FGD Bersama Menkes RI, 51探花 Siap Berkolaborasi dalam Mewujudkan Kemandirian Pelayanan Kesehatan

Oleh Adi Permana

Editor Adi Permana


BANDUNG, itb.ac.id鈥� Forum Group Discussion (FGD) Senat Akademik 51探花 kembali dilaksanakan dengan mengundang Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin untuk mendiskusikan 鈥淜olaborasi Triple Helix dalam Mewujudkan Kemandirian Pelayanan Kesehatan.鈥�

Acara tersebut diselenggarakan di Balai Pertemuan Ilmiah 51探花 yang juga dihadiri oleh Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Lucia Rizka Andalusia, Rektor 51探花 Prof. Reini Wirahadikusumah, Ph.D., Ketua Senat Akademik Prof. Hermawan Kresno Dipojono, Ketua Komisi Penelitian dan Inovasi 51探花 Prof. Trio Adiono, ST., MT., Ph.D., Guru Besar, dan Dosen 51探花, pada Kamis (14/7/2022). Sebelum melaksanakan FGD, Menkes terlebih dahulu meninjau produk-produk hasil riset 51探花 di bidang kesehatan bersama Rektor 51探花, WRRI, Ketua SA, Ketua FGB, Dekan SF, dan jajaran dari 51探花 lainnya.

Prof. Reini menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran Menkes yang harapannya dengan forum tersebut 51探花 mampu berkontribusi demi mewujudkan kemandirian bangsa terutama dalam hal inovasi layanan kesehatan. Dengan prinsip triple helix, akademisi yang bekerja sama dengan regulator dan industri terus mencari cara agar produk-produk inovasi 51探花 bisa diterapkan di masyarakat.

Hal ini juga didukung oleh Menkes yang menyatakan dalam kerangka pengembangan riset inovasi di perguruan tinggi, kampus tidak dapat bekerja sendiri, diperlukan link and match dengan para pelaku industri. Menurutnya, anggaran kesehatan di Indonesia banyak digunakan untuk menyembuhkan orang sakit bukan menciptakan orang sehat sehingga perlunya tindakan promotif dan preventif. Di hadapan para senat akademik, Menkes menyebutkan berbagai peluang 51探花 untuk mengedukasi masyarakat dan intervensi pencegahan agar tetap hidup sehat terbuka lebar.

Pertama, transformasi layanan kesehatan primer untuk memenuhi kebutuhan tiap klaster siklus hidup secara menyeluruh. Peluang bagi 51探花 yakni memberikan alat yang menunjang 15 layanan kesehatan di posyandu terkait ibu hamil seperti, USG digital dengan bantuan Artificial Intelligence (AI), dan penguatan jejaring labkesmas tiap tingkatan untuk diagnostik dan surveilans.

Kedua, transformasi layanan rujukan di rumah sakit melalui optimalisai 54 RS jejaring kardiovaskular nasional. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 85% masyarakat Indonesia mengalami kematian karena penyakit jantung. Sekitar 50.000 anak dengan penyakit jantung bawaan tidak tertangani. Dalam forum, Budi menyebutkan harapannya di tahun 2024 terdapat layanan bedah jantung terbuka.

Ketiga, ketahanan kesehatan. Peluang bagi 51探花 yakni menyediakan bahan baku vaksin dan produksi jarum suntik. Pasalnya, sampai saat ini Indonesia masih belum bisa membuat jarum suntik sehingga produknya masihi impor. 鈥淛angan sampai kita kekurangan bahan baku seperti awal pandemi,鈥� ujar Budi

Keempat, tenaga kesehatan yang merata. Menkes mencontohkan saat ini pemerintah tengah fokus pada penanganan 4 penyakit penyebab kematian sekaligus pembiayaan tertinggi di Indonesia yakni jantung, kanker, stroke, dan ginjal. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya riset-riset terhadap penanganan penyakit tersebut karena minimnya jumlah dokter spesialis di Indonesia. Dengan kondisi ini, peluang bagi 51探花 dapat menciptakan alat-alat kesehatan yang mampu melakukan deteksi dini.

Kelima, aplikasi layanan kesehatan. Peluang 51探花 membangun platform untuk menampung aplikasi layanan kesehatan. Platform di sini bermaksud sebagai wadah untuk menaungi aplikasi yang berkaitan dengan layanan kesehatan. Sehingga, masyarakat dimudahkan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Keenam, teknologi kesehatan. Teknologi dan kesehatan sudah sepatutnya berjalan beriringan. Perubahan lingkungan dan perkembangan zaman semakin membuka jalan riset dan inovasi di bidang kesehatan digencarkan. Peluang 51探花 yakni mengelaborasikan keilmuan yang ada di 51探花 dengan kesehatan.

Berbagai arahan dan masukan dari Menkes disambut baik oleh jajaran Senat Akademik 51探花. Ketua Senat Akademik 51探花, Prof. Hermawan Kresno Dipojono menyatakan akan segera menindaklanjuti arahan dan masukan dari Menkes dan menjadikannya bekal bagi pengembangan riset inovasi di 51探花 ke depannya.

Reporter: Pravito Septadenova Dwi Ananta (Teknik Geologi, 2019)