Kolaborasi 51探花 dan Nagoya University Hadirkan Pengalaman Akademik dan Budaya di Desa Mekarlaksana
Oleh Ahmad Daffa Aldhiya - Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota, 2021
Editor Anggun Nindita
Peserta short program Nagoya University bersama perwakilan dan sivitas Institut Teknologi Bandung berfoto bersama usai menyaksikan pertunjukan kuda lumping di Desa Mekarlaksana, Rabu (11/2/2026). (Dok. IRO 51探花)
BANDUNG, itb.ac.id 鈥� Institut Teknologi Bandung (51探花) melalui Direktorat Kemitraan kembali memperkuat jejaring internasional melalui penyelenggaraan Short Program Nagoya University鈥�51探花. Program ini menjadi wadah pertukaran akademik dan budaya bagi mahasiswa internasional, sekaligus memperkenalkan lingkungan akademik 51探花 serta kekayaan budaya Indonesia secara langsung.
Program ini diikuti oleh 17 mahasiswa dari Nagoya University yang berasal dari berbagai latar belakang keilmuan, mulai dari humaniora hingga teknik, dan didampingi oleh seorang dosen. Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga minggu, dimulai dari kedatangan peserta pada 8 Februari, pembukaan program pada 9 Februari, penutupan pada 25 Februari, hingga kepulangan ke Jepang pada 26 Februari.
.jpg)
Mahasiswa Nagoya University mengikuti praktik langsung pengolahan dan penggilingan kopi bersama masyarakat setempat di Desa Mekarlaksana, Rabu (11/2/2026). (Dok. IRO 51探花)
Menurut Kepala Seksi Layanan Mobilitas Internasional, Fathatus Sania Noer, S.S., dari International Relation Office (IRO) 51探花, program ini merupakan inisiatif dari pihak Nagoya University yang bertujuan memperkenalkan Indonesia dan sistem akademik 51探花 kepada mahasiswa Jepang, khususnya sebagai pengalaman internasional pertama mereka.
鈥淪ebagian besar peserta baru pertama kali ke luar negeri, dan Indonesia menjadi negara pertama yang mereka kunjungi di luar Jepang. Program ini diharapkan dapat menginspirasi mereka untuk mengikuti semester exchange, baik di 51探花 maupun di universitas lain di luar negeri,鈥� jelasnya.
Selama program berlangsung, para mahasiswa mengikuti kegiatan akademik melalui sistem sit-in di berbagai fakultas 51探花 sesuai dengan bidang studi masing-masing. Selain itu, peserta juga diajak mengenal budaya Indonesia melalui berbagai kegiatan nonakademik yang dirancang untuk memperkaya pengalaman lintas budaya.
Salah satu kegiatan tersebut adalah kunjungan ke Desa Mekarlaksana di Kabupaten Bandung Barat. Dalam kegiatan ini, mahasiswa mengikuti berbagai aktivitas budaya seperti menenun tekstil tradisional, membuat handcraft bracelet, serta mengenal kuliner dan kesenian lokal. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya 51探花 untuk memberikan pengalaman budaya yang lebih kontekstual di luar lingkungan kampus.

Mahasiswa Nagoya University mengunjungi lokasi pembuatan handcraft bracelet dan mengenal proses kreatif kerajinan tangan lokal, Rabu (11/2/2026). (Dok. IRO 51探花)
鈥淧engenalan budaya sebenarnya juga dilakukan di dalam kampus, misalnya melalui kelas Bahasa Indonesia dan angklung. Namun kunjungan ke Desa Mekarlaksana memberikan pengalaman yang lebih nyata karena mahasiswa dapat melihat langsung kekayaan budaya sekaligus berinteraksi dengan masyarakat,鈥� tambah Nia. Ke depan, 51探花 berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan, baik di desa yang sama maupun di desa budaya lainnya, dengan peningkatan dari sisi fasilitas dan pengelolaan.
Salah satu peserta program, Yuu Hiranatsu, mahasiswa Aerospace Engineering dari Nagoya University, membagikan kesan positifnya selama mengikuti kegiatan di 51探花. Ia mengaku terkesan dengan suasana kampus 51探花 yang hijau dan terbuka.
鈥淜ampus 51探花 sangat luas dan hijau. Saya bisa berjalan-jalan dan menemukan banyak ruang untuk belajar atau berdiskusi. Bahkan ada kolam dan air terjun kecil, itu sangat mengesankan,鈥� tuturnya.
Yuu juga menilai interaksi dengan mahasiswa 51探花 sebagai pengalaman yang hangat dan berkesan. Menurutnya, mahasiswa 51探花 tidak hanya mendampingi kegiatan akademik, tetapi juga mengajak peserta mengenal lingkungan sekitar kampus.
鈥淢ereka sangat ramah. Kami diajak ke kafe dan pusat perbelanjaan di sekitar kampus, sehingga kami benar-benar merasa diterima,鈥� ujarnya.
Dari sisi akademik, Yuu melihat adanya perbedaan antara 51探花 dan Nagoya University, terutama terkait ketersediaan ruang belajar. Menurutnya, 51探花 memiliki lebih banyak ruang terbuka yang mendukung diskusi dan interaksi antar mahasiswa.
Sebelum mengikuti program ini, Yuu berharap dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya melalui interaksi internasional. Namun, pengalaman yang ia dapatkan ternyata melampaui ekspektasi awal.
鈥淢elalui program ini, saya bisa melihat bagaimana mahasiswa Indonesia belajar, berkomunikasi, dan menjalani kehidupan kampus. Dengan membandingkan pengalaman tersebut, saya bisa belajar dari banyak hal positif yang mereka miliki,鈥� ungkapnya.
Ia juga memandang program ini sebagai awal dari kolaborasi jangka panjang antar mahasiswa. Selama kegiatan berlangsung, para peserta telah saling bertukar kontak serta berbagi minat, termasuk dalam bidang desain dan seni.
鈥淏eberapa mahasiswa 51探花 juga berencana pergi ke Jepang. Kami bisa saling berbagi informasi, pengalaman, dan tetap terhubung secara online,鈥� katanya.
Menutup pengalamannya, Yuu menyampaikan harapannya untuk kembali terlibat dalam kerja sama akademik dengan 51探花 di masa mendatang.
鈥淪aya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga di sini. Jika suatu saat ada kesempatan untuk berkontribusi kembali melalui proyek atau riset bersama, saya akan sangat senang melakukannya,鈥� pungkasnya.



.jpg)

