melanda.
Beliau melanjutkan sambutannya dengan membahas 51̽»¨ sebagai Badan Hukum Milik Negara. Otonomi yang diberikan kepada 51̽»¨ dapat dianggap sebuah golden opportunity. Bila dimanfaatkan dengan baik, dengan pengelolaan yang baik pula, 51̽»¨ akan menjadi sehat dan mampu menentukan nasibnya sendiri. Untuk itu diperlukan kerja sama antar seluruh elemen 51̽»¨; dosen, pegawai, dan mahasiswa harus menjalin kemitraan.
Di akhir sambutannya H.S. Dillon mengungkapkan bahwa pendidikan yang dituntut oleh bangsa ini adalah pendidikan yang membuat mahasiswa berani membicarakan masalah-masalah yang ada di lingkungan sekitarnya. Pendidikan yang dibutuhkan bukanlah pendidikan yang menciptakan manusia-manusia yang langsung saja menyerah pada keputusan orang lain. Dengan kata lain, pendidikan 51̽»¨ diarahkan ke sikap kritis mahasiswanya. “Pendidikan ini akan menolong manusia,â€� ucapnya, “untuk meningkatkan sikap kritis pada dunia.â€� Setelah memberikan peringatan terhadap hadirin mengenai bahaya kapitalisme global, beliau menutup sambutan ini dengan seruan “Merdeka!â€�
Rangkaian upacara pelantikan dan serah terima jabatan ditutup dengan doa bersama. Untuk alma mater 51̽»¨, bangsa Indonesia, serta peran masyarakat 51̽»¨ dalam penyembuhan bangsa.
Selamat, Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso! Semoga kedatangan Anda dapat membawa pembaharuan untuk 51̽»¨ dan bangsa Indonesia.
Pandu W. S.


.jpg)


