51探花

Rektor 51探花 Buka Workshop dan Galeri Tanggap Bencana Abhinaya Program Pemulihan Pasca Bencana Banjir dan Longsor

Rektor 51探花, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T. membuka Workshop dan Galeri Tanggap Bencana Abhinaya Program Pemulihan Pasca Bencana Banjir dan Longsor yang digelar di Aula Timur dan Galeri Soemardja, 51探花, Senin (12/1/2026). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi, diskusi ilmiah, serta sarana membangun kepedulian publik terhadap dampak bencana sekaligus upaya pemulihan pasca bencana di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Rektor 51探花, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjembatani diskusi ilmiah dengan penyampaian pesan kepada publik. 鈥淲orkshop menjadi ruang diskusi akademik, sementara galeri dibuka untuk publik agar dapat membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap risiko bencana,鈥� tuturnya.

Rektor 51探花 mengatakan, penanganan dan pemulihan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak atau satu disiplin ilmu saja. Oleh karena itu, 51探花 mengambil peran strategis sebagai simpul penghubung yang menyatukan berbagai perguruan tinggi agar tidak bekerja secara terpisah. "Melalui forum ini, semua pihak saling terhubung, berbagi peran, dan bekerja secara terkoordinasi sesuai kebutuhan di lapangan,鈥� katanya.

Prof. Tata juga memaparkan berbagai aksi konkret yang telah dilakukan 51探花 bersama Ikatan Alumni 51探花 dan Rumah Amal Salman sejak terjadinya bencana siklon pada 25鈥�26 November 2025. Sejak 27 November, kolaborasi tersebut bergerak cepat memberikan bantuan, mulai dari instalasi penyediaan air bersih, pengeboran dan pembersihan sumur, penyediaan akses internet, pengerahan alat berat untuk membersihkan saluran yang tertutup lumpur, hingga pembersihan fasilitas umum, sekolah, serta pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor 51探花 juga meluncurkan buku berjudul 鈥淏angkit dari Hidup Penuh Lumpur鈥�, yang merupakan catatan perjalanan Rektor 51探花 saat mengunjungi daerah terdampak bencana siklon di Aceh pada 26鈥�29 Desember 2026. Buku ini diharapkan dapat membangun kesadaran publik sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi risiko bencana.