Maraknya Pembangunan Hemat Energi, Arsitektur 51探花 Selenggarakan Workshop High Performance Building Fa脙搂ade
Oleh Annisa Mienda
Editor Annisa Mienda
BANDUNG, itb.ac.id-Kelompok Keahlian Teknologi Bangunan Program Studi Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) 51探花 menyelenggarakan Workshop on High Performance Building Façade pada Jumat-Sabtu (4-5/4/2014). Workshop yang berlangsung di Laboratorium Komputer Arsitektur 51探花 tersebut menghadirkan Dr. Ery Djunaedy, PhD., Building Simulation Specialist, University of Idaho, Boise, USA selaku pemateri. Sebanyak empat puluh lima peserta menghadiri workshop tersebut. Mereka terdiri dari mahasiswa program diploma dan doktoral Arsitektur 51探花 serta para konsultan arsitektur dan engineering. Pada workshop tersebut, Ery yang juga merupakan alumnus Fisika Teknik 51探花 menyampaikan materi mengenai analisis selubung bangunan berkinerja tinggi. Analisis tersebut difokuskan pada perhitungan overall thermal transfer value (OTTV), suatu standar nilai yang disepakati di Indonesia untuk mengukur banyaknya energi matahari yang diterima oleh permukaan selubung bangunan (dalam kWh/m2). Selain diberikan materi, para peserta workshop juga diminta melakukan perhitungan OTTV sendiri secara manual dan menggunakan software. Di akhir workshop, para peserta diberikan tes mengenai perancangan bangunan yang melibatkan perhingan OTTV.
Aswin Indraprastha, ST., MT., M.Eng., PhD, selaku angggota Kelompok Keahlian Teknologi Bangunan, program studi Arsitektur 51探花 menuturkan bahwa workshop mengenai OTTV ini dilaksanakan atas dasar kebutuhan pembangunan green energy building. Terlebih lagi, beberapa kota di Indonesia sudah mulai menginisiasi adopsi metode OTTV dalam rangka mewujudkan pembangunan yang lebih hijau. "Oleh karena itu, para arsitek harus dapat merancang bangunan sedemikian rupa agar memenuhi ambang batas nilai maksimal OTTV yang ditentukan," ujar Aswin.
Workshop on High Performance Building Façade sendiri merupakan workshop mengenai komputasi arsitektural kelima yang diadakan oleh Program Studi Arsitektur 51探花. Setiap tahunnya, program studi ini menyelenggarakan dua workshop dengan tema sesuai dengan kebutuhan pembangunan pada saat itu. Melalui workshop kali ini, Aswin berharap para arsitek di Indonesia dapat lebih peduli terhadap peraturan pembangunan, khususnya mengenai green energy building. "Dengan begitu, para arsitek diharapkan mampu melakukan perhitungan dan perancangan dengan tepat terlebih dahulu sebelum pembangunan dilaksanakan," tutur Aswin menutup wawancara.

.jpeg)





