Orasi Ilmiah Prof. Sandro Mihradi: Mekanika untuk Kemanusiaan, Transformasi Ilmu Mekanika Menjadi Teknologi Kesehatan bagi Indonesia

Oleh Kayla Annisa Erian - Mahasiswa Rekayasa Infrastruktur Lingkungan, 2023

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.


BANDUNG, itb.ac.id 鈥� Forum Guru Besar Institut Teknologi Bandung (51探花) menyelenggarakan Orasi Ilmiah Guru Besar di Aula Barat, 51探花 Kampus Ganesha, Sabtu (10/10/2026). Prof. Dr.Eng. Sandro Mihradi menyampaikan orasi ilmiah berjudul 鈥淢ekanika untuk Kemanusiaan: Transformasi Ilmu Mekanika Menjadi Teknologi Kesehatan bagi Indonesia鈥�.

Prof. Sandro menyampaikan bagaimana ilmu mekanika, yang mempelajari gaya dan gerak, dapat diterapkan untuk memahami kompleksitas tubuh manusia dan mengembangkan teknologi kesehatan. Berbekal pengalamannya dalam bidang mekanika, ia menunjukkan bahwa pemahaman terhadap gerak manusia dapat menjadi landasan bagi pengembangan berbagai perangkat medis yang membantu memulihkan fungsi tubuh dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Memahami Gerak Manusia sebagai Dasar Pengembangan Teknologi

Dalam proses pengembangan teknologi kesehatan, pemahaman terhadap gerak manusia perlu diawali dengan permodelan yang mampu merepresentasikan tubuh sebagai suatu sistem yang terdiri atas banyak segmen. Setiap segmen tubuh dihubungkan melalui sendi, sementara pergerakannya dapat diukur dan dianalisis untuk memperoleh berbagai parameter yang berguna dalam dunia medis.

Salah satu penerapannya dapat ditemukan pada pengembangan teknologi lutut prostetik. Lutut memiliki dua fungsi yang perlu berjalan secara bersamaan, yaitu memberikan kestabilan sekaligus memungkinkan mobilitas yang tinggi. Untuk memenuhi kedua kebutuhan tersebut, diperlukan analisis kinematika dan sintesis mekanisme guna memahami serta merancang pergerakan lutut secara optimal.

Melalui pemodelan mekanisme four-bar linkage dengan panjang batang yang dioptimalkan, gerakan lutut dapat direpresentasikan dan dianalisis. Selanjutnya, analisis numerik digunakan untuk mempelajari respons struktur terhadap beban serta mengidentifikasi titik-titik kritis. Hasil pemodelan dan simulasi kemudian menjadi dasar pembuatan purwarupa yang diuji sebelum digunakan oleh pasien.

Baginya, keberhasilan teknologi prostetik tidak cukup diukur dari selesainya proses perancangan. Teknologi tersebut harus mampu memberikan manfaat nyata bagi penggunanya.

鈥淧arameter teknologi berhasil bukan ketika perancangan sudah selesai, tetapi ketika teknologi dapat membantu seseorang bergerak seperti semula,鈥� ujarnya.

Teknologi yang Berangkat dari Kebutuhan Pengguna

Pengembangan kaki prostetik, tangan bionik, dan perangkat rehabilitasi menunjukkan bahwa teknologi kesehatan perlu dirancang dengan mempertimbangkan karakteristik serta kebutuhan setiap pengguna. Perbedaan fungsi dan kompleksitas anggota tubuh membuat setiap perangkat memerlukan pendekatan rekayasa yang spesifik.

Dalam pengembangannya, teknologi prostetik tidak hanya ditujukan untuk membantu pergerakan, tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan perangkat dalam merespons kebutuhan dan kondisi penggunanya. Pendekatan ini turut diterapkan pada Rehab Bot, robot rehabilitasi yang membantu melatih kekuatan otot melalui pemberian beban virtual yang disesuaikan dengan beban pada kaki.

Selain itu, terdapat Soket Prostetik Digital, teknologi yang dikembangkan dengan pendekatan spesifik terhadap pasien. Soket merupakan bagian penting dari prostesis karena bersentuhan langsung dengan tubuh pengguna. Oleh sebab itu, desainnya perlu mempertimbangkan kesesuaian bentuk, kenyamanan, dan keamanan.

Dalam proses pengembangan teknologi tersebut, simulasi dan eksperimen memiliki peran yang saling melengkapi. Simulasi digunakan untuk memprediksi kinerja perangkat, sedangkan eksperimen dilakukan untuk menguji dan membuktikan hasil prediksi tersebut. Namun, khususnya dalam teknologi kesehatan, keberhasilan perangkat juga perlu dinilai melalui umpan balik pengguna untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan manfaatnya dalam penggunaan sehari-hari.

Dari Laboratorium Menuju Masyarakat: Pentingnya Ekosistem Rekayasa

Tantangan dalam mengembangkan teknologi kesehatan tidak berhenti pada proses perancangan dan pengujian. Pengalaman selama pandemi Covid-19 menjadi salah satu contoh nyata mengenai kompleksitas perjalanan teknologi dari laboratorium hingga dapat digunakan oleh masyarakat.

Ketika kebutuhan ventilator meningkat secara drastis dalam waktu singkat, berbagai pihak berkolaborasi untuk mengembangkan alat bantu pernapasan tersebut. Proses pengembangannya tidak hanya mencakup perancangan dan pembuatan perangkat, tetapi juga serangkaian pengujian, meliputi functionality, endurance, dan safety. Selain itu, diperlukan uji klinis serta pemenuhan persyaratan perizinan produksi dan distribusi agar perangkat dapat digunakan secara aman dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan teknologi kesehatan merupakan proses panjang yang membutuhkan lebih dari sekadar keberhasilan teknis. Agar inovasi dapat memberikan manfaat nyata, diperlukan ekosistem yang menghubungkan perguruan tinggi, tenaga pendidik dan peneliti, pemerintah, regulator, industri, tenaga kesehatan, serta masyarakat.

Kolaborasi antarpihak menjadi kunci untuk mempercepat proses transformasi hasil penelitian menjadi teknologi yang dapat dimanfaatkan secara luas. Tanpa ekosistem yang mendukung, inovasi yang telah dikembangkan di laboratorium akan menghadapi berbagai tantangan sebelum dapat diterapkan dalam pelayanan kesehatan.

鈥淭eknologi kesehatan generasi baru tidak akan lahir dari satu laboratorium, satu disiplin, ataupun satu institusi. Kita membutuhkan ekosistem yang saling terhubung,鈥� ujarnya dalam menjelaskan arah pengembangan teknologi kesehatan pada masa depan.

Melalui orasi ilmiahnya, Prof. Sandro menegaskan bahwa ilmu mekanika memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pengembangan teknologi kesehatan di Indonesia. Namun, potensi tersebut hanya dapat diwujudkan apabila keunggulan ilmiah dan rekayasa berjalan beriringan dengan kebutuhan pengguna, validasi yang memadai, serta kolaborasi lintas disiplin dan institusi. Dengan demikian, keberhasilan teknologi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihannya, tetapi juga oleh kemampuannya dalam meningkatkan kualitas hidup manusia.

#itb #teknologi kesehatan #alat kesehatan #prostetik #orasi ilmiah #inovasi indonesia #guru besar itb #mekanika kemanusiaan #sdg 3 #good health and wellbeing #sdg 9 #industry innovation and infrastructure #sdg 17 #partnerships for the goals