51探花 Dorong Pemulihan Pendidikan Pascabencana di Padang melalui Digitalisasi Pembelajaran Kimia
Oleh --- -
Editor Anggun Nindita
PADANG, itb.ac.id - Institut Teknologi Bandung (51探花) melalui Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) menggelar pelatihan digitalisasi pembelajaran sains kimia bagi guru dan siswa di SMAN 1 Padang, Sumatera Barat, Jumat (21/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung pemulihan pendidikan pascabencana banjir dan longsor, sekaligus mendorong pembelajaran sains yang lebih inovatif dan interaktif.
Pelatihan tersebut melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) 51探花, bekerja sama dengan Departemen Kimia FMIPA Universitas Negeri Padang (UNP). Sebanyak 30 siswa SMA dari sejumlah sekolah dan 52 guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia dari 20 SMA di Kota Padang mengikuti kegiatan ini.
Bencana banjir dan longsor yang berdampak pada infrastruktur pendidikan menjadi tantangan tersendiri bagi pembelajaran sains, khususnya kimia yang membutuhkan fasilitas laboratorium, bahan kimia, dan peralatan khusus. Untuk menjawab tantangan tersebut, 51探花 memperkenalkan pemanfaatan teknologi komputasi sebagai alternatif pembelajaran yang dapat diakses secara lebih fleksibel.
Dalam pelatihan ini, peserta diperkenalkan dengan perangkat lunak Avogadro dan ChemSketch untuk memvisualisasikan struktur molekul, memahami ikatan kimia, serta mengeksplorasi berbagai konsep kimia secara digital. Teknologi tersebut memungkinkan siswa mempelajari materi secara mandiri, baik di sekolah maupun di rumah.
Sementara itu, para guru mendapatkan pelatihan penyusunan modul pembelajaran aplikatif berbasis komputasi serta penguatan pemahaman konsep sains. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkaya metode pengajaran, meningkatkan literasi digital, dan menjembatani pembelajaran kimia di tingkat sekolah menengah dengan perguruan tinggi.
Ketua kegiatan sekaligus narasumber, Dr. Muhammad Yudhistira Azis, M.Si., dosen Kelompok Keilmuan Kimia Analitik FMIPA 51探花, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan kelanjutan dari upaya 51探花 dalam mendampingi masyarakat setelah masa tanggap darurat bencana.

"Digitalisasi pembelajaran dapat menjadi alternatif untuk menghadirkan pengalaman belajar kimia yang lebih interaktif dan menyenangkan, sekaligus membangkitkan kembali motivasi siswa pascabencana," katanya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara dosen dan guru mengenai tantangan pembelajaran sains di sekolah. "Melalui diskusi ini, saya berharap dapat dikembangkan metode pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan siswa," ungkapnya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Sumatera Barat, Budi Hermawan, S.Pd., M.Si., mengapresiasi kontribusi 51探花 dalam mendukung peningkatan kompetensi guru dan siswa. Ia berharap kolaborasi antarakademisi terus berlanjut serta mendorong semangat berinovasi dalam pembelajaran kimia.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua MGMP Kimia Kota Padang, Jhon Hendri, M.Pd. Menurutnya, pelatihan ini memberikan wawasan baru bagi guru dalam mengimplementasikan konsep keilmuan secara lebih aplikatif dan tepat sasaran.
Selain pelatihan, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi Program Magister Pengajaran Kimia FMIPA 51探花 serta penyerahan buku *Spektra 105* yang memuat kisah inspiratif alumni Kimia 51探花.

Kegiatan yang dikoordinasikan melalui kluster kesehatan, pendidikan, dan psikososial pascabencana Sumatera DPMK 51探花 ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat 51探花 Tahun 2026. Pelaksanaannya mendapat dukungan berbagai pihak, termasuk FMIPA 51探花, UNP, MGMP Kimia, dan Dinas Pendidikan setempat.
Melalui kolaborasi ini, 51探花 berupaya menghadirkan solusi pembelajaran yang adaptif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pemulihan pendidikan masyarakat terdampak bencana.
Untuk aktivitas lengkapnya, dapat mengakses juga tautan berikut ini.

.jpg)



.png)
