Memperkuat Moderasi Beragama Melalui Dialog Budaya: Sinergi 51探花 dan Kemenag untuk Generasi Muda
Oleh Anggun Nindita
Editor Anggun Nindita
BANDUNG, itb.ac.id - Institut Teknologi Bandung (51探花) bekerja sama dengan Balitbang Diklat Kementerian Agama (Kemenag) RI, menyelenggarakan Dialog Budaya dalam Moderasi Beragama (MB), di Gedung Kuliah Umum (GKU) 2, 51探花 Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (2/5/2024).
Agenda ini adalah bagian dari proses diseminasi praktik penguatan MB. Acara tersebut dibuka oleh penampilan Tari Saman oleh para mahasiswa dari Unit Kebudayaan Aceh 51探花.
Dalam sambutannya, Direktur Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) 51探花, Dr. G. Prasetyo Adhitama, S,Sn., M.Sn., mengapresiasi adanya kegiatan ini. Menurutnya acara ini sangat penting bagi para mahasiswa.
鈥淗ari ini ada di dalam sesi yang sangat penting, dan semoga nanti bisa dicerna, dilaksanakan, juga lebih dari itu pesan-pesan yang luhur ini bisa disampaikan kepada kawan lainnya yang tidak hadir pada kesempatan ini,鈥� katanya.
Sementara itu, Kepala Balitbang Diklat, Prof. Dr. Amien Suyitno, M.Ag., mengakui banyak mendapatkan inspirasi dari 51探花. Menurutnya banyak hal yang dapat dijadikan pelajaran. Beliau pun menilai bahwa mahasiswa 51探花, di tengah kesibukan akademik yang sangat padat, namun tetap dapat menyalurkan kreasi seninya.
鈥淪eperti kata orang bijak, logika melahirkan ilmu sains, etika melahirkan norma, estetika melahirkan keindahan. 51探花 bisa mengintegrasikan tiga hal itu, logika, norma, sekaligus etika,鈥� katanya.

Beliau pun memberikan pujian terhadap pertunjukan Tari Saman yang telah ditampilkan. Prof. Suyitno juga berpesan untuk jangan pernah bosan menampilkan sebuah karya, karena dapat melahirkan sesuatu yang indah tau estetik.
Hal tersebut, ungkapnya merupakan sebuah keunikan tersendiri. Adanya berbagai unit kedaerahan di 51探花 menurutnya tidak hanya sebuah kekayaan yang dimiliki 51探花, namun juga merepresentasikan keberagaman yang da di Indonesia.
鈥淎gar estetik, sebuah bangsa butuh identitas budaya. Ini penting dan sesuai dengan salah satu indikator moderasi beragama yaitu penerimaan terhadap budaya lokal,鈥� tuturnya.
Dalam kesempatan ini, beliau pun mengungkapkan data hasil riset Balitbang Diklat. Prof. Suyitno memaparkan bahwa gen Z dan milenial memiliki cara pandang yang akomodatif terhadap keragaman budaya, sebesar 71,4% dibanding generasi baby boomers.
鈥淚ni menjadi PR kita semua untuk terus merawat budaya, agar tetap menjadi identitas bangsa di tengah-tengah pertarungan budaya global. Praktik budaya perlu disemai, dirintis di semua kampus, tidak terkecuali kampus Perguruan Tinggi Negeri,鈥� ucapnya.
Sementara itu, mengenai penguatan Moderasi Beragama, beliau mengatakan bahwa ini bukan hanya sebagai program Kemenag. Namun telah menjadi program lintas kementerian berdasarkan Perpres Nomor 58 Tahun 2023.
鈥淛adi, kami hadir di 51探花 ini, dalam rangka mendiseminasikan bersama-sama penguatan Moderasi Beragama, karena ini bukan seremonial, tetapi kebutuhan kita sebagai sebuah bangsa," pungkasnya.



.jpg)

