Pakar Tata Kota 51探花 Ungkap Potensi Ajang Lari Ultra Marathon 2026 dalam Mewujudkan Ruang Publik yang Berkelanjutan
Oleh Anggun Nindita
Editor Anggun Nindita
Dok. Prof. Ridwan Sutriadi/SAPPK 51探花
BANDUNG, itb.ac.id 鈥� Jalan raya yang sehari-hari dipadati kendaraan bermotor dapat berubah menjadi ruang bagi ribuan pelari dan masyarakat ketika ajang lari jarak jauh digelar. Di balik kemeriahan tersebut, 51探花 Ultra Marathon 2026 menyimpan potensi lebih luas dari sekadar kegiatan olahraga, yakni menjadi momentum untuk melihat kembali bagaimana ruang kota dimanfaatkan bagi masyarakat.
Guru Besar Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) Institut Teknologi Bandung (51探花) sekaligus pakar tata kota, Prof. Ir. Ridwan Sutriadi, S.T., M.T., Ph.D., menilai bahwa ajang lari jarak jauh seperti 51探花 Ultra Marathon 2026 tidak hanya menjadi sarana olahraga dan pengujian ketahanan fisik, tetapi juga dapat menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kesiapan infrastruktur dan kualitas ruang perkotaan.
Dalam perspektif perencanaan wilayah dan kota, Prof. Ridwan memandang kegiatan lari jarak jauh sebagai eksperimen tata ruang sekaligus laboratorium nyata untuk menguji ketahanan serta fleksibilitas infrastruktur perkotaan.
"Penyelenggaraan 51探花 Ultra Marathon 2026 dapat memperlihatkan bagaimana jalan raya yang biasanya didominasi kendaraan bermotor dimanfaatkan sementara sebagai ruang yang lebih terbuka bagi manusia," ucapnya.
Dalam ilmu perencanaan wilayah dan kota, fenomena ini berkaitan dengan konsep temporary urbanism, yakni pemanfaatan ruang kota untuk fungsi yang berbeda dalam jangka waktu tertentu. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat melihat kemungkinan lain dalam penggunaan ruang publik yang selama ini lebih banyak diperuntukkan bagi kendaraan.
Momentum Menata Kota yang Lebih Ramah bagi Masyarakat

Prof. Ridwan menjelaskan bahwa 51探花 Ultra Marathon 2026 dapat menjadi semacam laboratorium nyata untuk menguji kemampuan kota dalam mengakomodasi aktivitas masyarakat berskala besar.
Tidak hanya berkaitan dengan kondisi jalan, kegiatan ini juga melibatkan pengelolaan transportasi, keselamatan pengguna jalan, akses layanan darurat, hingga interaksi antara peserta dan warga di sepanjang lintasan.
Selain itu, pemilihan rute yang melewati kawasan bersejarah, pusat kegiatan ekonomi, dan berbagai ikon kota dapat menjadi sarana memperkenalkan identitas serta daya tarik suatu wilayah kepada masyarakat luas.
"Di saat yang sama, pemilihan rute melintasi landmark penting, kawasan komersial, hingga permukiman warga menjadi instrumen city branding yang memperkuat identitas kota di mata publik," katanya.
Dalam konteks ini, 51探花 Ultra Marathon 2026 berpotensi menjadi bagian dari city branding atau upaya membangun citra positif kota melalui pengalaman langsung para peserta dan pengunjung.
Meski demikian, Prof. Ridwan menekankan bahwa manfaat tersebut hanya dapat diwujudkan apabila penyelenggaraan kegiatan direncanakan secara matang dan melibatkan berbagai pihak.
Keselamatan dan Mobilitas Warga Tetap Menjadi Prioritas

