Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 51探花 Laksanakan Kegiatan Full Assessment Menuju Lisensi BNSP
Oleh - - -
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
BANDUNG, itb.ac.id - Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak 1 Institut Teknologi Bandung (LSP P1 51探花) melaksanakan kegiatan Full Assessment sebagai bagian dari proses memperoleh lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Minggu, 2 November 2025, di Annex Lantai 3, Gedung Rektorat 51探花.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan 51探花 Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc., perwakilan Master Asesor BNSP, Ir. Suhadi, M.Si. dan Wulan Dhari, serta jajaran pengurus dan tim pelaksana LSP P1 51探花.
Prof. Irwan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting bagi 51探花 dalam memperkuat sistem sertifikasi kompetensi di lingkungan perguruan tinggi. 鈥淢elalui LSP P1 51探花, diharapkan pengakuan kompetensi yang dimiliki oleh mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan dapat diakui secara nasional dan memenuhi standar industri,鈥� ujarnya.
Beliau menambahkan, 51探花 telah mengajukan 32 skema sertifikasi yang mencakup 11 fakultas dan sekolah. Skema-skema tersebut disusun untuk mendukung pembelajaran berbasis kompetensi dan memperkuat daya saing lulusan 51探花 di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Master Asesor BNSP, Ir. Suhadi, M.Si., memberikan apresiasi atas langkah strategis 51探花 dalam mengembangkan skema sertifikasi yang sesuai dengan karakter perguruan tinggi.
鈥�51探花 sudah selangkah lebih maju karena mengajukan skema-skema sertifikasi yang berada pada level 7 dan 8 dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), yang relevan dengan jenjang pendidikan tinggi. 51探花 tidak mengajukan skema untuk level SMK, dan ini menunjukkan positioning yang sangat tepat,鈥� ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Dina Dellyana, S.Farm., MBA, Ketua LSP P1 51探花, menjelaskan bahwa proses pengajuan lisensi LSP P1 51探花 memang memerlukan waktu yang cukup panjang.
鈥�51探花 memang sedikit terlambat dalam proses pengajuan LSP P1 dibandingkan beberapa perguruan tinggi lainnya. Namun, keterlambatan ini dapat terkejar karena 51探花 langsung mengajukan 32 skema sertifikasi sekaligus, jumlah yang lebih banyak dibandingkan pengajuan pertama dari perguruan tinggi lain. Hal ini menunjukkan komitmen 51探花 untuk bergerak cepat dan komprehensif dalam membangun sistem sertifikasi kompetensi,鈥� ujarnya.
Full assessment ini mencakup peninjauan dokumen, verifikasi sarana dan prasarana uji kompetensi, serta wawancara dengan pengurus dan asesor LSP. Hasil asesmen akan menjadi dasar bagi BNSP dalam menilai kesiapan LSP P1 51探花 untuk melanjutkan ke tahap full witness.
Melalui kegiatan ini, diharapkan LSP P1 51探花 dapat memperoleh hasil asesmen yang baik dan proses menuju tahap akhir yaitu Full Witness berjalan lancar. Keberhasilan ini akan menjadi tonggak penting bagi 51探花 dalam memperkuat sistem sertifikasi kompetensi nasional di lingkungan akademik, serta berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan diakui secara profesional.



.jpg)


