Asrama Kanayakan 51探花 Bekali Anak SD Dasar-Dasar Pencegahan Kekerasan Seksual
Oleh Adi Permana
Editor Adi Permana
BANDUNG, itb.ac.id 鈥� Menurut Kemendikbud Ristek, kekerasan seksual merupakan suatu perbuatan yang merendahkan, menghina, melecehkan, hingga berakibat fatal terhadap kondisi psikis korban. Tentunya hal seperti ini sangat tidak diinginkan di dunia pendidikan karena kesempatan untuk melaksanakan pendidikan dengan aman akan hilang. Sejalan dengan hal tersebut, Asrama Putri Kanayakan 51探花 melakukan sosialisasi terkait dasar-dasar pencegahan kekerasan seksual kepada siswa SDN 103 Coblong Kota Bandung.
Sosialisasi tersebut dilaksanakan pada hari Rabu (12/4) lalu. Kegiatan diawali dengan sebuah materi terkait pengantar pencegahan kekerasan seksual. 鈥淛adi dijelasin terkait materi pengantar seperti bagian-bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain,鈥� tutur Putri Nur Azizah (GD鈥�21) selaku Penanggung Jawab Pengabdian Masyarakat Asrama Kanayakan.
Selanjutnya, peserta dibagi menjadi 3 kelompok besar dengan 1 pendamping dari Asrama Kanayakan. Pendamping tersebut nantinya berperan dari story teller. 鈥渟tory telling-nya itu tentang seorang anak yang berusaha menjaga batu kristal dalam dirinya dari serangan monster jahat yang berusaha merebutnya. Batu kristal itu adalah perumpamaan bagi tubuh anak-anak, dan monster adalah para pelaku kekerasan seksual,鈥� jelas Azizah.
Setelah sesi storytelling, dengan kelompok yang sama siswa di kelas tersebut menerima materi dengan metode Diskusi Kelompok Terpimpin (DKT). Di dalam sesi tersebut, anak-anak akan menerima pertanyaan terkait kasus yang terjadi di kehidupan nyata. 鈥淢isal mandi bareng temen-temen, diajakin nonton tayangan tidak pantas, dimintai foto tidak pantas oleh teman online, dll,鈥� ujar Azizah. Dari topik itu, anak-anak akan diberi kesempatan untuk mengutarakan pendapat masing-masing. Siswa yang berani berpendapat akan mendapat apresiasi berupa botol minum. Acara ditutup dengan sesi dokumentasi bersama anak-anak.

Sebelumnya, Asrama Kanayakan 51探花 menemui Kepala Sekolah SDN 103 Coblong, Iis Widaningsih. Dalam kesempatan ini, Asrama Kanayakan 51探花 memberikan cinderamata berupa plakat. Hal ini menjadi penanda bahwa Asrama 51探花 pernah melakukan pengabdian disini.
Dari kegiatan yang terlaksana, harapannya anak-anak dan orang tua bisa mengerti bahwa kekerasan seksual itu sangat berbahaya untuk setiap kalangan umur. 鈥淜alau dari aku si harapannya anak-anak dan orang tua lebih terbuka kalau kekerasan seksual itu membahayakan setiap kalangan umur, terutama anak-anak. Dan itulah kenapa, sekolah diharapkan jadi tempat yang aman dan mendukung untuk anak-anak belajar hal-hal dasar terkait pencegahan kekerasan seksual,鈥� pungkas Azizah.
Kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu pengabdian masyarakat dalam menyambut Pembinaan Terpusat Mei Asrama 51探花. Menurut Azizah, kegiatan pengabdian tidak harus memberikan perubahan besar, tapi bisa berupa hal-hal kecil ke masyarakat selama memberi dampak positif. 鈥渏adi selama ada waktu, tenaga, dan kesempatan untuk mengabdi, kenapa engga,鈥� ujar Azizah.
Reporter: Kevin Agriva Ginting, GD'20
Dok. Asrama Kanayakan 51探花



.jpg)

