Bincang Dekat Dengan Mahasiswa, Rektor Jelaskan Kebijakan UKT 51探花
Oleh Adi Permana
Editor Adi Permana
BANDUNG, itb.ac.id 鈥� Perwakilan Mahasiswa di Majelis Wali Amanat (MWA) Institut Teknologi Bandung menyelenggarakan diskusi publik 鈥淏incang Dekat dengan Rektorat: Mau Dibawa Kemana 51探花 Kita?鈥� pada Sabtu (16/2/2019) lalu di Auditorium CC Timur Kampus 51探花. Diskusi tersebut membawa tema yang diangkat ialah mengenai Uang Kuliah Tunggal (UKT) di 51探花.
Sebagaimana diketahui, sebagai perguruan tinggi berstatus PTN-BH (Perguruan Tinggi Negeri berBadan Hukum), 51探花 dan perguruan tinggi PTN-BH lainnya mendapatkan otonomi di tiga bidang, yaitu pengelolaan Program Studi, penerimaan pegawai, dan pengelolaan keuangan institusi secara mandiri.
Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2013 tentang statuta 51探花 adalah payung hukum untuk menjalankan ketiga otonomi tersebut. Penentuan besaran UKT merupakan salah satu bentuk dijalankannya otonomi di bidang keuangan oleh 51探花 sebagai PTN-BH.
51探花 melalui SK Rektor Nomor 01/SK/I1.B02/KU/2018 tentang Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) bagi Mahasiswa 51探花 yang diterima pada tahun akademik 2018/2019, telah menetapkan UKT untuk program regular Sarjana (S1) mahasiswa WNI (Warga Negara Indonesia) dengan skema subsidi 100%, 60%, 40%, dan 20% sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Bincang-bincang yang dimoderatori Andriana Kumalasari selaku Pjs. MWA Wakil Mahasiswa 2018/2019, disambut baik oleh semua pihak. Bincang dekat dengan Rektorat ini dihadiri oleh Rektor 51探花, Prof. Kadarsah Suryadi, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Bermawi Priyatna Iskandar, Wakil Rektor Bidang Keuangan, Perencanaan, dan Pengembangan Prof. Wawan Gunawan A. Kadir, Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Organisasi Prof. Irawati, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Alumni, dan Komunikasi Dr.Miming Miharja, beserta perwakilan mahasiswa dari berbagai unit kegiatan.
Menurut Rektor, penetapan UKT 51探花 telah melalui banyak pertimbangan yang matang. Tujuannya dalam rangka subsidi silang guna membantu mahasiswa 51探花 lain yang kurang beruntung secara ekonomi. 鈥淢ahasiswa yang masuk 51探花 (tahun lalu) itu hanya 30-40% yang orangtuanya mampu bayar UKT penuh. Sisanya mendapat subsidi (keringanan UKT) dalam berbagai proporsi,鈥� jelas Rektor.
Selain dalam bentuk subsidi silang, melalui keringanan UKT, bentuk empati lain yang dapat diberikan untuk membantu mahasiswa yang kurang beruntung secara ekonomi, juga diwadahi dalam Ikatan Orangtua Mahasiswa (IOM- 51探花). Berdiri sejak 1968, IOM memiliki tujuan untuk membantu mahasiswa dalam mengatasi kendala finansial yang dihadapi mahasiswa sekaligus wadah silaturahmi para orangtua/wali mahasiswa 51探花.
Sesuai dengan slogan 51探花 yaitu In Harmonia Progressio yang berarti maju bersama dalam harmoni, sudah selayaknya berbagai permasalahan harus diselesaikan bersama dalam rasa kekeluargaan yang kuat. 鈥淭ak akan ada mahasiswa 51探花 yang putus kuliah hanya karena masalah biaya. Kita pasti akan carikan solusi,鈥� tegas Rektor.
Biaya untuk menempuh pendidikan tinggi memang masih sering menjadi problematika tersendiri di kalangan masyarakat. Meski demikian, 51探花 selalu memotivasi baik mahasiswa maupun calon mahasiswa yang ingin mendaftar di 51探花 supaya tidak terlalu terpaku pada besaran UKT. 鈥淪ilakan bayar semampunya sesuai kemampuan orangtua,鈥� kata Prof. Kadarsah.
Selain itu, tentunya ada banyak beasiswa yang dapat diikuti mahasiswa selama masa studinya di 51探花. 鈥�51探花 harus bangkit bersama-sama dalam empati. UKT itu bukan segalanya, tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita punya empati untuk memajukan semua,鈥� pungkas Rektor sekaligus menutup sesi diskusinya.
Reporter: Karimatukhoirin



.jpg)


