Budaya Ilmiah Unggul 51探花: Masa Lalu, Kini, dan Tantangan ke Depan

Oleh Adi Permana

Editor Adi Permana


BANDUNG, itb.ac.id 鈥� Budaya Ilmiah Unggul menitikberatkan pada perilaku berbasis semangat keilmuan, kebenaran dan kejujuran, serta semangat untuk menghasilkan karya yang unggul. Demikian disampaikan oleh Dr. Ir. Grandprix Thomryes Marth Kadja, M.Si., dalam acara Studium Generale KU-4078 perdana pada semester II tahun akademik 2022/2023.

Studium Generale 51探花 kali ini dilaksanakan secara luring di Aula Barat, Kampus 51探花, Jl. Ganesha, Rabu (18/1/2023). Dr. Granprix memaparkan tentang Budaya Ilmiah Unggul 51探花 di Masa Lalu, Kini, dan Tantangan ke Depan.

Doktor termuda se-Indonesia itu merupakan Sekretaris Lembaga Pengembangan Ilmu dan Teknologi 51探花 (LPIT 51探花) dan juga dosen dari Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 51探花 (FMIPA 51探花). Dr. Grandprix juga merupakan dosen terbaik pada bidang penelitian di FMIPA 51探花 pada tahun 2021 dan juga dosen terbaik dari top 10 dosen muda dengan publikasi Q1 terbanyak di 51探花 sepanjang tahun 2019 hingga 2022.

Dr. Grandprix memulai pemaparan materinya dengan menjelaskan tentang Lembaga Pengembangan Ilmu dan Teknologi 51探花 (LPIT 51探花). LPIT 51探花 merupakan lembaga yang mewadahi pusat penelitian yang ada di 51探花.

鈥淔okus penelitian yang diwadahi oleh LPIT 51探花 di antaranya adalah teknologi informasi dan komunikasi, pangan dan kesehatan, transportasi dan energi, serta kewilayahan dan kebencanaan. LPIT 51探花 juga membawahi science and technology park yang menyediakan ekosistem sebagai jangkar hilirisasi dari produk invensi menjadi produk inovasi,鈥� ujarnya.

Saat itu, science and technology park (STP) Ganesha sudah beroperasi sejak tahun 2022 dan STP Gedebage ditargetkan akan beroperasi pada tahun 2024.
Memahami Budaya Ilmiah Unggul 51探花

Budaya Ilmiah Unggul 51探花 sejatinya telah dibangun dan dikuatkan pondasinya sejak satu abad yang lalu. Bermula dari masa penjajahan Belanda, didirikan perguruan tinggi teknik pertama di Indonesia dengan nama De Technische Hogeschool te Bandung (TH Bandung) pada tahun 1920. Salah satu tokoh utama peletak budaya ilmiah unggul 51探花 pada era TH Bandung adalah Prof. Dr. Jacob Clay. Ia adalah rektor kedua TH Bandung.


Jacob Clay sebagai rektor kedua TH Bandung pada tahun 1927 berperan besar pada pembuktian dan penyelesaian 鈥減erang saintifik鈥� antara dua peraih nobel yaitu Milikan dan Compton. Milikan dan Compton memperdebatkan tentang sinar kosmik.

Milikan berpendapat bahwa sinar kosmik merupakan gelombang elektromagnetik, sementata itu Compton berpendapat bahwa sinar kosmik merupakan partikel bermuatan. Melalui perdebatan besar tersebut, Jacob Clay hadir untuk membuktikan kebenarannya melalui eksperimen yang dimuat dalam sebuah jurnal berjudul 鈥�Proceedings of the Sections of Science鈥�. Eksperimen ini dilaksanakan di Bosscha, Bandung. Jacob Clay melaporkan bahwa intensitas sinar kosmik dapat berubah dan berbeda tergantung pada ketinggian posisi. Hasil eksperimen ini menguatkan pendapat Compton.

鈥淢elalui terobosan besar dan pergerakan Jacob Clay, budaya ilmiah unggul di 51探花 menjadi semakin kuat, besar, dan berkelanjutan. Budaya ilmiah unggul yang ditanamkan oleh Jacob Clay menghasilkan perilaku berbasis keilmuan, kebenaran, dan kejujuran, serta semangat untuk menghasilkan karya yang unggul,鈥� tegas Grandprix.

Budaya ilmiah unggul kini menjadi roh bagi 51探花 hingga saat ini. Melalui penanaman budaya ilmiah unggul, 51探花 terus bertumbuh dan berfokus pada peningkatan kualitas inovasi, publikasi penelitian, serta lulusan dan stafnya. Contoh konkritnya, secara keseluruhan kualitas 51探花 terus meningkat. Hal ini dibuktikan melalui ranking QS World University Ranking 51探花 yang meningkat dari posisi 470 pada tahun 2014 hingga posisi 235 pada tahun 2023. Selain itu, jumlah publikasi jurnal Q1 51探花 juga selalu meningkat sejak tahun 2019 hingga tahun 2022. Bukan hanya itu, persentase publikasi jurnal Q1 51探花 juga lebih tinggi daripada berbagai perguruan tinggi ternama lainnya di Indonesia.

Namun, 51探花 juga harus menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Berbagai aspek dari budaya ilmiah unggul 51探花 seperti sinergi dan kolaborasi riset, akademik, dan kemitraan harus diperkuat. Selain itu, kualitas publikasi ilmiah, kualitas keilmiahan inovasi dan pengabdian masyarakat serta keilmuan strategis 51探花 harus terus diperkuat. 鈥淭erakhir, kita juga harus selalu ingat bahwa 51探花 besar karena mahasiswanya, jangan dibalik, jangan take it for granted,鈥� kata Dr. Grandprix.

Reporter: Yoel Enrico Meiliano (Teknik Pangan, 2020)