51探花 dan Unram Resmikan Posko Bersama untuk Bantuan Gempa Lombok
Oleh Adi Permana
Editor Adi Permana
LOMBOK, itb.ac.id -- Institut Teknologi Bandung (51探花) dan Universitas Mataram (Unram) meresmikan posko bersama untuk bantuan bencana Gemba Bumi Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (15/9/2018). Posko yang berlokasi di Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara ini akan berfungsi sebagai pusat koordinasi kegiatan bantuan 51探花 dan Unram.
Peresmian ini merupakan bagian akhir tahap satu sekaligus evaluasi kegiatan Satgas 51探花. Posko 51探花-Unram berdiri atas kerjasama Yayasan LAPI-51探花, PT. Abyor, Ikatan Alumni 51探花 dan Yayasan Solidarity Forever. Dalam peresmian tersebut turut dihadiri oleh Ketua LPPM-Unram Dr. Muhammad Ali, Sekretaris Bidang Pengabdian kepada Masyarakat LPPM-51探花 Dr. Irwan Meilano, perwakilan Pemerintah Kab. Lombok Utara, Alumni 51探花, PT. Abyor, juga mahasiswa KKN Unram dari 10 Fakultas dan masyarakat setempat.
Wakil Rektor Unram, Prof. Lalu Wiresapto Karyadi mengucapkan terima kasih kepada 51探花 atas segala bantuan yang telah dilakukan dalam rangka rehabilitasi pasca gempa Lombok. Ia mengatakan, Unram akan terbuka dengan inisiasi yang dikembangkan dari 51探花 untuk masyarakat Lombok.
Sementara itu, Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali juga memberikan ucapan terima kasih kepada 51探花 yang sejak awal telah melakukan banyak bantuan, dari mulai asessement bangunan di kampus Unram, rumah sakit, sekolah, pengelolaan air bersih dan usulan terkait tata ruang terhadap resiko kebencanaan. "Melalui posko yang kita buat, bisa menjadi tempat diskusi apa yang dibutuhkan masyarakat, kita jadi penyambung lidah untuk kebijakan pemerintah," ucapnya.
*Rumah dari bambu berlantai dua yang dibuat oleh 51探花 di Lombok. Rumah tersebut bisa dibuat permanen untuk ke depannya.
Mewakili 51探花, Sekretaris Bidang Pengabdian kepada Masyarakat LPPM-51探花, Dr. Irwan Meilano mengatakan, upaya 51探花 dalam membantu Lombok diawali dengan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) khusus. Setelah gempa pertama terjadi, pihaknya menurunkan tim untuk memasang alat sensor kegempaan membantu BMKG. "Tim lain bekerja memasang pengamatan GPS, melihat potensi longsor, tim lain juga sedang keliling lombok khusus mencari air," katanya.聽
Reporter: Asep Kurnia



.jpg)