Rektor Itera: Potensi Alumni Pascasarjana 51探花 Perkuat Riset dan Inovasi

Oleh Merryta Kusumawati - Teknik Geodesi dan Geomatika, 2025

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

BANDUNG, itb.ac.id - Rektor Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Prof. Dr. Elfahmi, S.Si., M.Si., yang juga merupakan alumnus S2 Farmasi 51探花, mendorong alumni pascasarjana dan profesi 51探花 memperkuat kontribusi dalam pendidikan, riset, inovasi, kewirausahaan, dan pembangunan bangsa pada Simposium Alumni Pascasarjana dan Profesi 51探花 2026 di Aula Barat 51探花, Sabtu (18/7/2026).

Menurutnya, alumni pascasarjana memiliki potensi besar karena berkiprah di berbagai bidang dan memiliki jejaring yang luas. 鈥淧otensi alumni pascasarjana luar biasa besar. Kalau kita optimalkan, dampaknya bukan hanya bagi alumni, tetapi juga bagi 51探花,鈥� ujarnya.

Pendidikan Pascasarjana Mendorong Inovasi Berdampak

Prof. Elfahmi menceritakan perjalanan pendidikannya hingga menempuh program magister di 51探花. Meski sempat gagal masuk 51探花 pada jenjang sarjana, ia kemudian memperoleh beasiswa setelah menyelesaikan pendidikan sarjana dan profesi apoteker.

Menurutnya, pendidikan pascasarjana di 51探花 tidak hanya memperkuat pengetahuan akademik, tetapi juga membentuk cara berpikir, kemampuan berkomunikasi, dan kepercayaan diri. Pengalaman tersebut turut mempersiapkannya melanjutkan studi doktoral di University of Groningen, Belanda, serta berkarier sebagai dosen, peneliti, inovator, dan pemimpin perguruan tinggi.

鈥淪aya boleh mengatakan bahwa saya ditransformasi oleh 51探花. Dulu saya sulit berbicara di depan umum. 51探花 membuat saya mempunyai kepercayaan diri untuk berbicara, belajar, dan terus mengembangkan diri,鈥� tuturnya.

Sepulang dari Belanda, ia mengemban berbagai amanah di 51探花, termasuk sebagai Ketua Program Studi Magister dan Doktor, Kepala Pusat Penelitian Biosains dan Bioteknologi, Wakil Dekan Sekolah Farmasi 51探花, serta Direktur Riset dan Inovasi 51探花. Saat ini, ia menjabat sebagai Rektor ITERA. Prof. Elfahmi menegaskan bahwa penelitian perguruan tinggi harus dikembangkan menjadi inovasi dan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

鈥淩iset kita harus dipikirkan dampaknya. Bagaimana penelitian di perguruan tinggi betul-betul bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat,鈥� ujarnya.

Mendorong Kemandirian Bahan Baku Kesehatan

Prof. Elfahmi menyoroti tingginya ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku obat impor. Menurutnya, Indonesia memiliki biodiversitas dan sumber daya alam yang sangat besar. Namun, kekayaan tersebut belum sepenuhnya diolah dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga Indonesia masih harus membeli berbagai senyawa, bahan pembanding, dan bahan baku penelitian dari luar negeri.

Ia mencontohkan senyawa berkhasiat yang berasal dari pala dan tanaman obat Indonesia. Meskipun bahan alaminya tersedia di dalam negeri, peneliti dan industri masih kerap membeli senyawa tersebut dari perusahaan luar negeri.

Melalui penelitian yang dilakukan secara berkelanjutan, Prof. Elfahmi bersama tim mengembangkan sejumlah senyawa murni dan bahan penelitian yang sebelumnya diimpor. Hasil riset tersebut kemudian dikembangkan melalui perusahaan berbasis penelitian dan mulai digunakan untuk menggantikan produk impor. Ia mengatakan bahwa keberhasilan tersebut memberikan dampak nyata sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap kemampuan peneliti dan industri Indonesia.

