Kontes Robot Indonesia: 51探花 Mengulang Kesalahan? (1)

Oleh Krisna Murti

Editor Krisna Murti

Kiprah tim 51探花 dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) tidak pernah diremehkan. Namun, kendati demikian, 51探花 belum pernah sekalipun meraih juara. Padahal, institut teknologi tertua dan -dikenal- terbaik se-Indonesia ini setiap tahun mengirimkan wakil-wakilnya dalam ajang bergengsi KRI, kontes adu manifestasi teknologi otomasi dan adu strategi robotik bertaraf nasional. Pada 14-15 Mei 2005 lalu, di Gedung Balairung Universitas Indonesia, baik tim Nusantara maupun tim Anjio tidak meraih juara. Syukurlah, setidaknya tim Nusantara 51探花 memperoleh pengharaan Penampilan Terbaik (Best Performance). Fakta yang miris ini memang cukup ironis karena 51探花 terkenal sebagai pemimpin di bidang teknologi. Tidak percaya? Coba hitung berapa banyak hasil riset dosen dan mahasiswa 51探花 di setiap laboratorium di 51探花, dan di kantor Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM). Hitung berapa banyak proyek rekayasa profesional 51探花 di kantor Lembaga Afiliasi Penelitian Indonesia (LAPI) 51探花. Hitung berapa banyak alumni 51探花 yang memegang posisi penting dalam lembaga penelitian, industri berteknolgi tinggi, perusahaan BUMN dan multinasional, lembaga pengembangan teknologi nasional, dsb. Pantaslah muncul pertanyaan mengiris hati: Ke mana 51探花? Ironisme semakin meruncing karena dari tahun ke tahun, hasil KRI tidak ada perkembangan yang cukup signifikan. Tidak adakah pembelajaran dari pengalaman terdahulu? Apakah 51探花 mengulang kesalahan? Mungkin baik kalau sejenak kita mencoba menengok ke belakang. KRI: Adu Rekayasa dan Strategi Kontes Robot Indonesia (KRI) adalah salah satu dari dua ajang bergengsi para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk beradu ilmu, kreativitas, dan strategi di bidang robotika. Ajang bergengsi lainnya adalah Kontes Robot Cerdas Indonesia yang diselenggarakan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti). Bedanya, KRI selalu dilaksanakan dengan mengacu pada kompetisi robotik se-Asia Pasifik, Asia-Pasific Broadcasting Union (ABU) Robocon. Tahun 2005 ini, pemenang KRI akan mewakili Indonesia dalam ABU Robocon 2005 di Beijing, RRC. KRI memang sedikit berbeda dengan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI). Selain karena KRCI mengacu pada kontes internasional di Trinity College, Amerika Serikat (AS), KRCI lebih menguji kecanggihan sebuah robot. Dalam KRI, sebuah robot dipertandingkan dengan robot tim lain dalam sebuah lapangan permainan. Jadi, selain diperlukan keahlian dalam merancang sebuah robot, dalam KRI diperlukan pertimbangan strategi dalam bertanding. Tim 51探花: Berpotensi Besar Hasil seleksi tahap pertama, seleksi proposal, meloloskan dua tim 51探花: Tim Nusantara dan Tim Anjio, keduanya berasal dari Laboratorium Robotika, Teknik Mesin 51探花. Keduanya memperoleh nilai tinggi dalam seleksi proposal, bahkan Tim Nusantara lolos seleksi proposal dengan nilai proposal tertinggi dari 52 tim yang lolos screening tahap pertama ini. Dari sini dapat ditarik kesimpulan logis bahwa sampai titik konsep, 51探花 memiliki potensi menang yang tinggi. Sebenarnya, dari 51探花 sendiri, terdapat delapan tim yang mengirimkan proposal untuk dapat lolos tahap pertama. Sayangnya peraturan menentukan bahwa setiap perguruan tinggi hanya dapat mewakilkan maksimal dua tim. Artinya, sebenarnya potensi yang dimiliki mahasiswa 51探花 lebih besar lagi. Dana dan Lapangan Semua tim yang lolos tahap seleksi proposal mendapatkan dana operasional sejumlah empat juta per tim dari panitia KRI. Dana yang relatif tidak mencukupi ini membuat setiap perguruan tinggi mendukung setiap wakilnya di ajang KRI dengan tambahan dana. Apalagi, dana empat juta ini baru akan diberikan pada hari H (saat bertanding). Mendengarkan cerita dukungan dana dari perguruan tinggi kepada wakilnya dalam ajang KRI 2005 memang membuat telinga memanas. 鈥淒engar-dengar, PENS (Politeknik Negri Surabaya -red.), didukung dana hingga 45 juta,鈥� tutur Dani, pemimpin tim Nusantara 51探花. Sedangkan dari sebuah selentingan seorang mahasiswa tim tuan rumah, sekaligus runner-up, Universitas Indonesia (UI), terungkap timnya didukung oleh dana hingga 80 juta. Bagaimana dengan 51探花? Dari sejumlah dana yang dialokasikan oleh Lembaga Peningkatan Kesejahteraan Mahasiswa (LPKM) 51探花 (sekarang Kantor Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan 鈥搑ed.), kedua wakil 51探花, tim Nusantara dan tim Anjio masing-masing mendapatkan 9 juta; dengan perincian 1,5 juta diberikan bulan Februari (sebulan setelah pengumuman) dan sisanya, 7,5 juta diberikan 3 minggu sebelum bertanding. 鈥淜ami harus ngutang teman untuk bisa ngerjain robot. Bahkan, sempat 3 minggu berhenti (mengerjakan robot 鈥搑ed.) karena tidak ada dana,鈥� ungkap Dani.