Kemenristek RI Tetapkan Pusat Mikroelektronika 51探花 Sebagai Pusat Unggulan Iptek Broadband Wireless Access
Oleh Pengirim Lepas
Editor Pengirim Lepas
BANDUNG, itb.ac.id - Kementrian Ristek dan Teknologi Republik Indonesia (Kemenristek RI) pada Selasa (17/12/2013) telah menetapkan Pusat Mikroelektronika (PME) 51探花 sebagai Pusat Unggulan Iptek bidang Broadband Wireless Access (PUI-BWA). PME 51探花 didirikan pada tahun 1986 melalui kerjasama DIKTI dan Bank Dunia untuk menjadi center of excellence kegiatan akademik, penelitian, dan pengembangan di bidang teknologi mikroelektronika. Dengan bekal sumber daya manusia (SDM) ahli, peralatan penunjang yang lengkap, serta pengalaman panjang, PME 51探花 layak menjadi Pusat Unggulan Iptek nasional.
PUI-BWA ini memiliki empat tujuan utama, yaitu pengembangan teknologi dan rancang bangun, pengembangan sumber daya manusia, pengembangan ekosistem industri, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui teknologi broadband wireless access. PUI-BWA ini akan dibina selama kurun waktu 3 tahun (2014-2016) dan akan diberi dukungan baik dana, kemudahan prosedur dan administrasi, jaringan nasional sampai internasional, sosialisasi ke masyarakat dan industri akan pemanfaatan hasil risetnya, sampai menjalin kerjasama dengan pihak lainnya. Selain PME 51探花, beberapa lembaga lain yang juga yang akan dibina menjadi Pusat Ungulan Iptek pada tahun 2013 ini yaitu, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, Pusat Penelitian Pigmen Material Aktif Universitas Ma Chung, Pusat Studi Satwa Primata IPB, Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi Batan, dan Pusat Penelitian Teknologi Reklamasi Lahan Lembaga Penelitian Universitas Jambi.
Menurut Menristek, Ir. Gusti Muhammad Hatta, Ms. untuk menjadi Pusat Unggulan Iptek, suatu lembaga harus memenuhi dua syarat, yakni syarat akademik dan bersifat ekonomi sehingga pusat unggulan menghasilkan manfaat. Dalam kunjungannya ke stand pameran 51探花, Hatta mengungkapkan kebanggaannya bisa melihat produk teknologi canggih buatan dalam negeri. Pada pameran tersebut, 51探花 memamerkan berbagai produk dan poster penelitian bidang Mikroelektronika. Selain itu, juga ditunjukkan demo video streaming produk berbasis teknologi 4G.
"Kami di Pusat Mikroelektronika 51探花 berhasil membuat chip berbasis teknologi 4G berikut board dan aplikasinya, yang mempunyai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) lebih dari 90%." kata Trio Adiono, Ph.,D selaku kepala PME 51探花.
Kemenristek menyebutkan bahwa masih ada 12 lembaga litbang lagi yang sedang disiapkan untuk menjadi pusat unggulan Iptek di berbagai bidang di enam koridor ekonomi MP3EI, seperti pengembangan lahan suboptimal, teknologi reklamasi lahan, hutan tropis berkelanjutan, energi terbarukan, rumput laut, pariwisata, ruminansia besar, sagu, dll.
Sumber gambar: http://netsains.net
.jpeg)