Ia mengatakan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan syarat utama bagi hilirisasi dan komersialisasi hasil penelitian. Tanpa kemampuan tersebut, Indonesia hanya akan menjadi pemasok bahan mentah, sedangkan nilai tambahnya dinikmati negara lain.

鈥淣ilai tambah yang tinggi merupakan hasil intervensi sains dan teknologi. Riset berkualitas dan inovasi adalah faktor yang sangat penting untuk mewujudkannya,鈥� tuturnya.

Alumni sebagai Duta dan Penggerak Jejaring


Prof. Elfahmi menekankan bahwa alumni berperan sebagai penghubung 51探花 dengan industri, pemerintah, lembaga penelitian, dan mitra internasional. Jejaring tersebut dapat membuka peluang pendanaan riset, pertukaran mahasiswa, program magang, pengembangan laboratorium, serta hilirisasi hasil penelitian. Ia mencontohkan kolaborasi 51探花 dengan mitra industri internasional dalam bidang sistem penghantaran obat yang berkembang hingga pembentukan laboratorium bersama.

Upaya tersebut diperkuat melalui kolaborasi global yang melibatkan perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan lembaga penelitian. Kerja sama ini mencakup pengembangan biodiversitas untuk kesehatan, didukung pendanaan nasional dan internasional untuk mendorong riset, hilirisasi, dan pembangunan berkelanjutan.

鈥淛aringan internasional membuat kita lebih dekat dengan tujuan. Sebagai alumni 51探花, kita harus berani bermimpi besar,鈥� ujarnya.

Prof. Elfahmi juga menegaskan bahwa seluruh alumni secara tidak langsung menjadi duta almamater. Nama baik 51探花 tidak hanya dibangun melalui prestasi institusi, tetapi juga melalui integritas, profesionalisme, dan karya para alumninya di tengah masyarakat.

鈥淭anpa diminta, sebenarnya kita semua adalah duta 51探花. Ketika alumni berkarya dengan baik, orang akan melihat bahwa dia adalah alumni 51探花,鈥� tuturnya.

Selain membangun jejaring, alumni dapat berkontribusi melalui pengembangan kurikulum, pendampingan mahasiswa, program magang, serta dukungan terhadap riset dan perusahaan rintisan. Kontribusi tersebut memperkuat kolaborasi alumni dengan 51探花 dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Beasiswa dan Dana Abadi

Bentuk kontribusi lain yang disoroti Prof. Elfahmi adalah pemberian beasiswa dan penguatan dana abadi perguruan tinggi. Menurutnya, dukungan alumni terhadap dana abadi dapat membantu menjaga keberlanjutan program pendidikan, penelitian, inovasi, serta pengembangan fasilitas di kampus. Kontribusi tersebut tidak selalu harus berbentuk donasi langsung, tetapi juga dapat berasal dari kerja sama penelitian, komersialisasi kekayaan intelektual, kepemilikan saham perusahaan, dan program tanggung jawab sosial perusahaan.

鈥淜ontribusi itu dapat berbentuk donasi, kerja sama penelitian, komersialisasi hasil riset, saham perusahaan, beasiswa, dan berbagai bentuk dukungan lainnya,鈥� ujarnya.

Prof. Elfahmi berharap Simposium Alumni Pascasarjana dan Profesi 51探花 dapat menjadi awal dari berbagai program kolaboratif yang lebih konkret. Menurutnya, hubungan alumni dengan kampus perlu dibangun secara berkelanjutan melalui kegiatan akademik, sosial, profesional, dan pengembangan institusi.

#itb #elfahmi #alumni itb #simposium alumni itb #pendidikan pascasarjana #riset dan inovasi #hilirisasi riset #bahan baku obat #sekolah farmasi itb #jejaring alumni #kolaborasi global #dana abadi #kontribusi alumni