Dosen 51探花 dan Tim Buat Panel Anti Peluru dari Serat Rami

Oleh Adi Permana

Editor Adi Permana

*Dr.rer.nat. Mardiyati, S.Si., M.T., dengan produk panel anti peluru (Foto: Dok. Dr. Mardiyati)

BANDUNG, itb.ac.id鈥擬emanfaatkan material dari bahan alam, dosen Institut Teknologi Bandung membuat produk panel anti peluru. Berkat inovasinya itu, membawa Dr.rer.nat. Mardiyati, S.Si, M.T., sebagai Inovator terbaik dalam PRIMA Award 51探花 2021.

Acara PRIMA 51探花 sendiri adalah penghargaan bidang penelitian, pengabdian masyarakat, inovasi dari LPPM 51探花 kerja sama dengan kantor Wakil Rektor bidang Riset dan Inovasi 51探花.

鈥�(Penghargaan ini) semakin meningkatkan motivasi saya untuk melakukan yang lebih baik lagi di bidang inovasi, sehingga nantinya produk-produk inovasi tersebut dapat menjadi produk yang turut memberikan solusi terhadap permasalahan yang kita hadapi bersama,鈥� ucap Mardiyati.

Produk inovasi yang dihasilkan Dr. Mardiyati terbilang cukup banyak. Ada juga yang sudah dihilirasi oleh perusahaan rintisan binaan LPiK 51探花. Salah satu inovasi terbaru di tahun 2021 yang dikembangkan oleh Mardiyati bersama tim adalah di bidang militer. Inovasi yang dikembangkan tersebut adalah panel anti peluru dalam Modular Armor System Kapal Patroli.

鈥淪eperti yang kita tahu, negara kita adalah negara maritim dan diperlukan kapal patroli untuk menjaga pertahanan dan keamanannya. Biasanya di ruang kemudi, lambung, dan mesin kapal, diberikan panel anti peluru untuk melindungi kapal patroli dari tembakan. Nah, biasanya modul anti peluru atau material untuk produk tersebut diimpor dari luar. Kita ingin ada kemandirian dalam hal tersebut,鈥� ujarnya.

*Menhan Prabowo Subianto saat berkenjung ke 51探花 tengah melihat panel anti peluru yang dibuat Dr Mardiyati dan Tim (Foto: Humas 51探花)

Motivasi ini yang membuat ia bersama tim bergerak melakukan inovasi menggunakan material yang ada di Indonesia. Dari bahan alam yang ada di Indonesia yang sudah dipelajari dan telaah dihasilkan karet alam Indonesia dan serat alam Indonesia, yaitu serat Rami yang dipilih untuk dijadikan material komposit panel anti peluru ini. 鈥淜arena ini produk militer, tentu ada standar pengujian yang harus kami lakukan supaya produk tersebut memang layak untuk digunakan.鈥� tambah Mardiyati.

Dosen pada KK Ilmu dan Teknik Material, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara 51探花 itu menjelaskan, produknya telah dilakukan pengujian tembak produk di PT Pindad (Persero), dengan mengacu pada Standar NIJ 0108.01 Level III dengan munisi 7.62 mm pada jarak tembak 5 meter. Sampel yang dibuat oleh tim lolos uji tembak dengan mengacu pada standar tersebut.

鈥淒alam proses pengujian tembak ini kami banyak dibantu oleh Direktur Teknologi dan Pengembangan PT PINDAD yakni Bapak Dr.Ir.Sigit Puji Santosa, M.SME.,鈥� jelasnya.

鈥淜ebahagiaan tersendiri bagi kami ketika melihat produk yang kami kembangkan ini lolos pengujian tembak karena artinya bahan alam yang ada di Indonesia bisa dimanfaatkan dan sangat berpotensi untuk terus kita kembangkan demi kemandirian bangsa kita,鈥� ucapnya.

Menurut Dr. Mardiyati, tantangan-tantangan yang dialami inovator inilah yang membuat hidup lebih menarik. Salah satu tantangan untuk inovator di Indonesia adalah bagaimana caranya memberikan solusi terhadap permasalahan yang muncul di negara kita dengan menggunakan segenap sumber daya yang ada. Bisa dari segi sumber daya alam atau sumber daya manusianya, dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Tantangan berikutnya adalah apabila sudah memiliki produk inovasi yang sudah teruji, bagaimana mengkondisikan sehingga produk tersebut memang digunakan dan mendapatkan kepercayaan dari bangsa kita sendiri untuk dimanfaatkan. 鈥淭entu saja di tahap ini peran berbagai pihak diperlukan. Pemerintah, industri, akademisi, seluruh komponen bangsa,鈥� ujarnya.

Pesan untuk para inovator dari Dr. Mardiyati yakni, 鈥淢enjalani hidup sebagai seorang inovator adalah suatu perjalanan yang menyenangkan dan penuh tantangan. Percayalah, bila niat kita bersungguh-sungguh untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang timbul di negeri ini dengan suatu karya inovasi, maka karya tersebut pasti akan sangat dinanti. Jangan pernah berhenti berinovasi untuk memberikan solusi. Kita hidup hanya satu kali dan semoga dengan karya inovasi, hidup kita akan menjadi sangat berarti.鈥�

Reporter: Dheamyra Aysha Ihsanti (Perencanaan Wilayah dan Kota, 2019)