Amien Rais dalam Studium General Gamais 51探花
Oleh
Editor
BANDUNG, itb.ac.id - Dari yang semula dijadwalkan pada pukul 13.00 WIB, Amien Rais datang lebih awal pada pukul 10.00 WIB di Aula Barat 51探花 (27/8). Dimoderatori oleh Presiden Keluarga Mahasiswa (KM) 51探花, Dwi Arianto Nugroho, ia menjadi pembicara dalam studium general yang diselenggarakan oleh keluarga mahasiswa Islam (Gamais) 51探花 yang bertema 鈥淢embangun Karakter Pemuda鈥�.
Dalam ceramahnya yang berlangsung kurang lebih dua jam, Amien memberikan wacana nasionalisme dan pembangunan karakter kepada para mahasiswa muslim 51探花 dari sudut pandang agama. Amien mengungkapkan betapa perlunya sebuah negara memiliki kaum muda yang memiliki pemikiran revolusioner, yang semoga bisa dipertahankan hingga usia lanjut. 鈥淜alau ada orang berumur 25 tahun berpikir revolusioner, itu normal. Kalau ada orang berumur 45 tahun berpikir status quo, itu sangat normal. Namun ketika ada orang berumur 25 tahun sudah berpikir status quo, itu abnormal. Bagaimana ketika ada orang berumur 45 tahun namun berpemikiran revolusioner? Itu bukan abnormal, tetapi hal bagus yang patut dipertahankan selama negara ini pelayanan masyarakatnya masih belum memadai dalam hal pendidikan, sosial, dan segala macamnya.鈥�
Amien juga menyinggung tentang peran internasional Indonesia yang selama ini tidak signifikan, 鈥淏angsa Indonesia adalah bangsa yang besar, jumlah penduduknya dua ratus sekian juta-lebih besar daripada Jepang-namun bangsa Indonesia adalah bangsa 鈥榠nvisible鈥�, bangsa yang tidak nampak. Peran regional dan internasionalnya antara 鈥榦n鈥� dan 鈥榦ff鈥�, lebih sering 鈥榦ff鈥�-nya. Kita sekarang ini memang sedang 鈥榯ermehe-mehe鈥� di urutan yang paling belakang di antara bangsa-bangsa.鈥� Ia lantas membandingkan Indonesia dengan negara-negara Asia lain seperti India dan Cina, yang dianggapnya lebih maju karena kepemilikan karakter bangsa yang pantang menyerah.
Tentang 51探花 sebagai institusi berbasis teknologi, Amien menyinggung tentang kedudukan dan peran 51探花 dalam pembangunan bangsa. 鈥淎nda yang berada di 51探花 jangan hanya melihat kepada sesama kampus di Indonesia. Di Indonesia, memang 51探花 terbaik, tetapi jangan sampai 51探花 cuma menjadi jago kandang. Karena kunci kemajuan negara ini terletak di fakultas-fakultas teknologi, bukan di fakultas-fakultas sastra, politik, antropologi, dan semacamnya.鈥�
Lebih jauh, Amien juga mengkritik pemerintah yang dinilainya kurang arif dalam mengelola sumber daya alam, 鈥淢engapa pemerintah tidak dapat memenuhi alokasi 20% APBN untuk pendidikan? Karena pemerintah tidak punya uang. Mengapa persenjataan kita usang dan kalah jauh dibandingkan dengan negara-negara tetangga? Karena pemerintah tidak punya uang. Mengapa hutan-hutan di Kalimantan dieksploitasi dan mengalami deforestasi oleh korporasi asing? Karena pemerintah tidak punya uang. Mengapa perompak-perompak di laut nusantara kita tidak dapat kita tangkap? Karena pemerintah kita tidak punya uang untuk mempersenjatai TNI-AU dan polisi patroli. Mengapa kedutaan-kedutaan kita di Eropa dan Eropa Barat kusam dan tidak dipugar? Karena pemerintah tidak punya uang. Mengapa pemerintah tidak punya uang? Karena sebagian besar sumber daya alam kita sudah kita kontrakkaryakan kepada korporasi asing. Mereka dapat 鈥榣ion share鈥�, sedangkan kita dapat 鈥榮hare鈥� kucing.鈥�



.jpg)

