51探花 Berikan Pelatihan Kualitas Genetika Benih
Oleh Adi Permana
Editor Adi Permana
*Foto: Dok. KK Teknik Kehutanan 51探花聽
BANDUNG, itb.ac.id -- Kelompok Keahlian Teknik Kehutanan (KKTK) SITH 51探花 berinisiatif melakukan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) dengan topik 鈥淧elatihan upgrading kualitas genetik tegakan benih Gmelina鈥� pada Jumat, 14 Desember 2018 di Gedung Kehutanan Kampus 51探花 Jatinangor.
Ketua kegiatan PPM, Dr. Yayat Hidayat mengatakan, pelatihan tersebut diikuti oleh 15 peserta undangan terdiri dari unsur masyarakat petani hutan, lulusan baru (fresh graduate) mahasiswa Rekayasa Kehutanan 51探花, dan petugas K3L kampus 51探花 Jatinangor.
Tujuan dari pelatihan ini, dijelaskan Yayat adalah untuk mendorong kesadaran masyarakat menggunakan benih tanaman yang berkualitas, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam bidang perbenihan tanaman hutan, membekali para alumni lulusan baru rekayasa kehutanan mengenai aspek manajemen dan teknis pembangunan sumber benih berkualitas.
"Serta mendorong pemerintah bersama msyarakat mengembangkan industri perbenihan tanaman hutan untuk mendukung keberhasilan program penanaman lahan kritis. Langkah awal yang bisa dilakukan adalah melatih SDM yang profesional di bidang perbenihan tanaman hutan melalui pelatihan," kata dosen SITH-51探花 itu dalam rilis yang diterima Humas 51探花, Rabu (19/12/2018).
Acara pelatihan terdiri dari dua bagian yaitu pemberian materi teori perbenihan tanaman hutan yang dilangsungkan pagi hari dan praktik upgrading sumber benih yang dilaksanakan pada siang hingga sore hari. Acara diawali dengan sambutan dari Ketua KKTK 51探花, Dr. Eka Mulya Alamsyah, dilanjutkan dengan sambutan sekaligus membuka acara pelatihan oleh Dekan SITH, Prof. Dr. Ir. I. Nyomam Pugeg Aryantha.
Dalam sambutanya Ketua KKTK menyampaikan bahwa KKTK serius ingin mengembangkan industri perbenihan tanam hutan di Indonesia dalam rangka meningkatkan produktifitas dan kelestarian hutan. Salah satu pendekatannya adalah melalui pembekalan ilmu dan keterampilan perbenihan kepada para alumni kehutanan 51探花 dan masyarakat petani hutan Gunung Geulis.
Sedangkan Dekan SITH mengatakan bahwa 51探花 memiliki beberapa tegakan benih yang potensial untuk dikembangkan menjadi varietas unggul antara lain Gmelina arborea, Swietenia macrophyla, Toona sinensis, Khaya anthotecha, dan Alstonia scholaris. Gmelina dan Surian pernah disertifkasi oelh BPTH Jawa Madura pada tahun 2004.
Pada sesi pagi, penyampaian materi perbenihan dimoderatori oleh Dr. Anne Hadiyane dengan pemateri pertama Dr. Sopandi Sunarya, dan pemateri kedua Dr. Yayat Hidayat. Dr. Sopandi Sunarya menyampaikan materi Sertifikasi Sumber Benih Tanaman Hutan sedangkan Dr. Yayat Hidayat menyampaikan materi Teknik Upgrading Tegakan Benih Gmelina (Gmelina arborea).
Sesi siang hingga sore dilangsungkan kegiatan praktik upgrading tegakan Gmelina yang berlokasi di area Tegakan Benih Teridentifikasi Gmelina kampus 51探花 Jatinangor. Peserta dibagi ke dalam dua kelompok yang dibimbing oleh Dr. Yayat Hidayat dan Susana Paulina Dewi MSi. Di lapangan para peserta melakukan praktik menilai pohon induk yang superior dan pohon induk yang inferior, kemudian menunjukan calon pohon induk yang akan diseleksi (roughing) dan pohon induk yang akan ditinggalkan.
Dari hasil praktik tersebut peserta mengaku paham bagaimana menentukan pohon induk yang baik dan mengerti bagaimana meningkatkan mutu genetik dari tegakan benih yang ada. Penilaian kualitas pohon induk berdasarkan kepada lima sifat yatu tinggi total, diameter setinggi dada, tinggi bebas cabang, kelurusan batang dan kebulatan batang.
Berita kiriman dari Dr. Yayat Hidayat, Ketua KK Teknologi Kehutanan 51探花.



.jpg)