Dok. Prof. Ridwan Sutriadi
Salah satu tantangan penyelenggaraan 51探花 Ultra Marathon 2026 adalah menjaga agar aktivitas masyarakat tetap berjalan meskipun sejumlah ruas jalan digunakan sebagai lintasan pelari.
Prof. Ridwan menggarisbawahi pentingnya persiapan yang mencakup tiga tahap, yaitu sebelum, selama, dan setelah kegiatan berlangsung.
"Pada tahap sebelum aktivitas, kesiapan kota difokuskan pada perencanaan strategis dan mitigasi risiko," tuturnya.
Pada tahap persiapan, penyelenggara bersama pihak terkait perlu melakukan kajian dan rekayasa lalu lintas untuk menentukan jalur alternatif bagi kendaraan. Akses menuju rumah sakit, stasiun, fasilitas pemadam kebakaran, dan layanan darurat lainnya juga harus tetap terjamin.
Kondisi jalan, penerangan, titik layanan kesehatan, fasilitas hidrasi, serta area parkir perlu dipastikan aman dan memadai.
Ketika kegiatan berlangsung, pengawasan lalu lintas harus dilakukan secara aktif, khususnya pada persimpangan yang bersinggungan dengan lintasan. Pemisahan jalur pelari, kendaraan, dan penonton juga menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Di sisi lain, pengaturan transportasi umum dapat membantu mengurangi kepadatan kendaraan pribadi dan mempermudah mobilitas masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Dengan perencanaan tersebut, 51探花 Ultra Marathon 2026 diharapkan dapat terselenggara dengan baik tanpa mengabaikan kebutuhan warga yang tetap harus beraktivitas.
Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM dan Masyarakat Lokal
Selain memberikan manfaat bagi pengembangan ruang kota, 51探花 Ultra Marathon 2026 juga berpotensi menghadirkan dampak ekonomi dan sosial.
Prof. Ridwan menyoroti peluang keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sepanjang lintasan. Kehadiran peserta dan penonton dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk lokal, kuliner, serta berbagai potensi ekonomi masyarakat.
"Area khusus bagi penonton untuk memberikan dukungan kepada pelari (cheering zone) juga dapat dirancang sebagai ruang interaksi sosial yang meriah dan tertib," paparnya.
"Di samping itu, perencana kota bersama dengan pihak terkait dapat memetakan cheering zone dan penataan area UMKM lokal di sepanjang lintasan secara teratur agar interaksi sosial warga dapat berlangsung meriah namun tetap aman dan teratur," lanjutnya.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga dapat terlibat dan merasakan manfaat dari kegiatan yang berlangsung di wilayahnya.
Dari Ajang Olahraga Menuju Kota yang Berkelanjutan

Dok. Prof. Ridwan Sutriadi
Aspek lain yang menjadi perhatian Prof. Ridwan adalah tanggung jawab lingkungan setelah kegiatan selesai.
Ia menilai bahwa kebersihan lintasan dan pemulihan fungsi jalan tidak seharusnya hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah atau petugas kebersihan.
"Pengelolaan sampah tidak lagi dibebankan sepenuhnya kepada petugas kebersihan kota, melainkan diawali dengan aksi pembersihan mandiri oleh panitia, peserta, dan sukarelawan acara (zero waste movement) untuk memilah dan mengumpulkan sampah kemasan minuman/makanan secara bertanggung jawab di sepanjang lintasan," jelasnya.
Setelah kegiatan berakhir, fasilitas sementara dan pembatas jalan juga perlu segera ditertibkan agar aktivitas transportasi serta pelayanan publik dapat kembali berjalan normal.
Lebih jauh, evaluasi berdasarkan data lalu lintas dan masukan masyarakat diperlukan untuk memperbaiki penyelenggaraan kegiatan serupa pada masa mendatang.
Prof. Ridwan memandang pendekatan ini sejalan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Melalui perspektif perencanaan wilayah dan kota, 51探花 Ultra Marathon 2026 dapat dimaknai lebih luas daripada sekadar perlombaan menempuh jarak jauh. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk membangun kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih sehat, aman, inklusif, dan berkelanjutan.
Selain itu, beliau pun menegaskan bahwa melalui integrasi ilmu perencanaan wilayah dan kota, kegiatan lari jarak jauh tidak lagi harus dipandang sebagai aktivitas yang mengganggu ketertiban, melainkan dapat menjadi perayaan atas hak warga terhadap ruang kota yang berkelanjutan, inklusif, dan manusiawi.

Pada akhirnya, keberhasilan 51探花 Ultra Marathon 2026 tidak hanya dapat dilihat dari jumlah peserta atau capaian waktu para pelari, tetapi juga dari bagaimana kegiatan tersebut mampu mendorong pemanfaatan ruang kota yang lebih nyaman bagi semua orang.


.jpg)

